Skip to main content

Menghapus Luka

Dimana luka itu, adakah seseorang yang mampu melihatnya
Luka ini tak terlihat namun masih bisa dirasakan
Benarlah adanya, saat orang bilang luka hati sulit disembuhkan
Tak meninggalkan bekas namun menyisakan trauma

Bertahun-tahun sudah semua berlalu, kini aku mantap melangkah
Tak akan lagi menengok ke masa lalu
Lembaran itu usai sudah, kini aku benar-benar menutupnya

Dulu terasa berat, kini menjadi ringan
Dulu terasa suram, kini semua nampak cerah

Saat hati dilanda keterpurukan
Hanya semangatlah yang membuatmu bangkit
Lihat sekitarmu, bukankah ada banyak orang yang jauh lebih pantas mengeluh
Bandingkan dengan dirimu, pasti ada celah untukmu bersyukur

Tak ada guna meratapi takdir, karena tak juga bisa merubah apa yang digariskan oleh-Nya
Saat disakiti, bersyukurlah karena itu bisa menguatkanmu
Saat kehilangan, bersabarlah.. Allah pasti menggantinya kelak dengan yang lebih baik

Tegakkan badanmu, mantapkan langkahmu
Kuatkan doamu, serta teguhkan usahamu
Yakinlah bahwa ada Allah disampingmu
Yang selalu mendengar saat kau memanggilNya
Dan selalu ada saat kau membutuhkanNya



Note : Tulisan ini dibuat atas hasil imajinatif penulis ^^

Comments

  1. Manteb banget mak puisinya....templetenya saya suka lembut dan cantik spt yg punya blog...beneran sy suka ini dr yg kmrn....hehe...sy kan berkunjungnya klo gak dimari ya dimak AldiTina Azrialdi ( Tinanic Kichen )....hehe...nyaman berkunjung ke rmh tetangga blog yg ramah & penuh ketulusan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah masa sih manteb, ini kayanya setengah mateng puisinya :p
      makasiihh.. ganti cat rumah supaya fresh mak :)
      saya mah belum bisa tulus mak.. ajarin doong mak Irowati..

      Delete
  2. yang jelas, cobaan tak pernah salah alamat. bersabarlah.

    ReplyDelete
  3. sapu tangan, bersudut 4, satu sudut dimakan api.., luka tangan dapat diobat luka hati... dibawa mati..he* malah pantun

    sukka..untuk puisinya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iiihh mak, bisaan pantunnya :)
      pergi ke bali bersama kekasih, kembali kasih.. :p

      Delete
  4. Puisinya Dalemm, Mbak... So Touching! :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa sih mak, perasaan setengah mateng ini tuh :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …