Monday, August 29, 2016

Gara-gara Daihatsu, Nih!



Jadi, Hari Sabtu minggu kemarin, tepatnya Tanggal 20 Agustus 2016, Mas Fauzi, salah satu teman blogger ngajakin datang ke acara GIIAS 2016 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) - BSD (Bumi Serpong Damai) City, Tangerang. Khususnya buat ngunjungin booth Daihatsu Sahabatku. Eh, kita gak pergi berdua, tapi sekampung! Hihi.. Sekeluarga maksudnya :) Mas Fauzi ngajakin istri dan kedua anaknya, sedangkan aku ngajakin mama dan anakku. Wiiih, kebayang gak serunya? Jadi berasa piknik, ya!


Tadinya sih, sempat ragu nih, anakku bakalan betah gak ya diajakin ke pameran mobil-mobil keren. Secara dia anak perempuan yang senangnya lihat tokoh-tokoh kartun lucu, boneka-boneka, dan aksesori warna-warni unyu khas anak perempuan. Yang kebayang di pikiranku, pameran mobil itu pastinya lebih cocok untuk anak cowok. Eh, ternyataaa.. Setelah sampai di booth Daihatsu Sahabatku, anakku malah paling betah, tuh. 





Jadi, di booth Daihatsu Sahabatku itu gak cuma memamerkan mobil-mobil terbaru keluaran Daihatsu, tapi ada juga hiburan-hiburan yang bikin pengunjungnya jadi betah, termasuk anak-anak. Ada para pemakai kostum (lihat gambar), yang kata Alia mah Tante Kupu-kupu, hihi.. Ada juga mobil khusus yang menjual aneka minuman, ada stand yang menjual kaos-kaos sporty, dan satu lagi nih yang bikin Alia betah duduk anteng, yaitu arena khusus menggambar untuk anak-anak.



Di stand menggambar anak - Daihatsu Sahabatku inilah, Alia ikut asyik menggambar dan mewarnai bersama beberapa anak-anak kecil lainnya. Suasananya di set layaknya di taman kanak-kanak, lengkap dengan bangku dan meja yang berwarna-warni, lucuuu.. Setiap anak dikasih kertas kosong untuk menggambar, dan disediakan pula spidol beraneka warna untuk mewarnai. Sayangnya gak sempet moto, euy :p Baterai handphone keburu sekarat.

Saya juga sempat ngajakin Alia nyobain mobil keluaran terbaru dari Daihatsu, yaitu Daihatsu Sigra. Wah, jadi terpikat nih sama interior Sigra yang nyaman. Boleh banget jadi mobil impian kamu, lho. Baru nyobain beberapa menit duduk di dalamnya aja udah berasa nyaman, apalagi kalau dibawa perjalanan, ya. Bikin betah dalam perjalanan, nih. 

Lucu deh Alia, setelah nyobain duduk di dalam mobil Daihatsu Sigra yang nyaman dan kece itu, dia nyeletuk, 


"ah, aku kalau udah gede mau beliin Mama mobil kayak gini".. 

Iiih, so sweet deh, kamu :) Aamiin ya, sayang. Tapi kalau Alia udah gede mah, Daihatsu pastinya udah ngeluarin mobil-mobil lain yang lebih kece, dong. Hehe..




So, gara-gara Daihatsu nih, weekend kami seminggu yang lalu jadi seruuu! Ini pertama kalinya punya pengalaman mengunjungi pameran mobil-mobil kece seperti Daihatsu. Dan ternyata pengalaman pertama ini mengesankan. Kalau saya boleh menilai nih, booth Daihatsu Sahabatku di event GIIAS 2016 kemarin terbilang yang paling lovable untuk dikunjungi, bukan hanya oleh orangtua tapi juga anak-anak :) 



Friday, May 13, 2016

Saat Bertemu Suka dan Duka di Rumah Harapan Bandung











Wah, udah lama juga nih saya gak share tulisan tentang Rumah Harapan Bandung. Sebenarnya sih saya ngiri *dalam artian positif* sama teman-teman volunteer lain di Rumah Harapan Bandung, yang layak banget diacungin jempol semangatnya untuk Rumah Harapan Bandung. Mereka benar-benar 'bekerja' untuk membuat Rumah Harapan Bandung bisa berjalan lancar dan lebih baik dari waktu ke waktu.

Sejak resmi beroperasi di akhir Januari tahun 2016, hingga saat ini Rumah Harapan Bandung telah menampung puluhan anak-anak sakit dari beberapa wilayah di Indonesia. Memang sih, sebagian besar anak-anak di Rumah Harapan Bandung berasal dari wilayah Jawa Barat (Sunda), tapi ada juga lho pasien yang dari Lampung. Rumah Harapan Bandung terbuka bagi anak-anak yang sedang sakit dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.


Acara soft launching Rumah Harapan Bandung, tanggal 26 Februari 2016





Beberapa hari yang lalu, jumlah pasien yang menginap di Rumah Harapan Bandung mencapai 10 anak. Wah, lumayan penuh juga, kalau di banding saat awal-awal Rumah Harapan Bandung beroperasi yang hanya dihuni oleh satu atau dua orang anak saja. Alhamdulillaah, ini berarti semakin banyak anak yang terbantu dengan adanya Rumah Harapan Bandung.

Hal yang paling membahagiakan bagi kami para volunteer adalah saat mengetahui ada anak Rumah Harapan Bandung yang dinyatakan telah sembuh dari sakitnya. Dan inilah yang terjadi beberapa minggu lalu, saat adik Revan (usia 3 tahun) dinyatakan telah sembuh oleh dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin - Bandung, dari penyakit tumor yang dideritanya.


Revan yang kini telah sembuh




Wah, bukan main senang dan leganya kami mendengar kabar gembira tersebut. Kami ikut bersyukur dan bahagia. Meski di sisi lain kami merasa cukup kehilangan, karena kami tak bisa menemukan canda tawa adik Revan lagi di Rumah Harapan Bandung, namun kami melepas kepulangannya ke kampung halamannya di Cirebon dengan hati gembira.

Ada juga cerita lainnya dari adik Lukman (usia 11 tahun) yang telah berhasil dioperasi untuk menyembuhkan penyakit Hypospedia yang dialaminya. Kabar terakhir yang kami peroleh, operasi Lukman berjalan lancar dan kini ia sudah kembali ke kampung halamannya di Kuningan. Alhamdulillaah. Mudah-mudahan Lukman benar-benar bisa sembuh total setelah menjalani operasi tersebut, aamiin.

Namun, bagaimana layaknya kehidupan, ada suka ada duka, ada senang dan sedih. Begitu pula yang terjadi di Rumah Harapan Bandung. Ada kabar bahagia yang kami peroleh, namun ada kalanya pula kami menerima kabar yang menyedihkan. Kabar tersedih yang kami peroleh sepanjang Rumah Harapan Bandung beroperasi beberapa bulan ini, adalah saat salah satu anak Rumah Harapan Bandung bernama Vitra (usia 4 tahun) harus berpulang untuk selamanya.


Vitra saat pertama datang ke Rumah Harapan Bandung



Vitra yang berasal dari Kuningan ini telah menjadi penghuni Rumah Harapan Bandung sejak akhir Februari lalu. Vitra yang di awal kedatangannya ke Rumah Harapan Bandung masih tampak segar ini, harus berjuang melawan penyakit Leukimia yang dideritanya. Vitra dan orangtuanya bolak-balik dari Kuningan ke Bandung untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Tak sampai 3 bulan, Vitra menjadi salah satu penghuni di Rumah Harapan Bandung, Allah memanggilnya untuk pulang. Kami turut bersedih dan kehilangan. Namun kami yakin bahwa kepergian Vitra dari sisi kami untuk selamanya adalah yang terbaik. Kini rasa sakit yang ia alami telah hilang. Vitra kini telah bahagia berada di tempat yang paling indah :)

Buat teman-teman blogger yang mau ikut membantu anak-anak di Rumah Harapan Bandung, baik itu berdonasi dalam bentuk uang, barang-barang kebutuhan di Rumah Harapan Bandung, maupun donasi berupa support (misal: kunjungan, menjadi volunteer, dll), bisa menghubungi Koordinator Rumah Harapan Bandung, Arief (0856-2442-2585).


Thursday, March 24, 2016

5 Alasan Saya Memilih Dia


Kesehatan itu adalah aset yang sangat berharga bagi kita. Setuju? Teeerlaaalu, kalau gak setuju :) Maka dari itu menjaga kesehatan menjadi hal 'wajib' demi tercapainya hidup yang sehat dan bahagia. Ya, sehat dan bahagia itu saling terkait, lho. Saat kita sedang dalam kondisi sehat kita lebih mudah untuk merasa bahagia dengan maksimal, dibanding saat kita sedang sakit.

Nah, bagi seorang ibu seperti saya, urusan menjaga kesehatan gak hanya saya lakukan untuk diri sendiri, tapi juga buat anak. Apalagi jika anak kita berada pada usia balita seperti anak saya, Alia. otomatis kita harus turun tangan langsung untuk menjaga anak kita tetap sehat. Salah satunya dalam hal mandi. Alia yang saat ini baru berusia 4 tahun, tentunya belum bisa memilih sabun terbaik. Maka dari itu tugas saya lah untuk memilihkan sabun keluarga yang memberikan manfaat dan perlindungan maksimal.

Dua bulan lalu saya kenal Lifebuoy Clini-shield10, yang merupakan sabun anti kuman jenis terbaru dari Lifebuoy. Awalnya, yang bikin saya tertarik adalah bentuknya yang lain dari sabun biasanya. Kalau sabun lain bentuknya padat (batangan) dan ada pula yang cair, nah..sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini bentuknya gel konsentrat. Selain itu, sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini juga mengusung tagline #cukupsatutetes. Hmm, penasaran kan?? Yuk, simak 5 alasan yang bikin saya memilih sabun Lifebuoy Clini-shield10 sebagai sabun anti kuman keluarga saya. Supaya kamu juga bisa ikut sehat :)




1. Lebih Bersih

Sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini memberi perlindungan dari kuman 10 kali lebih baik di banding sabun biasa. Pastinya ini bikin tubuh kita lebih bersih dari kuman, dong. Tau sendiri kan, kuman itu seringkali jadi penyebab kita terkena penyakit. Jadi, kita butuh nih sabun yang bisa melindungi dari kuman dengan maksimal.

2. Lebih Sehat

Salah satu cara agar kita tetap sehat adalah dengan menjaga kebersihan tubuh. Maka dari itu, mandi yang bersih adalah hal yang penting. Dengan perlindungan anti kuman yang sampai 10 kali lebih baik dari sabun Lifebuoy Clini-shield10, tentunya akan membuat tubuh kita jadi lebih sehat karena bebas dari kuman penyebab penyakit.





3. Lebih Hemat

Lifebuoy Clini-shield10 ini adalah sabun shower gel konsentrat yang bentuknya lebih pekat dari sabun cair biasanya, #cukupsatutetes aja busanya udah melimpah, kok. Jadi gak perlu pakai sabun banyak-banyak untuk mandi dengan bersih. Ujung-ujungnya pemakaian sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini jadi lebih hemat. 

Tunggu, tunggu.. Gak hanya hemat dalam hal pemakaian sabun aja, lho. Tapi sekaligus hemat dalam pemakaian air mandi. Soalnya, sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini gak bikin kulit kita licin, cukup dibilas beberapa kali aja udah bersih dari sisa sabun. Nah, jadi lebih hemat air juga kan, mandinya? Iya, banget :)

Daaan, masih ada satu hemat lagi yang saya rasain setelah pakai sabun Lifebuoy Clini-shield10 ini, yaitu hemat waktu mandi. Iya lah, ngambil sabun #cukupsatutetes *gak perlu berkali-kali* dan bilas sabun yang menempel di tubuh kitapun cukup beberapa kali aja *gak perlu berkali-kali dan ngabisin air mandi*, alhasil waktu mandi jadi lebih singkat.

4. Lebih Praktis

Lifebuoy Clini-shield10 ini dikemas dalam wadah tube yang anti tumpah. Ini memudahkan kita banget lho, praktis kalau mau bawa-bawa sabun kemanapun, jadi gak repot dan khawatir tumpah. So, gak ada alasan untuk kamu gak bawa sabun anti kuman kemanapun kamu bepergian :) 

5. Lebih Baik

Finally, dengan sederet alasan-alasan di atas, saya bisa bilang kalau Lifebuoy Clini-shield10 ini lebih baik dari sabun-sabun yang saya pakai sebelumnya. Makanya, sekarang saya pilih Lifebuoy Clini-shield10 sebagai sabun anti kuman keluarga saya :) 

Kalau kamu, apa sabun pilihanmu?

Friday, March 4, 2016

Copy Paste? Monggo ajaaa..






Dalam dunia tulis-menulis di internet, yang namanya copy paste alias menjiplak memang bukan hal yang asing lagi. Banyak banget artikel-artikel yang isinya persis namun ditulis di beberapa sumber website atau blog yang berbeda. Ada yang 100 % persis, ada yang diubah judulnya, dan ada juga yang diubah-ubah sedikit isi ataupun penulisannya.

Kalau saya pribadi sih, gak termasuk yang anti copy paste garis keras. Saya juga pernah kok copy paste tulisan orang lain, asalkan ditulis sumbernya. Tapi copy paste bukan untuk tulisan di blog atau website, ya. Copy paste paling untuk ngeshare status di sosial media. Kalau kamu gimana, pernah copy paste juga kah?

Sebenarnya sih persoalan jiplak-menjiplak bukan hanya dalam dunia menulis aja, di mana-mana juga adaaa. Industri musik, kuliner, kerajinan, karya ilmiah, dunia pertelevisian, dan industri-industri bisnis lainnya, yang namanya copy paste tampaknya memang sulit untuk dihindari. Meski sudah banyak cara dilakukan untuk melarang tindakan tersebut. Ya, kalau untuk benar-benar meniadakan copy paste memang sulit, tapi seenggaknya tindakan copy paste bisa seharusnya bisa diminimalisir lah, ya.

Nah, kalau karya tulismu di blog dicopy paste gimana reaksimu? Kalau saya mah, monggo ajaaa tulisan saya dicopy paste, selama orang yang mengcopy paste tersebut gak mengakui tulisan saya adalah tulisannya. Lagipula saat menulis sebaiknya kita juga tau risikonya, salah satunya jika tulisan kita kemudian dicopy paste. Kasarnya gini, kalau gak mau tulisanmu dicopy paste ya udah gak usah publish tulisan di internet, hehe..

Jadi, bagi saya yang namanya copy paste boleh-boleh aja asalkan tetap beretika. Yaitu dengan menyertakan sumbernya dan jangan mengakui tulisan tersebut sebagai karya kita. Kalau sebuah tulisan isinya mengandung banyak manfaat, maka semakin banyak tulisan itu disebarluaskan -meskipun dengan cara copy paste- tentunya akan lebih banyak pula manfaat yang tersebarkan.

"Segala sesuatu jika kita melihatnya dari sudut pandang positif pasti tetap akan ada sisi manfaat yang bisa kita ambil. Contohnya persoalan copy paste dalam dunia tulis-menulis di internet ini, tak selamanya jadi suatu hal yang buruk".


*Postingan ini telah saya publikasikan lebih dulu di website indoblognet.com

Monday, February 29, 2016

3 Hal yang Kamu Dapat dari Membenci


Perasaan benci sebenarnya merupakan perasaan yang normal untuk kita rasakan. Jika kita bisa merasakan cinta, maka kita juga bisa merasakan benci. Perasaan benci bukanlah hal yang sangat buruk selama kita bisa mengendalikan perasaan tersebut dan berusaha agar tak terjebak dengan rasa benci. Artinya, perasaan benci itu tak sampai membuat kita melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan juga tak sampai menetap terus-menerus dalam hati kita.

Rasa benci biasanya timbul saat orang lain melakukan sesuatu yang tak kita sukai, atau melakukan perbuatan buruk terhadap kita, atau saat orang lain membuat kita merasa sangat kecewa. Rasa benci juga bisa muncul dari rasa cinta yang berlebihan. Jika kita terlalu mencintai seseorang, tapi kemudian orang tersebut membuat kita sakit hati, ada kemungkinan rasa cinta itu berubah jadi benci. Itu sebabnya ada nasihat bijak yang menyatakan, "jangan mencintai seseorang secara berlebihan, sebab jarak antara cinta dan benci itu tipis". Bagaimanapun, sebaiknya jangan sampai kita membiarkan diri kita diliputi rasa benci.









Tak ada satupun keuntungan yang kita dapat dari rasa benci, justru sebaliknya benci itu merugikan kita. Sebab ada tiga hal yang kita dapatkan dari rasa benci:

1.  Membenci menguras energi

Setiap perasaan negatif pasti menguras energi alias bikin kita cape hati, begitupun dengan rasa benci. Saat kita membenci seseorang, itu bisa bikin kita jadi kesal dan marah-marah. Malah terkadang benci bisa bikin kita marah-marah tanpa alasan jelas. Bukankah itu melelahkan? 

2.  Membenci menjadi beban

Ketika kita membenci seseorang, sedikit banyak hal itu bisa menimbulkan rasa gak lega (bahkan tertekan) dalam hati kita. Dan rasa itu akan hilang saat kita melepaskan rasa benci tersebut. 

3.  Membenci mengusik ketenangan hidup

Saat kita benci pada seseorang, otomatis pikiran kita akan lebih sibuk karena memikirkan orang yang kita benci itu. Disadari atau enggak, kebencian telah membuat hidup kita jadi tak bisa benar-benar damai. Membenci orang lain membuat kita seolah seperti memiliki musuh dalam hidup kita. 

Hidup yang indah adalah hidup yang damai tanpa ada rasa benci. Daripada kita membuang waktu untuk membenci tentu jauh lebih baik jika kita bisa menepis rasa benci dan memperbanyak kasih sayang. 


Tuesday, January 26, 2016

Kunjungan Pertamaku Menjenguk Adik-adik di Rumah Harapan Bandung


Assalaamu'alaikum, my sweet readers :) 

Nah, sekarang saya mau share nih, cerita saya pertama kali berkunjung ke Rumah Harapan Bandung yang beralamat di Jalan Sukagalih 2 No.96 Sukajadi - Bandung. Tepatnya, hari Sabtu tanggal 23 Januari 2016, saya datang ke sana. Rumah Harapan Bandung sebenarnya memang belum resmi berdiri, dalam arti belum ngadain launching

Tapi meski demikian, Rumah Harapan Bandung udah kedatangan adik-adik yang membutuhkan rumah singgah. Akhirnya, mulai tanggal 20 Januari 2016 Rumah Harapan Bandung mulai dihuni oleh tiga orang adik, yang pertama adalah Revan, usia 3 tahun asal Cirebon, saat ini sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor testis. Kedua adalah Keyla, usia 5 tahun asal Lampung, yang sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor di matanya. Dan yang ketiga adalah Annisa, usia 9 tahun asal Majalengka. Annisa saat ini sedang menjalani pengobatan untuk sakit tumor ovarium. 

Malah di hari berikutnya, ada satu adik lagi yang ikut menginap di Rumah Harapan Bandung, yaitu Syalwa, usia 1 tahun asal Majalengka. Sama seperti ketiga adik sebelumnya, Syalwa juga menderita penyakit tumor. Tapi alhamdulillaah, keesokan harinya Syalwa udah dapat kamar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk bisa menjalani pengobatan yang lebih intensif, jadi Syalwa hanya sempat menginap satu hari di Rumah Harapan Bandung.



Keyla (baju kuning), Revan (baju setelan warna biru), Annisa (baju putih)


Perjuangan adik-adik ini luar biasa, lho. Terutama keluarga yang mendampingi mereka yang harus ikut berkorban waktu, tenaga, serta materi demi kesembuhan anak mereka. Salah satunya adalah kedua orangtuanya Keyla yang harus bolak-balik Lampung - Bandung untuk memperjuangkan kesembuhan Keyla anak semata wayang mereka. Keyla yang di usianya sedang asyik-asyiknya bermain dan mengenal bangku sekolah Taman Kanak-kanak ini, terpaksa berhenti sekolah karena harus menjalani pengobatan penyakitnya.

Setiap hari, Keyla, Revan, dan Annisa beserta keluarga mereka harus bolak-balik ke RSHS dan mengantri untuk mendapatkan giliran kamar perawatan (ruang rawat inap). Keyla sempat diberi kabar oleh pihak RSHS bahwa giliran untuk mendapatkan kamar kemungkinan di bulan Februari nanti, Itu sebabnya orangtuanya Keyla memutuskan untuk sementara waktu pulang dulu ke Lampung, dan akan kembali ke Bandung bulan Februari. 

Keyla dan orangtuanya kembali ke Lampung hari Sabtu sore tanggal 23 Januari 2016. Ada satu hal yang membuat saya terharu, yaitu saat Mamanya Keyla pamit pulang. Beliau berkali-kali mengucapkan terima kasih untuk Rumah Harapan Bandung, karena udah diizinkan menginap. Beliau bilang Rumah Harapan Bandung udah jauh lebih nyaman di banding sebelumnya, mereka sekeluarga harus tidur di halaman atau teras RSHS, dan hanya beralaskan tikar. 

Saya tau Mamanya Keyla benar-benar tulus mengucapkan terima kasih, karena saya melihat matanya berkaca-kaca saat mengucapkannya. Ucapan terima kasih itupun tak hanya sekali saja terlontar darinya, namun berkali-kali, seolah beliau khawatir jika lupa mengucapkannya. Ya Allah, begitu besarnya ujian mereka. Betapa tak pantasnya diri ini mengeluhkan hal-hal yang sebenarnya sepele, jika dibandingkan dengan ujian yang Engkau berikan untuk mereka. 

Meski Keyla, Revan, dan Annisa sedang berjuang mengatasi penyakit mereka, namun saya tak melihat kesedihan di mata mereka. Mereka tampak normal sama seperti anak-anak lainnya. Saya yakin, bahwa sesungguhnya ujian yang Allah berikan lebih ditujukan pada orangtua dan orang-orang di sekitar mereka, termasuk saya. Anak-anak masih dilindungi oleh banyak malaikat, dan mereka masih bersih dari beban dosa. 

Ini ujian bagi kita semua, untuk menyadarkan kita sejauh mana kepedulian kita terhadap mereka, sejauh mana orangtua mereka bisa sabar, berkorban, dan berjuang untuk kesembuhan anak mereka. Hal itu menyadarkan kita bahwa adik-adik seperti Keyla, Revan, Annisa dan yang lainnya, mereka membuka kesempatan bagi kita untuk berbagi kebaikan. 

Terima kasih adik-adikku sayang atas pelajaran yang kalian berikan. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan untuk kalian. Kesembuhan yang mudah dan tanpa meninggalkan rasa sakit, aamiin.

Tuesday, January 5, 2016

Mengganti Kebiasaan Lama dengan Kebiasaan Baru yang Lebih Baik di 2016


Assalaamu'alaikum, my readers :)

Alhamdulillaah, sekarang udah masuk tahun yang baru, 2016. Umumnya kita berharap di tahun ini kita bisa jadi pribadi yang lebih baik. Ibaratnya kita sekarang seperti selembar kertas yang masih kosong belum ditulisi apa-apa. Kita memasuki lembaran baru kehidupan. Meski sebenarnya dalam Islam tahun baru yang sesungguhnya adalah tahun baru menurut kalender Hijriah, bukan Masehi :p Tapi memang budaya tahun baru dampaknya terasa begitu kuat, sehingga yang muslim sekalipun ikut menikmati perayaannya.

Menurut saya sih, selama kita (umat muslim) gak mengikuti hal-hal yang negatif, seperti: merayakan tahun baru dengan meminum minuman yang memabukkan (beralkohol), membakar petasan dan meniup terompet yang akhirnya membuat kegaduhan dan pemborosan, rasanya sah-sah aja kok, kita mau menikmati kebahagiaan yang ada di tahun baru ini selama tak berlebihan. Misalnya nih, tahun baru dijadikan moment untuk liburan atau kumpul keluarga. tahun baru dijadikan start untuk kita memulai resolusi baru, dan tahun baru dianggap sebagai awal kehidupan baru yang lebih baik.

Nah, ngomong-ngomong tentang lembaran baru kehidupan, di tahun yang baru ini kita bisa menjadikannya sebagai start untuk kita memulai hidup yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan membuang kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan baik. Mumpung di awal tahun biasanya kita lagi semangat-semangatnya nih ya menjalani resolusi baru. Jadi jangan tunda lagi, sekarang saatnya untuk melakukan perubahan agar tahun ini jadi lebih baik. Kalau gak sekarang, kapan lagi??!


Sumber: depositphotos.com

Setiap orang pasti punya yang namanya kebiasaan buruk (bad habit). Malah, yang namanya bad habit ini kalau di buat listnya bisa-bisa bikin kamu tercengang. Hehe.. Karena sangking banyaknya, gitu. Nah, di awal tahun yang baru ini, coba kamu pilih beberapa kebiasaan buruk kamu yang benar-benar HARUS disingkirin. Gak perlu banyak-banyak, pokoknya pilih yang paling urgent untuk diremove. Soalnya kalau kebanyakan khawatirnya kamu malah kewalahan dan ujung-ujungnya gak ada satupun yang berhasil diremove. Jadi, lebih baik pilih satu, dua, atau tiga..tapi itu berhasil.

Oke, sekarang mari kita buat daftar bad habit yang akan kita remove :) Semoga berhasil, ya!