Skip to main content

Mengajarkan Kemandirian Pada Anak Sejak Dini

Mandiri berarti tidak tergantung pada orang lain. Aku termasuk agak terlambat mengenal kemandirian. Maka dari itu aku ingin anakku jauh lebih baik dari aku dalam mengenal dan menjadi mandiri.

Sebenarnya mengajarkan kemandirian pada anak bukanlah hal yang terlalu sulit, namun kita harus konsisten dan sabar. Nah..ini dia kesulitannya, ketika kita dituntut untuk bersikap konsisten dan sabar pada apa yang kita ajarkan pada anak.

Aku mulai mengenalkan kemandirian sejak anakku berusia 1 tahun setengah, aku mulai dari hal yang kecil dan sederhana. Usia anakku saat ini sudah 2 tahun lebih.

Berikut ini beberapa contoh pengenalan kemandirian yang sedang aku ajarkan pada anakku :
1.  Usia 1 1/2 tahun, aku mulai mengajarkannya untuk menaruh botol susunya sendiri ke dapur, sehabis dia minum susu. Kemandirian ini pun masih berproses hingga saat ini, anakku suka lupa menaruh botol susunya sendiri ke dapur jika aku tak mengingatkannya di awal (ketika mau minum susu).
2.  Usia 2 tahunan, aku mulai mengajarkan anakku untuk menaruh sendiri pakaian kotornya di kamar mandi. Meskipun hal ini tidak selalu dia kerjakan, karena aku pun belum rutin megingatkannya *hehe*
3.  Usia 2 tahunan, aku mulai membiasakannya jalan kaki saat aku membawanya jalan-jalan, baik itu belanja, ke rumah saudara, ke tempat undangan, atau sekedar jalan-jalan. Jadi aku tak membiasakan anakku dalam gendongan, kecuali saat menyeberang jalan raya dan saat menggunakan eskalator.

Alia lagi makan camilan
 4.  Usia 2 tahunan, aku mulai mengajarkannya minum sendiri dengan gelas yang biasa di pakai di rumah (bukan dengan gelas khusus anak-anak), serta membiasakannya makan cemilan tanpa disuapi.
5.  Usia 2 tahunan, aku mulai membiasakannya membantuku dalam beberapa hal pekerjaan rumah tangga. Misalnya, aku suka memintanya membantuku menggulung karpet saat aku mau nyapu, aku memintanya mengambilkan pengki, memintanya menaruh sapu, dll. Tapi hal-hal itu tidak selalu aku lakukan, paling tidak aku berusaha mengenalkan kemandirian padanya sejak dini. 

Itu diantaranya, beberapa hal yang saat ini aku ajarkan pada anakku. Pastinya masih banyak kekurangannya, dan masih jauh dari berhasil. Mudah-mudahan usaha dan keinginanku untuk mengajarkan kemandirian pada anak bisa berhasil, aamiin. 

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …