Skip to main content

Ulah Si Rambut Panjang

Aku masuk SD saat usiaku masih 5 tahun, saat itu masih terbilang jarang anak masuk sekolah SD di usia tersebut. Itu sebabnya, semasa sekolah aku seringkali menjadi anak yang paling muda usianya di kelas. Kadang suka merasa dianggap anak bawang gara-gara hal itu, didukung dengan perawakanku yang kecil membuat aku semakin dianggap si bungsu diantara teman-temanku :p Enak?, enggak juga sih sometimes.. hehe.

Selama aku duduk dibangku SD rambutku selalu panjang, bahkan pernah panjangnya sampai menyentuh pantat. Hampir setiap hari mama mendandani rambutku, entah dikuncir 1 atau 2, dikepang 1, 2, 3 bahkan sampai lebih dari 5 pun pernah, tak lupa mama memberinya aksesoris, seperti jepit atau karet warna-warni. Aku tergolong anak yang penurut di kelas, ga banyak tingkah, ga centil, ga banyak omong, sayangnya ga pintar pula *adeeeeuuhh*. Biar begitu aku cukup dekat dengan teman-temanku, ahamdulillaah ada beberapa orang teman SD yang sampai saat ini masih silaturahmi, ya..meskipun hanya melalui facebook, tapi setidaknya aku jadi tau kabar mereka saat ini.

Meskipun aku terlihat sebagai anak yang ga banyak tingkah, pernah juga satu waktu aku berulah. Kejadian itu terus aku ingat sampai saat ini. Saat itu sedang jam belajar, tapi gurunya sedang di ruang guru yang bersebelahan dengan ruang kelasku. Aku sedang duduk manis mengerjakan tugas di mejaku, tiba-tiba ada seorang anak lelaki yang mondar-mandir menaiki bangku tempat aku duduk. Aku sebal banget, tuh anak ganggu banget sih *marah*. Mulanya aku diam, aku pendam rasa kesalku.. daaannn kemudian JLEB aku melayangkan tanganku memukul punggungnya. Parahnya, di tanganku ada sebuah pensil, alhasil pensil itu melukainya. Alhamdulillaah ga parah sih *menurutku* tapi itu cukup membuat anak itu mengeluh kesakitan. Dan, guruku pun memanggilku, beliau menasehatiku.. *lupa apa nasehatnya :p

Aku menyesal melakukan itu, aku juga menyesal karena dia harus pindah ke sekolah lain sebelum kami tamat SD. Apa gara-gara aku ya dia jadi pindah? *tak ada jawaban* Yang jelas kalau aku dipertemukan dengannya aku ingin minta maaf, maaf karena aku pernah berulah dan membuatnya terluka. Nama anak lelaki itu adalaaah *kasih tau ga ya..* Er titik titik :p

Ada lagi satu kejadian aku berulah yang bikin aku malu abis saat SD, aku pernah ngompol di kelas *pada ngakak*. Udah agak-agak lupa sihh gimana ceritanya, yang jelas saat itu lagi jam pelajaran, tiba-tiba cuuuuurrr terdengar suara air ngucur dari bangku turun ke lantai. Aku berharap itu air bocor dari atap, tapi bukan pemirsaaa..itu air pipisku *alamaaakk, malu kali akuu*. Ada enaknya sih ngompol di kelas, jadi di suruh pulang deh saat itu juga *yaeyalaaahh* secara bau gitu loh..

Seingatku sih cuma dua kejadian ini nih ulahnya si rambut panjang semasa SD ^^
Hikmah yang bisa diambil adalah, sejak dini ajari anak untuk bisa mengeluarkan emosinya secara baik, jangan sampai dipendam seperti aku dulu..ehh tiba-tiba pensil pun melayang. Seharusnya aku menegur anak lelaki yang nakal itu *ups*, katakan padanya kalau kita ga suka dia menginjak-nginjak bangku tempat kita duduk, dan meminta dia untuk berhenti melakukan hal tersebut karena itu menganggu. Dan hikmah kedua berkaitan masalah ngompol, ajari anak kita untuk tidak menahan-nahan kalau ingin pipis, jadinya ya seperti aku dulu..ngompol deh :p

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…