Skip to main content

Belajar Lembut karena Alia ^^

Sebenarnya aku bukan tipe orang yang sering berlemah lembut,, tapi kalo sama Alia aku pengen bisa selalu bersikap lemah lembut ^^ (kecuali kalo emang mama lagi marah ya de... hehe) karena aku berfikir bahwa anak yg dididik dengan kelembutan akan menjadikan anak tersebut pun memiliki sikap yg sama,, aku ingin sekali Alia mempunyai sikap yg satu ini..secara lahir maupun batin. Tapi lembut disini tentunya sesuai dengan situasi dan kondisi, kalo memang keadaan mengharuskan kita bersikap tegas ya tegas,, 

Aku juga meyakini bahwa mendidik anak itu diperlukan kelembutan termasuk ketika kita sedang marah pada anak, usahakan untuk tidak memarahinya di depan orang lain, tidak memukul atau mencubit anak yg membuat terluka, tidak memaki anak / mengeluarkan kata2 kasar pada anak, dan jangan berteriak2 pada anak saat kita memarahinya. Aku berusaha menghindari hal2 ini, karena hal2 kasar seperti diatas hanya akan memberikan efek negatif bagi anak di kemudian hari...bisa jadi anak meniru atau memiliki luka batin yg disebabkan orangtuanya sendiri.

Kalo aku sih biasanya saat sedang marah lebih milih pakai kata2 dibanding tindakan fisik,,, atau kalo aku udah bener2 EMOSI lebih baik diam, aku menjauh dari Alia sementara waktu sampai emosiku reda ^^ tapi alhamdulillaah nya Alia jarang banget bikin aku sampe emosi tinggi,,, Paling2 aku marah gara2 Alia ngerengek minta sesuatu yg aku ga kasih atau gara2 Alia ga nurut waktu dibilangin...
yaa...masih sangat bisa ditoleransi lah... ^^

Mudah2an kita semua sama2 diberi kemampuan utk bs jadi teladan yg baik buat anak2 kita yaa... meskipun kita pasti ga sempurna, apalagi aku yg banyak banget minusnya... Tapi mudah2an kita selalu bisa berusaha memberikan yg terbaik yg kita mampu untuk anak, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…