Skip to main content

Minta Maaf Kok Pake Gengsi Siiih..

Sebagai manusia biasa yang kadar imannya masih minim, aku banyaaak sekali melakukan kesalahan. Dari yang kecil sampai yang besar..baik itu terhadap orang-orang terdekat, maupun terhadap orang-orang yang belum aku temui secara langsung sekalipun, bisa saja aku melakukan kekhilafan padanya tanpa kusadari. Parahnya, saat aku melakukan kesalahan namun aku tak menyadarinya. Aku berfikir aku tak perlu minta maaf padanya karena aku ga merasa punya salah, padahal orang tersebut menyimpan sakit hati padaku. Aaah, jangan sampai ada yang seperti itu. Na'udzubillahi min dzalik.

Kekhilafan bisa terjadi di manapun, kapanpun serta dengan cara bagaimanapun.. intinya sih, yang namanya perbuatan dosa bisa aja terjadi secara tiba-tiba tanpa kita rencanakan. Bisa aja kita lagi ngobrol atau becanda, tiba-tiba salah satu pihak salah faham, akhirnya berantem..terus saling sakit hati, ujung-ujungnya malah musuhan. Dari kawan jadi lawan deh itu namanya. Makanya ga heran kan, ada yang berantem cuma gara-gara salah paham padahal mereka awalnya berteman. Ya itulah kita, sebagai manusia memang ga luput dari yang namanya khilaf.

Aku pernah juga sih, dulu ngalamin ga tegur sapa sama teman sampe lamaaa deh, kayanya sekitar beberapa minggu gitu deh. Padahal sebelumnya aku akrab banget sama dia. Lucunya, inti masalahnya pun ga penting-penting banget juga, malah bisa dibilang ga jelas.. hehe. Ya, aku bisa bilang sih, itu semacam salah faham. Parahnya kita sama-sama saling gengsi mau minta maaf duluan. Yaelaaah, minta maaf kok pake gengsi siiih.. Bisa jadi, kita sama-sama keras kepala, ga ada yang mau ngalah. Maklum juga sih, waktu itu aku sama temanku itu memang masih terbilang remaja, baru lepas SMA.

Ada satu hal yang bisa aku ambil pelajaran dari hal itu. Kalau kita merasa punya salah sama seseorang jangan gengsi untuk meminta maaf duluan. Ga ada ruginya kok, kalau kita mau berbesar hati, berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu. Bukan berarti yang meminta maaf duluan itu yang paling salah lho.. Meminta maaf dan memaafkan adalah dua hal yang sama-sama mulia, maka siapa yang lebih dahulu melakukannya alias tidak menunda-nunda melakukannya, itu adalah perbuatan baik. Semua perbuatan baik insya Allah dibalas pula dengan kebaikan yang lebih banyak oleh Allah. 

Saat ini aku merasa sangat dimudahkan dengan adanya media komunikasi yang sudah semakin canggih. Mau minta maaf sama seseorang lebih mudah, karena bisa kita lakukan melalui media komunikasi. Ga perlu nunggu ketemu sama orangnya, dalam sepersekian detik kita udah bisa minta maaf melalui SMS, BBM, WA, FB, Twitter dll. Ya bisa jadi lebih baik lagi, kalau minta maaf secara langsung, tapi daripada nunggu ketemu, eh ga ketemu-ketemu..ya ga ada salahnya juga, meminta maaf melalui media komunikasi. 

Biasanya sih kalau aku merasa punya salah sama seseorang aku minta maaf lewat media dulu, supaya ga ditunda-tunda. Begitu ketemu sama orangnya, baru deh bisa lebih disahkan lagi maaf-maafannya ^^ Pokoknya minta maaf ga pake gengsi deh.. Rugi ah kalau banyak mikirin gengsi..

Comments

  1. kalau saya,kalau salah ya minta maaf... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. baguuss ^^ harusnya memang kaya gitu mak..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…