Skip to main content

Haruskah Seorang Ibu Bekerja Diluar Rumah?

Terkadang suka kasian juga kalo lihat anak kecil yg masih dibawah usia balita, harus diurus oleh orang lain selain ibu kandungnya (entah pengasuh, tetangga, saudara atau siapapun), karena ditinggal ibunya bekerja seharian dari pagi bahkan hingga malam. Sehingga anak seperti terabaikan. Sementara kondisi keuangan mereka tidak terbilang kekurangan jika saja si ibu mau berhenti bekerja (alias : mereka sudah berkecukupan dilihat dari segi materi). 

Kalau seorang wanita sampai harus meninggalkan anaknya untuk bekerja di luar rumah, dengan alasan yg mendesak, misal : jika si ibu tidak bekerja maka kondisi keuangan akan sangat kekurangan, atau sedang terlilit hutang, yang jika tak segera dibayar akan mengancam kehidupan mereka, atau mungkin karena mereka memerlukan uang untuk keperluan mendesak (butuh biaya untuk operasi) dan alasan lainnya yang memang sangat penting.. Jika memang alasannya kuat, aku sih memandangnya masih wajar. Itupun dengan syarat bahwa anak dititipkan pada orang yang memang benar-benar tepat. 

Kebutuhan anak yang utama adalah kasih sayang, terutama untuk anak kecil di masa pertumbuhan. Kasih sayang yang paling utama bagi seorang anak tentu adalah kasih sayang dari orangtua terutama ibu kandungnya. Ibaratnya, jika setiap bayi baru lahir diajukan pertanyaan, mau diasuh oleh siapakah ia?, pasti yang disebutkan adalah nama ibunya, bukan orang lain. 

Ya, tapi gak semua ibu bekerja di luar rumah, kemudian anak terabaikan. Ada juga ibu bekerja di luar rumah, namun ia sangat pandai mengatur waktu. Ia juga tetap telaten mengurus keperluan anaknya, bahkan masih bisa memberi ASI eksklusif. Nah, aku salut sama ibu yang seperti ini :) 

Comments

  1. mbak.....ia bekerja di rumah sambil ngawasi anak anak, agar anak anak lengket cinta kasihnya sama ibunya...di rumah dapat duwit dan dapat selesaikan tugas rumah tangga itu hebat...

    invete Blog saya ya dan saya masukkan juga blog mbak...trimahkasih

    ReplyDelete
  2. iya mba, apalagi kalo anaknya masih kecil..kasian kalo harus ditinggal kerja ibunya.. invite blog gimana caranya mba? *pertanyaan memalukan :p hehe, tp serius blm tau mba..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …