Skip to main content

Bukan Hakim JANGAN MENGHAKIMI !

Kita seringkali begitu pandai menilai orang lain padahal kita tidak benar2 tau pasti apa yg sebenarnya dialami oleh orang lain tersebut. 
Ketika kita melihat tayangan infotainment misalnya, seringkali kita ikut2an berargumen tentang si seleb yg diberitakan tersebut bahkan argumen kita terkadang terkesan menghakimi (padahal kenal aja enggak sama si selebnya),, 
Dan hal ini tidak hanya terjadi ketika kita menonton tayangan infotainment tapii terjadi pula dalam keseharian kita.. saat tetangga, teman, atau bahkan saudara kita terlibat masalah tanpa kita tau pasti masalahnya apa seringkali kita menyudutkan orang yg sedang bermasalah tersebut.

Hal ini pun sempat aku alami sendiri ketika aku mengalami perceraian,, ada orang2 yg salah menilai dan sebagian dari penilaian itu adalah tidak benar ! Yang aku rasakan saat itu adalah heran (kok mereka bisa menilai sesuatu yg mereka tidak tahu pasti kebenarannya), sedih ketika itu datang dari orang yg kita kenal, kesal juga saat mood aku memang lagi ga baik :( 
Tapi sekarang ini aku berusaha memaklumi saat ada orang lain menilai salah tentang diriku,, maklum karena mereka tidak tahu pasti tentang diriku, mereka tidak mengalami apa yang aku rasakan, dan mereka tidak merasakan apa yg aku rasakan jadi sangat sulit untuk mereka benar2 bisa berempati dengan perasaanku.. 

Sesungguhnya tak ada seorangpun yang berhak menghakimi kita karena hanya Allah lah satu2nya Yang Maha Menghakimi. 
Lalu bagaimana dengan Hakim Pengadilan? nahh...kalo Hakim Pengadilan sih memang tugasnya adalah untuk memutuskan mengenai suatu perkara, tapi itu pun tentu harus disertai bukti, kronologis, saksi2 dan sebagainya jadi ga asal menilai atau memutuskan... Tapi seorang Hakim Pengadilan pun tidak punya hak untuk menghakimi seseorang lhoo... mereka hanya memutuskan hasil akhir dari kejadian suatu perkara..

Mudah2an kita semua semakin bijak dalam menilai orang lain, aamiin. (catatan untuk diriku sendiri..)

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…