Skip to main content

Aku Sangat Mencintaimu Mama

Fotoku bersama mama saat aku sedang hamil tua

Rasanya aku harus punya satu tulisan khusus tentang mama. Selain karena aku sangat mencintainya, juga karena aku ingin orang-orang tau tentang dirimu mama. Betapa tidak mudahnya menjadi dirimu, karena perjuangan mengurus dua putri yang masih balita saat ayah meninggal bukan hal yang mudah.

Oke..aku cerita dulu soal mama ya, kenalan dulu nih ceritanya.. Mamaku bernama Priyani, beliau sekarang berusia 58 tahun. Mamaku adalah seorang ibu rumah tangga tulen, beliau tak pernah menikah untuk yang kedua kalinya setelah ayahku meninggal 24 tahun silam.

Mama orang yang keras, mama tipe orang yang kalo marah ya marah..ga pake pura-pura senyum padahal memendam amarah *hehe*, tapi kalo marah ga pernah lama.. Sekarang marah, eh beberapa menit udah hilang marahnya. Beda sama aku, yang suka mendem amarah, aku suka nahan amarah..tapi kalo udah marah bisa lamaaa...baru hilang :p *bad habit*. Kalau soal kerasnya sih, aku dan mama sama-sama keras sebenarnya, tapi alhamdulillaah kita ga pernah sampai berantem hebat. Palingan cuma sekedar adu argumen, tapi ga pernah sampe ribut banget. Kita masing-masing juga udah sama-sama tau lah karakter masing-masing. Mama udah hafal karakterku, yang kalo udah marah banget jadi manyun-manyun n diajak ngomong males jawab.. *cuma mama deh yang ngerti ini, hehe*

Mama dalam mataku adalah wanita yang kuat, seperti wonderwoman ^^ Tanpa seorang suami mama berhasil mendidik kedua anaknya dengan baik. Aku dan adikku tumbuh menjadi anak yang manis *pake gula kali aaah*. Maksud manis disini adalah aku dan adikku tumbuh jadi anak yang cukup penurut *kata aku, hehe teu baleg*. Ah serius ini mah..

Setelah ayahku meninggal, mama memutuskan untuk fokus mengurus aku dan adikku (saat itu usiaku 4 tahunan, adikku 1 tahunan). Mama terlalu khawatir pada kedua putri kecilnya saat itu, makanya mama memilih untuk tidak bekerja diluar rumah. Alhamdulillaah rezeki Allah tetap datang sekalipun mama tak bekerja di luar rumah. Salah satu kakak lelaki mamaku yang banyak membantu kami dalam hal keuangan. Dulu sih jaman mamaku masih muda belum ada tuh yang namanya jualan online seperti yang aku jalani saat ini, kalau ada kayanya mamaku bakalan jualan online sepertiku, hehe..

Dalam banyak hal aku salut banget sama mama, mama itu pemberani. Termasuk pemberani dalam mengusir tikus yg masuk ke dalam rumah *ups :p maaf ma*.

Aku tau mama sangat menyayangiku, begitu pula aku sangat menyayanginya. Meski begitu kasih sayangku pasti tak sebesar kasih sayang mama padaku. Satu moment dimana aku merasa benar-benar merasakan begitu penting arti mama untukku adalah saat aku berjuang melahirkan putriku. Saat itu hanya mama satu-satunya orang yang aku inginkan berada di sisiku, hanya tangannya yang ingin ku genggam, dan hanya doanya yang paling aku harapkan tak pernah putus, agar proses kelahiranku lancar. Sungguh ajaib, karena dengan menggenggam tangannya saat aku melawan sakitnya kontraksi, itu bisa meringankan rasa sakitku.

Saat aku menerima ujian terbesar dalam hidupku, yaitu permasalahan rumah tangga yang berujung dengan perceraian, mama selalu menguatkan aku. Mama yang banyak membesarkan hatiku, mama yang selalu mendukungku dan mama pula yang terpaksa harus ikut menanggung rasa kecewa, malu dan sedih atas segala permasalahanku itu. Tapi mama berhasil membuatku tetap berdiri tegak, saat aku merasa dunia seakan menenggelamkanku.

Mama, aku sangat mencintaimu..apapun yang terjadi, sekalipun kita tak selalu seiring sejalan. Ada kalanya pula kita harus beradu argumen bahkan bertengkar, tapi pada akhirnya hanya dirimu satu-satunya tempat aku selalu ingin kembali, kembali dalam peluk hangatmu..

I LOVE U SO MUCH, MAMA..

Comments

  1. wah ibunya juga geulis, semua kita pasti mencintai mama:).kunjungan pertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiih mak Meutia ^^
      iya mak, cinta banget pastinya sama mama..

      Delete
  2. mama mama mama kau seorang panutan bagi kita-kita yg sebagai anakmu :),

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …