Skip to main content

Menulis Tak Sekedar Menulis

Aku tidak beranggapan bahwa menulis adalah hal yang mudah, karena seringkali aku juga mengalami buntu saat harus menulis, atau bahkan saat ingin menulis sekalipun. Terkadang saat ingin menulis, aku mengalami blank di tengah tulisanku, dan akhirnya tulisan itu tidak jadi dipublikasikan, hanya masuk ke draft.  

Memiliki kemampuan menulis adalah anugerah, jangankan yang sudah mampu, yang baru memiliki kemauan seperti diriku pun sudah selayaknya disyukuri, karena nyatanya tidak semua orang suka menulis. Arti menulis disini bukan hanya sekedar menulis, tapi menuliskan sesuatu yang ada dalam pikiranmu.

Yaaa,,kalo menulis hanya sekedar menulis sih bisa jadi lebih mudah, ga harus berfikir tulisan ini baik atau tidak, bermanfaat atau tidak, enak dibaca atau tidak, dan sebagainya. Tapi buat aku menulis itu tak sekedar menulis. Buat aku menulis adalah membagikan manfaat untuk orang lain, dimana dari tulisanku itu orang lain bisa mendapatkan manfaat juga.

Tapi menulis bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, karena tulisan yang paling enak dibaca menurutku adalah tulisan yang datang dari hati, bukan tulisan yang tanpa nyawa. Itulah sebabnya menulis itu membutuhkan mood, masalahnya si mood ini suka angin-anginan, kalo lagi datang nulisnya jadi easy, tapi kalo lagi ga datang-datang ya ga nulis-nulis deh jadinya.. *hehe* 

Alhamdulillaah akhir-akhir ini mood aku untuk menulis lagi lumayan lah ^^ 
Sebelum punya blog ini, paling-paling tulisanku di save di netbook. Tapi sekarang aku sudah punya rumah untuk tulisan-tulisanku. Rumah ini kuberi nama Rumah Jurnalku. Mudah-mudahan aktivitas menulis yang aku sukai ini, memberikan manfaat untuk diriku terutama untuk orang lain, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…