Skip to main content

Ditemani Gerimis...

Perutku mulai terasa sedikit sakit, karena beberapa hari ini aku menghabiskan sebagian waktuku untuk mengeluarkan ingus (menyisih). Ketika menyisih otomatis otot perutku ikut terdorong. 

Iya, beberapa hari ini cuaca semakin terasa dingin dari biasanya. Hujan datang disertai petir yang sesekali menggelegar. Jarang sekali kutemui cahaya matahari menyapa di pagi maupun siang hari. Kalaupun kau menunjukkan sinarmu, itu hanya beberapa saat. Hingga aku harus merindukanmu lagi, merindukan kehangatanmu di sertai senyum cerahmu saat kau hadir menyapa pagiku. 

Tak ingin kukeluhkan apapun pemberianMu. Entah alergiku, kedinginanku, kecemasanku..maupun segala hal yang bisa jadi hanya aku dramatisir. 

Gerimis yang menemaniku saat ini seolah menjadi pengingat rasa syukurku. Bersyukur masih bisa mendengar bunyi rintikan hujan. Bersyukur masih bisa melihat tetesan air menuruni bumi. Bersyukur masih bisa merasakan basah saat kulitku tersentuh air hujan. 

Ah, tiba-tiba pikiranku melayang pada hamba-hambaMu di luar sana.. Bukankah ada diantara mereka yang kehujanan karena tak memiliki tempat tinggal untuk berteduh. Sebagian lagi harus direpotkan dengan masuknya air ke dalam rumah mereka, bayangkan mereka kedinginan, panik dan kebingungan. 

Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan pada saudara-saudaraku sesama hamba Allah yang saat ini sedang mengalami kebanjiran, semoga kalian bisa tetap bersyukur dalam ujianNya, aamiin. 

Termasuk aku, ingin rasanya bisa selalu bersyukur dalam setiap hembusan nafasku. Ingin sekali bisa selalu menyebut namaMu dalam setiap menitku. Sekalipun aku seringkali lupa, seringkali lalai dan durhaka padaMu. Pintaku, teruslah temani aku Ya Allah. Berikan aku cahaya dan hidayahMu agar aku bisa menjadi baik dimataMu, aamiin.  


Note : Ini kutulis pada Rabu malam, 15 Januari 2014 ditemani gerimis yang setia menemani dari awal hingga akhir tulisan ^^

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …