Skip to main content

Aku Ga Hobi Curhat

Kalau kita lagi punya masalah, lagi ada yang dipikirin, atau lagi menanggung beban yang berat..pasti banyak yang memilih untuk curhat, ya kaaan ^^ Baik terhadap teman, saudara atau sama orangtua. Buat sebagian orang, curhat itu melegakan. Meskipun orang lain belum tentu kasih kita solusi, seenggaknya beban kita bisa sedikit berkurang lah ya.. Namun, tidak demikian dengan aku.. Dalam banyak hal aku ga suka curhat, bisa dibilang aku ga hobi curhat.

Kalaupun curhat, biasanya hanya ke orang-orang yang aku memang merasa nyaman utk bercerita. Misalnya mama, adik atau teman dekat. Itu pun ga semua aku ceritain :p pasti ada hal-hal yg aku simpan sendiri. Sering-seringnya lagi..bukan aku pula yang cerita duluan, tapi mereka yang nanya duluan, hehe. Ya, aku memang introvert, aku ga mudah bercerita mengenai masalah-masalah privasiku. Aku ga merasa nyaman bercerita di depan banyak orang. Ini pula penyebab aku ga pernah masuk geng apapun selama sekolah (eh, maksudnya bukan geng dalam hal negatif, seperti geng motor dan lain-lain lho). Teman dekatku ga banyak, meskipun aku berhubungan baik dengan banyak teman, tapi ya hanya sebatas teman biasa yang ga terlalu dekat.

Sebenarnya aku ga mudah percaya sama seseorang. Saat aku bercerita masalah pribadiku, aku ingin mereka tidak membicarakannya lagi pada orang lain. Tapi apa yang kudapat, beberapa kali aku menemukan teman yang menceritakan kembali ceritaku itu kepada orang lain. Malesin sebenarnya.. :(  Jujur, aku ga suka hal seperti ini. Meskipun aku juga ga pernah marah sama teman yang udah menceritakan kembali curhatanku pada orang lain. Ya sudahlah ya ^^ semua orang pernah melakukan kekhilafan. Anggap aja, mereka ga sengaja dan ga menyadari bahwa perbuatannya membuatku merasa ga enak hati :'(

Dari situ aku jadi semakin kapok buat curhat. Aku rasa curhat ga bikin aku jadi lebih lega, kalau ujung-ujungnya curhatanku jadi tersebar. Tapi aku senang kalau ada teman yang curhat, artinya mereka mempercayaiku untuk jadi tempat mereka berbagi. Belajar dari apa yang aku alami, aku berusaha sebisa mungkin ga menceritakan kembali cerita mereka pada orang lain, terutama jika ceritanya mengandung hal yang memang privasi, seperti soal rumah tangga, aib atau keburukan orang lain.

Memang aku ga hobi curhat (sama manusia), karena aku yakin hanya Allah satu-satunya tempat terbaik untuk aku bercerita segala keluh kesah, suka duka, serta berbagai masalah yang menyesakkan hatiku. Hanya Allah Yang Maha Penolong, yang akan memberiku jalan keluar. Jadi aku berfikir ya lebih baik banyak cerita sama Allah aja deh untuk mengadukan semuanya ^^

Comments

  1. Bener. Jangan curhat apapun dengan orang lain. Cukup keluarga saja. Kalau tak melegakan, dg Allah. Nangis, nangis deh disitu. Sahabat dekat-pun, selama bukan keluarga, masih bisa bocor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Lusi, tempat curhat terbaik hanya Allah..
      kalau salah orang, bukannya lega malah ribet karena ujung2nya cerita kita tersebar :(

      Delete
  2. Setuju mba, lebih baik curhat dengan-Nya dan menjadikan masalah itu sebagai doa. Daripada manusia yang fitrahnya salah dan lupa, apalagi soal amanah. Aku juga sama, lebih suka menjadi pendengar (tempat curhat) daripada berbicara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kalau curhat sama Allah, curhatan sekaligus harapan kita atas masalah tersebut langsung jadi doa..

      Delete
  3. Boleh curhat, asal sama ahlinya yang amanah... hasilnya bisa dapat solusi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Mutia, kalau dapat org yg amanah sih ga apa ^^ kita jadi lega n dapet solusi..

      Delete
  4. saya mau komen tentang your little one aja deh yang so cuuutteee...bikin gemes! kalo curhatan ke orang saya paling males karna suka ada perasaan gak percaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. trims mak Noviiiiee ^^
      iya, saya juga berfikir gitu sekarang mak :p

      Delete
  5. Semakin besar, saya juga semakin jarang curhat. Mungkin sudah begitu umumnya. Mungkin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya deh mak, aku juga beneran kaya gitu.. ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…