Skip to main content

Jurnal Rumah Ramah Rubella

Perkembangan zaman memang membuat dunia semakin maju, dalam hal teknologi misalnya..seperti kita tau, semua media sosial saat ini ada sebagai akibat dari perkembangan zaman. Tapi rasanya semakin kesini semakin banyak orang yang kehilangan hati. Kepekaan sosial kita semakin menipis. Kepedulian terhadap sesama semakin berkurang. Banyak orang sibuk dengan urusannya masing-masing. 

Tapi alhamdulillaah di luar sana masih ada orang-orang yang peka terhadap permasalahan orang lain. Salah satunya adalah terbentuknya komunitas Rumah Ramah Rubella oleh Gracie Melia, yang merupakan sebuah komunitas untuk mereka yang perduli terhadap anak-anak yang terkena Congenital Rubella Syndrome


Sumber gambar dari sini

Aku memang tidak tau gimana rasanya memiliki anak dengan Congenital Rubella Syndrome. Tapi hatiku tergerak saat aku membaca mengenai keluh kesah orang tua yang anaknya terkena Congenital Rubella Syndrome. Hal yang paling menyedihkan saat melihat penderitaan orang lain adalah, saat kita merasa tak mampu melakukan apapun selain berdoa memohon pada Allah agar memberikan pertolongan-Nya pada mereka melalui tangan-tangan dermawan. Aku tak bisa berbuat apa-apa yang bisa berarti untuk sekedar meringankan beban sekian banyak orang tua yang memiliki anak dengan Congenital Rubella Syndrome di tubuhnya.

Aku hanya berusaha untuk ikut sedikit perduli. Sebagai bentuk kepedulianku yang tak seberapa, aku mencoba ikut memberikan ide demi kemajuan dan perkembangan komunitas Rumah Ramah Rubella. Ideku adalah, cobalah membuat sebuah Jurnal Rumah Ramah Rubella, yang membahas mengenai segala hal seputar Congenital Rubella Syndrome, disertai berita-berita ter up to date berkaitan dengan Congenital Rubella Syndrome, tak lupa juga diliput mengenai kasus-kasus para anak yang terkena Congenital Rubella Syndrome. 

Jurnal ini bisa dibuat setiap bulan, untuk mengedukasi serta mensosialisasikan Congenital Rubella Syndrome. Diharapkan dengan adanya jurnal bulanan ini akan membuat semakin banyak orang di luar sana yang terketuk pintu hatinya agar tak ada lagi diskriminasi, tak ada lagi orang yang pura-pura tak perduli dan tentunya akan ada jutaan orang yang bersedia merangkul semua anak yang terkena Congenital Rubella Syndrome.


"Tulisan ini turut serta dalam pengembangan Rumah Ramah Rubella"

Comments

  1. Hehehe...saya awam,sampe Search ciri penyakit ini. Baiknya ditambahkan sedikit tentang penyakit ini, Mak ...atau tampilkan gambarnya. Karna tidak semua orang tau ,apalagi berbahasa asing.
    Maaf,itu sekedar usul, supaya lebih banyak lagi orang yang tergerak hati seperti Emak.
    Saya jadi tertarik, mau search lagi deh... Penasaran!, apa yang salah saat di kandungan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jg sebelumnya ga tau soal Rubella mak, tau dari mak Gracie :)
      hehe, iya. makasiih sarannya mak, tp tulisan ini udah disetor ke mak Gracie, ga mungkin diedit :p
      mak bisa buka linknya dari tulisan saya itu ttg komunitas Congenital Rubella Syndrome

      Delete
  2. Ok...Tambah ilmu nih...
    Saya juga ingin bisa berbuat untuk mereka.
    Terimakasih Mak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama yaa mak Mutia :) makasiih..

      Delete
  3. Idenya bagus, Mak... Semoga bermanfaat untuk komunitas itu & masyarakat umumnya... Sukses GA-nya ya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…