Skip to main content

Hidayah berjilbab itu datang di usia 22

Sebenernya aku merasa lumayan terlambat memakai jilbab,, usiaku saat itu sudah 22 tahun, sudah jauuuhh dari usia akil baligh. Tapi iaku sangaaatttt bersyukur alhamdulillaah, karena niatku untuk berjilbab benar2 datang dari dalam hatiku sendiri tak ada dorongan dari orang lain,, Aku bisa bilang itu yang namanya HIDAYAH, pada saat itu aku berhijrah dari Arifah yang belum berjilbab dan masih sering berpakaian ketat dan sexy kemudian menjadi Arifah yang berjilbab, yang berusaha lebih baik menutup aurat :) 

Namun pada awal2 aku berjilbab aku masih banyak kekurangannya, masih pake celana jeans ketat, masih pake kerudung pendek, masih blm pakai kaos kaki, bahkan masih terlihat lekuk tubuhnya, astaghfirullah. 
Pernah satu ketika aku ke kampus memakai celana jeans cukup ketat dan atasan yg panjangnya belum sampai menutup *maaf* pantat, dan ada salah satu dosen pria mengomentari cara berpakaianku (untungnya komentarnya ga di depan orang lain,, maluuu) kurang lebih beliau bilang begini : "Kamu udah pake jilbab pakaiannya harus yang longgar, jangan nanggung pake jilbabnya". Waktu itu sih jawabanku ya senyum2 aja sambil ngangguk2 mengiyakan :p Malu sebenernya dikomentarin gitu..tapi di sisi lain aku bersyukur ada orang yg mengingatkanku... dan aku tau itu salah satu cara Allah memberiku teguran sayang :) alhamdulillaah. 

Sejak itu aku berusaha memakai atasan yang lebih panjang, supaya ga sampe terlihat sexy gara2 lekukan tubuh kelihatan. 

Role model wanita berjilbab yg aku kagumi adalah Teh Ninih Muthmainah :) Masya Allah aku tuh seneeeenng banget liat beliau berpakaian, syar'i, sederhana, bersahaja, santun, anggun...wahh pokoknya buat aku hampir sempurna dehh :) Teh Ninih secara lahir bisa jadi ga secantik Umi Pipik Dian atau Dewi Sandra, tapiii...inner beauty nya itu lho yang bikin orang kagum liatnya... Mudah2an Allah selalu meridhai Teteh Ninih, aamiin. 

Okehh segitu dulu yahh cerita tentang jilbabnya, insya Allah mudah2an kapan2 dilanjut lagihh :) 
Oya buat kalian pembaca Rumah Jurnalku mudah2an Allah memberi kalian Hidayah untuk bisa menutup aurat dengan berjilbab syar'i, aamiin. *aku juga masih belajar menutup aurat lebih baik...yukk bareng2 :)

Comments

  1. subhanalloh,mak Arifah...saya aja hingga saat ini masih belum mampu berjilbab yg syar'i...:( ya,mungkin msh belajar,tp tetap berusaha minimal menutup aurat dan tdk memperlihatkan lekuk tubuh.Doakan saya bisa lebih baik lagi yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mak, diriku juga masih jauh dari syar'i..
      mudah2an kita bisa terus semakin baik ya mak Mia..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…