Skip to main content

Ada Kobaran Api Di Dapurkuuu.. !

Sehabis shalat Subuh, aku menyempatkan online sebentar..sambil menunggu waktu sarapan. Mumpung Alia pun belum bangun dari tidurnya, dan tak ada jadwal setrika hari ini.. (setrikaan masih sedikit, aku tunda besok deh). Sekitar jam 6 lewat, aku berniat mengecek lampu dapur dan kamar mandi, apakah sudah dimatikan atau belum. Ketika aku sampai di pintu masuk dekat dapur aku kaget bukan main, ada kobaran api di dapurkuuu.. ! Tepatnya api itu muncul dari penggorengan dan kondisi gas elpiji menyala. PANIK abisss, langsung aku panggil mamaku..aku blank ga tau harus apa.. Mamaku langsung mematikan gas elpiji yg masih menyala, tapi apinya masih berkobar di atas penggorengan. Lalu mamaku dengan sigapnya (bak wonder woman) mengambil panci berisi air, dan menyiramkannya ke penggorengan tersebut.. dan, pssssshh..api seketika padam. Lega?, beluuum :'(

Saking sigapnya dan juga ada rasa panik saat mamaku berinisiatif memadamkan kobaran api dengan air yang ada di panci, beliau sempat terpeleset, karena air yang disiramkan itu sebagian jatuh ke lantai dan mama menginjaknya hingga kemudian terpeleset. Nah, saat terpeleset itulah aku dan adikku yang ada di belakang mama saat itu sempat semakin kaget melihat mama terjatuh, aku khawatir mama terkena cipratan api atau penggorengan panas kalau sampai penggorengan itu jatuh ke lantai (alhamdulillaah penggorengan itu tetap di tempatnya).

Setelah kami melihat bahwa api benar-benar telah padam, kami legaaa bukan main ^^  Ternyata mamaku yang menyalakan kompor utk memanaskan sayur, kemudian mama tinggalin ke ruang tamu, eh, malah lupa. Ya sudahlah ya..yang penting semua telah berlalu, semua selamat, dan tak ada kerugian apapun selain kami yang sempat sangat panik, dan sisa-sisa air serta penggorengan yang terkena hangus harus dibersihkan.

Hikmah dari kejadian ini adalah :

1.  Jangan pernah tinggalkan dapur walau sebentar ketika kita menyalakan kompor, karena manusia bisa saja lupa. Apalagi jika keperluannya hanya sebentar seperti memanaskan sayur yang hanya memerlukan waktu beberapa menit, lebih baik tunggu saja di dapur.

2.  Kalau sedang memanaskan sayur sebaiknya jangan tutup panci penggorengannya (seperti kejadianku hari ini, penggorengannya dalam keadaan tertutup), jadi bau dari sayur yang dipanaskan itu bisa tercium apabila sudah pas panasnya. Ini bisa jadi alarm untuk kita mematikan kompor, karena mencium wangi masakan yang menyengat.

3.  Apabila terjadi kejadian seperti yang aku alami hari ini, langsung matikan kompor. Berusahalah untuk tetap tenang, jangan terlalu panik. Biasanya jika kita dalam keadaan terlalu panik pikiran kita akan blank, seperti aku begitu melihat api langsung panik, lalu blank ga tau mesti ngapain *ini blank apa parno liat api ya :p

4.  Setelah kompor kita matikan, lalu berusaha padamkan api di penggorengan. Caranya : tutup kompor dengan handuk/karung goni/lap basah, atau siram dengan air, bisa juga menyiramkan pasir ke api tersebut. Hati-hatilah saat melakukannya. Ingat, jangan panik.

5.  Aku dan keluarga menjadi lebih hati-hati lagi dan berusaha untuk tidak lengah saat sedang menyalakan kompor, untuk menghindari kelupaan.

Pada akhirnya aku berucap syukur alhamdulillaah karena Allah melindungi kami sekeluarga, sehingga hal seperti  di atas tidak sampai membahayakan kami, hanya hampir.. Semoga banyak hikmahnya juga untuk yang baca postinganku ini ^^

Comments

  1. Aduh Alhamdulillah masih teratasi mak, hati2 mak, bener banget, saya juga seringgg banget lupa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Sumarti, alhamdulillaah ^^
      samaaa..saya juga suka lupaan :p

      Delete
  2. Alhamdulillah mama baik2 sj ya mak...sy jg pernah mengalami mak...wkt itu mau menggoreng lauk, krn minyak blm panas aku tinggal sbntr, lupa deh, api sdh berkobar sp tinggi, cpt2 kompor aku matiin...aku ambil wajan dg mengangkatkan dg bantuan pisau dapur yg aku congkelkan ke pegangan wajan, aku bwa ke tmpat air, lgsg aku siram air, berhub ini minyak panas mak, yg terjadi adalah api makin besar hampir sp ke plafon....ya pd akhirnya padam juga, tp serumah penuh asap, dan badan lemah lunglai...mdh2an gak terjadi lagi ya....amiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Irowati, saya lega banget..alhamdulillaah ^^
      wahh, mak lebih parah dari saya ya, apinya sampe ke plafon, untungnya sih kemaren sekali siram langsung mati apinya..
      aamiin, mudah2an bisa lebih hati2 n ga keulang kejadian seperti itu..

      Delete
  3. Sebenarnya kurang baik mbak menyiram api dengan air. Terkadang ada api yang semakin disiram semakin menyala. Lebih baik pakai.kain.basah saja. FYI

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu mak..iya sih katanya kalo nyiramnya kurang tepat pas di kobaran api, dan airnya kurang banyak yg ada malah membesar apinya. alhamdulillaah kemaren langsung mati tuh api. makasih byk mbak Nunu utk infonya ^^

      Delete
  4. Alhamdulillah apinya bisa padam ya mak, pasti deg2an saat itu. Terimakasih sharingnya ya, jadi inget suka kelupaan juga pas manasin sayur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, alhamdulillaah bgt ^^ wihh udah mikir yg enggak2 deh saat itu :p
      sama2 mak Riska.. hihi..iya saya juga suka lupaan..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…