Skip to main content

Menyembunyikan Masalah Dibalik Senyuman

Dalam hidup, pasti ada hal-hal yang tak sesuai dengan harapan kita, namun harus terjadi. Akan ada hal-hal yang kita tidak sukai tapi harus kita alami. Bukan kehidupan namanya kalo kita selalu mendapatkan apa yang kita mau. 
Menerima hal-hal yang tak kita harapkan terjadi dalam hidup kita, bukanlah sesuatu yang mudah. Seringkali hal tersebut menjadi sulit. Karena kita memang tak pernah benar-benar siap menerima hal-hal yang tak kita harapkan tersebut. 

Itu pula yang terjadi dalam hidupku, ada hal-hal yang aku tak menginginkannya namun terjadi. Ketika itu terjadi, terkadang aku dalam keadaan tidak siap, aku merasa kacau, merasa drop, mudah emosi.. Tapi disaat yang sama, aku harus berpura-pura bahwa semua berjalan baik-baik saja, seolah tidak terjadi apa-apa. Itu lah aku, aku tidak ekspresif, aku seringkali merasa lebih nyaman untuk menyembunyikan perasaan-perasaaanku yang sesungguhnya dari orang lain. Aku bersembunyi dibalik senyuman. 

Aku juga bukan tipe orang yang mudah bercerita keluh kesahku pada orang lain, termasuk pada keluarga dekatku. Aku lebih suka bercerita pada Allah atau menuangkan cerita dalam bentuk tulisan. Namun ada kalanya aku merasa buntu, tak tau harus apa, tak tau harus bercerita apa pada Allah, tak tau harus bersikap bagaimana.. Saat itu terjadi aku hanya butuh tempat tidur *langsung deh buru-buru tidur, berharap semuanya hanya mimpi, hehee...

Tapi bagaimana pun juga, aku harus bisa selalu move on, tak boleh berlama-lama berkutat dengan emosi negatif. Aku membolehkan diriku merasa sedih atau pun kesal *selama masih dalam batas wajar*, karena aku manusia yang punya emosi. Namun emosi negatif tak boleh berlarut-larut, cukup ambil waktu beberapa saat, bisa satu jam, satu hari atau satu minggu *tergantung dari besar kecilnya masalah*, setelah itu move on ! Bangunlah semangatmu, berusaha lagi, serta berdoa terus pada Allah ^^

Tulisan ini aku buat untuk menyemangati diri sendiri, tapi mudah-mudahan orang lain yang membacanya bisa mendapat manfaat, aamiin. Semangaattt.. !

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …