Skip to main content

Ternyata Memaafkan Ada Prosesnya Toh...

Dulu aku berfikir kalo kita sudah benar2 memaafkan seseorang, itu berarti seharusnya aku sudah bisa menghilangkan rasa sakit hatiku pada orang itu.. Nah, kalo belum hilang rasa sakitnya aku pikir saat itu aku belum benar2 memaafkannya dengan sungguh2, yaa...bisa dibilang belum tulus lah atau belum ikhlas lah..

Sampai satu saat ga sengaja ada saudara sepupuku yang kuliah di jurusan Psikologi memberitahuku bahwa memaafkan itu butuh proses. Jadi, saat kita memaafkan seseorang bukan berarti kita bisa benar2 melupakan semua yg terjadi terkait dengan sakit hati kita pada orang tersebut. 
Aku kutip kata2 sepupuku itu (Rizka Marshifa) : "Memaafkan bukan berarti melupakan, karena manusia punya memori dan semua pengalaman kita akan tetap disimpan.. Tapi, memaafkan itu proses hingga bagaimana ketika kita melihat kembali kejadian tersebut, emosi kita udah ga negatif lagi" 

Disitu aku langsung mengerti... Ohh ternyata memaafkan itu ada prosesnya ^^ jadi ketika kita sudah memaafkan seseorang dan kita masih memiliki emosi negatif padanya, itu hal yg wajar karena kita punya ingatan/memori yg ga enak terkait dengan orang tersebut, yg bisa jadi memang ga mudah untuk kita bisa menghilangkannya.. (kecuali kena amnesia kali yaa..hehe)

Dan saat ini aku sedang menjalani proses tersebut.. aku memaafkan seseorang yg ada di masa laluku, tapi aku memang masih memiliki emosi negatif saat mengingatnya..apalagi kalo lagi inget yg dulu2... terkadang masih suka kesel, suka sebel, suka emosi. Aku memang ga bisa berpura2 seolah semua ga pernah terjadi.. Yaa biarlah semua berjalan pelan2,, semoga kedepannya aku bisa benar2 menghilangkan semua emosi negatif itu..

Comments

  1. Mak, aku punya kasus yang mirip. Waktu itu pernah dihina teman dulu kuliah. Udah merasa memaafkan tapi masih marah sampai sekarang. Padahal keadaan saat ini udah bisa bikin omongan yang dia hinakan mental. Cuma kok perasaannya masih ada. Yaaa masih butuh waktu banyak sama usaha yang beneran nih mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kalau gitu :) Mudah-mudahan kita bisa ngilangin emosi negatif itu dari hati kita sebersih-bersihnya ya mak, aamiin.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…