Skip to main content

Muslimah, Dirimu Terlihat Lebih Anggun Dengan Jilbab

Tau ga, aku tuh sukaaa banget ketika ada teman atau saudaraku yang menyatakan keinginannya untuk berjilbab (menutup aurat dengan lebih baik), rasanya kok ikutan semangat.. langsung deh aku berondong dia dengan ratusan kata motivasi untuk berjilbab *heee, lebay bangett*. Apalagi ketika aku melihat mereka kemudian jadi berjilbab, waaah semakin seneng deh, ikut bersyukur alhamdulillaah.

Aku tau, keputusan seorang muslimah untuk menggunakan jilbab memang ga semudah membalikkan muka, eh..telapak tangan :p hihi.. Jika memang semudah itu tentu semua orang akan mudah memutuskan untuk berjilbab. Seringkali banyak pertimbangan yang menjadi penghalang, seperti tempat kerja yang tidak memperbolehkan, orang terdekat yang tidak mendukung atau bahkan melarang, belum punya stock baju panjang dan jilbab yang cukup, atau memang belum siap secara batin. Sebenarnya hal-hal tersebut hanya godaan saat kita memiliki niat baik. 

Saat kamu sudah punya niat untuk berjilbab, maka berdoalah pada Allah, minta padaNya agar menguatkan niat baikmu. Mohonlah hidayahNya turun kepadamu, agar niat baikmu dapat terwujud. Sebaiknya sih, kalau kamu memang punya niat baik ya ga perlu ditunda ya. Paling tidak ketika kamu merasa cukup mantap ya sudah maju aja, beranikan diri untuk memulai langkahmu. Karena khawatir niat baik yang terlalu ditunda-tunda malah melempem, ujung-ujungnya ga jadi deh.. *fiuhh, tepok jidat*

Setiap wanita diciptakan oleh Allah dengan mengemban kewajiban berjilbab.
“Wahai Nabi ! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)
Banyak banget manfaat berjilbab (mudah-mudahan di postingan lain bisa aku bahas), yang pasti Allah menurunkan kewajiban pasti ada manfaatnya. Salah satu poin yang pertama terlihat ketika seorang wanita memutuskan untuk memakai jilbab adalah, pasti dia jadi lebih cantik, lebih rapi serta lebih santun dibanding sebelumnya *serius*. Muslimah, dirimu terlihat lebih anggun dengan jilbab.. trust me !

Sebagai manusia kita diberi pilihan, apakah akan melaksanakannya atau tidak. Semuanya diserahkan pada kita tanpa ada paksaan, karena memang tak ada paksaan dalam Islam. 
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.” (QS. Al-Baqarah : 256)
Apabila diantara orang terdekat kita ada yang belum mengenakan jilbab, doakan saja mereka agar mendapat hidayah berjilbab. Boleh juga kok kalau mengingatkan, asal tidak memaksa atau menuntut. Dan buat yang telah berjilbab jangan merasa lebih baik dari yang belum berjilbab, karena belum tentu lho..yang telah berjilbab hati dan tingkah lakunya lebih baik dari yang belum berjilbab. Yup, we can't judge a book by it's cover !

Comments

  1. amiiiin...salam kenal ya maaak.... terima kasih untuk pencerahannya...thanks for visiting my blog as well...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaahh mak Indah Nuria bukannya kita udah kenal ^^ hihi..
      sama-sama mamanya Bo n Obi.. thanks again

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. saling memperbaiki diri ya, mak. saling mengingatkan. tfs

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mak Ila Rizky ^^ salam kenal yaa..

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …