Skip to main content

Bisa Melahirkanmu Ke Dunia Adalah Anugerah Terindah

Malam itu, aku mulai merasa sedikit mules..tapi aku tak terlalu menganggap serius, aku pikir ini pertanda bahwa bayiku akan lahir beberapa hari lagi. Menurut prediksi dokter bayiku akan lahir dua hari lagi. Meskipun mules, saat itu aku masih sempat setrika, apalagi aku pikir kalau besok-besok aku masuk rumah sakit untuk lahiran, maka sebaiknya aku ga ninggalin pakaian yg belum disetrika supaya rumah ga berantakan. Hingga menjelang tidur, rasa mules itu masih terasa, malah ketika aku cek sudah ada flek juga yang keluar. Disitu makin yakinlah aku bahwa ga lama lagi aku akan melahirkan. Namun, karena saat itu sudah malam aku memohon sama Allah supaya aku ke rumah sakit dan melahirkannya besok. Alhamdulillaah malam itu aku masih bisa tidur meskipun ga nyenyak karena beberapa kali aku merasakan mules yang lumayan bikin aku merasa panik.

Sebelum subuh aku terbangun, aku merasa aku benar-benar harus ke rumah sakit saat itu juga. Aku punya feeling bayiku akan segera lahir. Akhirnya setelah mandi dan shalat Subuh, aku menelfon Taxi untuk mengantarkanku ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ada seorang bidan yang melakukan pengecekan utk mengetahui sudah pembukaan berapa. Ternyata..baru pembukaan 1, bu bidan bilang untuk melahirkan pembukaannya harus 10. Huhuhuhuuu...masih lama ternyata :'( Tapi aku keukeuh minta dirawat mulai hari itu, sambil berharap kalau pembukaan bisa meningkat dalam waktu yang ga lama *pasien kepedean ini namanya, hehe*. Setahuku, ada lho yang sampe pulang lagi ke rumah karena ternyata pembukaannya masih jauh :p

Bu bidan nyaranin aku untuk banyak jalan / gerak supaya pembukaannya cepat meningkat. Oke deehh, alhasil aku bolak-balik muterin teras depan kamar-kamar pasien. Malahan sempat juga aku jalan-jalan sampai luar rumah sakit, terus makan kupat tahu. Lalu..apa yang terjadi.. mulesnya malah berkurang *apa gara-gara kupat tahu ya, hihi*. Aduuuh, gimana ini rencananya mau lahiran dan udah stand by di rumah sakit, malah udah pesen kamar segala..mulesnya malah berkurang. Akhirnya, siang harinya dokter kandungan mengecek kembali pembukaanku.. Daaan, baru pembukaan 2 katanya. Yaaahh, ciut aku :'( *udah nafsu pengen lahiran nih dok, hehe..*

Dokter memberiku pilihan apakah mau pulang kembali ke rumah menunggu pembukaan meningkat atau mau di induksi. Sebenarnya ga pengen di induksi, pengen bener-bener normal dapet kontraksinya. Kalau di induksi kan seperti dirangsang gitu supaya kita mengalami kontraksi dan pembukaan akhirnya meningkat. Ga mungkin juga dong aku nunggu di rumah sakit tanpa kejelasan kapan lahiran, emang aku kira hotel apa :p Ya sudah lah, aku pilih di induksi.

Dokter memutuskan untuk menginduksi aku melalui infusan. Aku mulai diinfus obat induksi sekitar jam 2 siang, alhamdulillaah satu jam kemudian efek induksi tersebut sudah kelihatan, aku mulai merasa mulesku semakin bertambah sakit. Setiap jam mulesnya semakin sakit dan sakit. Aku hanya bisa memegangi tangan mamaku seraya berdzikir untuk mengurangi rasa sakitku. Di sini aku pasrah, aku serahkan semuanya pada Allah. Namun, aku merasa aku pasti bisa melewati semua ini. Aku merasa seolah-olah ada dorongan dalam diriku yang menyemangatiku dan menguatkanku. 

Sampai akhirnya, ga lama setelah maghrib dokter kandungan memeriksa aku kembali, alhamdulillaah sudah masuk pembukaan 8. Jreng jreeengg..aku dibawa ke ruang bersalin. Di ruang ini sakitnya semakin menjadi, namun aku berusaha kuat. Kemudian dokter menyuruhku mengedan, beberapa detik setelah aku mengedan anakku pun lahir. Tepat pukul 19.51 waktu setempat, tanggal 22 September 2011 lahirlah Shalihah Al Huwaidah (Alia), alhamdulillaah legaaa luar biasa. Bahagia, senang, terharu bercampur jadi satu ^^ Bisa melahirkanmu ke dunia adalah anugerah terindah yang Allah berikan untukku.


Pagi harinya setelah aku melahirkan

Alia dalam gendonganku, usianya baru satu hari ^^


Bisa melahirkanmu ke dunia adalah anugerah terindah


Comments

  1. Subhanallaahh....senengnya ! saya jadi kepengen punya bayi lagi...!
    Selamat yaa...semoga kelak jadi anak shalehah, penyejuk pandang dan hati kedua orang tuanya... ( Hhhmmm...harum minyak telon atau minyak kayu putih nihh..?).

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan mak program punya baby lagi, yg banyak ya #ehh :p
      aamiin, makasiih mak Mutia ^^
      pakenya minya telon mak, kalau mamanya baru minyak kayu putih

      Delete
  2. Replies
    1. mudah-mudahan mak Nunu diberi rezeki oleh Allah untuk bisa mengalami indahnya melahirkan, aamiin ^^

      Delete
  3. Nikmat banget ya Mak rasanya saat bisa bertemu dengan belahan jiwa yang selama ini kita rawat di dalam perut :) Alhamdulillah dulu saya gak sampai diinduksi. Yang pertama nunggu dari jam 8 malam hingga jam 2 pagi baru lahir. Yang kedua malah cuma setengah jam. Masuk klinik jam 9 pagi masih bukaan 3, eh setengah sepuluh udah mbrojol heheheee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, luar biasa bahagianya mak ^^
      wah, syukurlah..pastinya lebih mengharukan ya prosesnya karena tanpa induksi..
      lancarnyaa mak..ga terlalu lama nunggu

      Delete
  4. aarrkkk,,selamta mbk'e..baarokalloh,doain saya ya mbk ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiih mak Hana ;)
      mudah2an mak Hana juga dikaruniai keturunan yg bisa membawa kebahagiaan luar biasa, khususnya buat sang ibu yg melahirkannya ke dunia, aamiin

      Delete
  5. Aku dulu malah duluan ketuban pecah Mak.
    Langsung berangkat ke rumah bidan, tapi karena plasenta di bawah jadi aku gak ngerasa mules2. Akhirnya diberi perangsang.
    Alhamdulillah, saat bayi mau keluar plasenta naik dan membuka jalan lahir.
    Anakku lahir tanggal 18 September 1999 mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. induksi sama dengan perangsang kan mak?
      waahh tahun 99 aku mah baru mau masuk SMA mak :p

      Delete
  6. Doakan yah mbak agar saya bisa merasakan melahirkan anak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an Allah mewujudkan keinginan mak Maydina, aamiin. semoga Allah memberikan keturunan yang shaleh dan shalehah untuk mak Maydina ^^

      Delete
  7. Waahhh baca ini jadi ikutan nyeri nyut2an ... sekaligus bahagia mendengar ada yang lahiran normal dan sehat walafiat :)
    Aku lagi nunggu deadline lahiran soalnya. Pengen diinduksi aja abis udah gak sabar :)
    Alhamdulillah Alia sekarang sudah 3 tahun ya mak. Semoga sehat terus ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaahh, pastinya lagi dag-dig-dug ya mak ^^
      mudah2an mak Oline bisa lahiran normal tanpa induksi, lebih alami mak.
      baru 2 tahun 5 bulan Alia, aamiin.. makasiih..

      Delete
  8. proses melahirkan memang unforgetable ya mak,
    btw, mana foto putri cantiknya yang sekarang..pasti sedang lutju-lutju nya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mak, terkenang sepanjang masa ^^
      adaa di postingan lain :p iyaa, lagi unyu2 bgt mak..

      Delete
  9. Beberapa hari yang lalu kakak ipar saya melahirkan Mak, aaaaaaaaaaaaaakh lucunya :)

    Sempurna jadi wanita ya Mak, menikah, hamil, melahirkan dan merawat suami :) *semoga aku segera datang jodohnya* aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh senang ya mak punya ponakan ^^
      aamiin, mudah2an Allah memberi mak Titis jodoh dan kerurunan yang baik.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…