Skip to main content

Dilemaku Sebagai Seorang Single Mother...

Sebagai seorang single mother alias menjalankan peran sebagai orangtua tunggal dalam keseharian alia saat ini, ada beberapa hal yang menjadi dilemaku salah satunya adalah memilih pekerjaan. Karena peran pencari nafkah yg dulu diemban oleh suami dan sekarang sudah tidak lagi, maka peran itu jatuh ketanganku, sekalipun alia masih punya ayah yg berkewajiban menafkahi, tapi aku punya kewajiban untuk menafkahi diriku sendiri. Akupun punya keinginan untuk bisa mencukupi semua kebutuhan alia sesuai dengan kemampuanku, tentunya aku tak ingin alia kekurangan materi. 

Nah, disinilah dilema itu terjadi.. saat aku dihadapkan pada kewajiban mencari nafkah, aku pun punya kewajiban sebagai seorang ibu yg harus mendidik anaknya. Aku punya dua pilihan, bekerja diluar rumah dengan pendapatan yg sudah ditentukan perusahaan atau bekerja dirumah dengan pendapatan yg tidak menentu. 
Dan manakah yg aku pilih?.. Aku memilih untuk bekerja dirumah. Sebenarnya aku pernah juga punya keinginan untuk bekerja diluar rumah, dan alia biar diurus sama mamaku selama aku dikantor. Tapi selalu ujung2nya aku merasa kurang yakin apakah itu yg terbaik untuk alia dan untukku?.. Aku berfikir, alia ga punya figur ayah dalam kesehariannya... masa figur mamanya juga alia harus kehilangan, karena mamanya hampir tiap hari dari pagi hingga sore, bahkan hingga malam harus sibuk di kantor. Bagaimanapun figur ibu untuk seorang anak perempuan pasti sangat penting, yg bisa jadi tak akan bisa digantikan oleh siapapun termasuk mamaku. Aku yakin mama sayang banget sama alia tp tentu seorang anak pasti menginginkan ibunya ada dalam kesehariannya. 

Akhirnya saat ini aku mantap bekerja di rumah. Aku menjalankan usaha yg masih kecil2an, berjualan online. Usahaku aku beri nama Shalihah SHOP. Shalihah aku ambil dari nama depan alia, karena alia lah yg membuatku tertarik dengan usaha online yg aku jalani saat ini ^^

Comments

  1. apapun pilihannya semoga itu yang terbaik buat Mak Arifah dan Alia..keep fighting Mak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…