Skip to main content

Lupa Mensyukuri Banyak Hal

Indah ya kalau bisa selalu dalam keadaan bersyukur dalam menjalani setiap detik hidup kita. Memulai hari dengan bersyukur, sampai menutup hari pun kita akhiri dengan syukur. Sayangnya aku belum bisa benar-benar seperti itu, karena ada kalanya aku masih mengeluhkan nikmatNya. Saat aku merasa putriku sedang sedikit 'berulah' aku kesal bahkan terkadang juga marah. Ketika usaha onlineku sedang sepi orderan aku seperti kehilangan semangat. Atau saat sesuatu yang aku harapkan tak terjadi aku juga jadi bad mood. Ini semua pertanda bahwa aku masih minim dari bersyukur.

Bisa jadi pula saat aku mengucap alhamdulillaah dalam lisanku, hatiku tak benar-benar tulus ikhlas mengucapkannya. Ya, hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui segala isi hatiku. Bersyukur artinya kita berterimakasih atas karuniaNya serta mengakui secara tulus nikmatNya. Namun bersyukur itu bukan hanya melalui lisan tapi juga hati. Menurutku bersyukur melalui hati ini lah yang ga mudah. Saat kita sudah bersyukur dengan hati, artinya tak boleh lagi kemudian ada keluhan.

Kita seringkali lupa mensyukuri banyak hal. Biasanya kita memang lebih mudah bersyukur saat menerima sesuatu yang kita suka atau kita harapkan. Saat menerima uang, hadiah, atau surprise biasanya kita langsung ingat untuk syukur alhamdulillaah. Namun untuk hal-hal lain, seperti hari ini aku masih bisa menulis, masih bisa berjalan, masih bisa melihat, masih bisa bicara, masih memiliki keluarga disampingku..hal-hal ini terkadang lupa untuk kita sebutkan dalam syukur kita. Tapi lupa mensyukuri hal-hal tersebut bukan berarti kita tak mensyukurinya ya.. tentu kita bersyukur akan semua nikmat tersebut. Namun alangkah indahnya jika kita bisa mengucap syukur akan nikmat-nikmat itu setap harinya. 

Begitu pun untuk hal-hal yang tak kita alami, banyak hal diantaranya yang harus kita syukuri. Saat ini aku bersyukur karena wilayah tempat tinggalku tak terkena banjir, sehingga aku masih bisa beraktivitas dengan lancar. Kita pun harus bersyukur atas segala hal yang tak kita miliki. Aku bersyukur saat ini tak punya karier di luar rumah, bersyukur karena belum punya rumah, bersyukur karena belum punya mobil. Lho kok begitu? Iya dong, kan kita yakin bahwa semua yang kita miliki dan tidak kita miliki saat ini adalah yang terbaik dari Allah. Jangan mengeluhkannya, karena mengeluh pertanda kita tak bersyukur.

Masih banyak hal-hal yang terlihat sepele dan kecil luput dari ucap syukur kita. Padahal hal-hal remeh sekalipun jika kita renungkan sebenarnya semua memiliki arti penting. Seharusnya saat kita ingin belajar bersyukur kita mulai dari hal-hal yang kecil. Ya Allah kumohon bantu kami untuk bisa belajar bersyukur, mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …