Skip to main content

Saat Segala Cara Telah Kau Tempuh, Pada Akhirnya..Serahkanlah PadaNya

Sebagai manusia, kita pasti memiliki keinginan dan harapan. Keinginan tersebutlah yang menjadikan kita memiliki semangat dalam berusaha mewujudkannya. Selama keinginan itu baik, bermanfaat dan tak merugikan orang lain, why not? ya kan ^^ Tapi ada satu hal yang harus kita ingat, bahwa semua keputusan akhir berada di tangan Allah. Kita merencanakan, Allah yang menentukan. Pernah dengar dong ya?.. kalimat itu sepertinya sederhana, namun bermakna dalam.

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa kita harus ingat Allah lah pemegang keputusan atas hidup kita. Bagaimana takdir kita, bagaimana rezeki kita, urusan jodoh, usia, serta kematian, semuanya Allah yang menentukan. Manusia diberi hak memilih, manusia bebas berkeinginan (selama itu baik), tapi kita jangan pernah lupa, Allah Yang Maha Menentukan, Allah Yang Maha Memiliki, termasuk memiliki jiwa raga kita.

Ketika kita berusaha mencapai keinginan kita, tentu kita akan melakukan apapun yang kita mampu. Namun saat segala cara telah kau tempuh, pada akhirnya...serahkanlah padaNya. Biarkan Allah yang menentukan hasil akhirnya. Pada akhirnya, Allah akan memberi kita yang terbaik. Kita harus yakin, keputusan Allah tak akan pernah salah. Kita bisa salah ambil keputusan namun tidak dengan Allah, karena Allah Maha Teliti. Allah Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita para hambaNya. 

Kita memang wajib berusaha. Saat kita punya keinginan untuk pintar, ya harus belajar. Kita punya keinginan untuk kaya, ya berusahalah menjemput rezeki sebanyak-banyaknya. Kita ingin anak kita shaleh, maka berikanlah contoh teladan bagaimana seorang muslim yang baik itu. Semua keinginan harus diiringi dengan usaha, sekecil apapun itu. Lha mau minum aja kita harus ambil gelasnya toh..ga mungkin tiba-tiba gelas ada di depan mulut tanpa ada yang mengambilkannya :p

Menyerahkan hasil akhir dari segala usaha kita pada Allah sama artinya dengan tawakkal. Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram (sumber : Wikipedia).

Lega rasanya jika kita bisa benar-benar bersandar pada Allah, menyerahkan segala sesuatunya pada Allah, setelah lelah menempuh sekian banyak cara demi mewujudkan keinginan kita. Toh yang memiliki hidup kita kan Allah, yang tau mana yang paling baik ya Allah, kita hanya wajib berusaha aja..tentunya dengan cara yang diridhai oleh Allah.

Comments

  1. salam kenal mak. apa yg emak bilang bener banget. ketentuan Allah selalu indah mak. hanya manusia aja yg kadang ga sadar. sy pernah seperti itu. suudzon sama Allah tapi akhirnya sadar setelah menjalankan dgn ikhlas malah mendapatkan berkah yg luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali mak Evrina ^^
      syukurlah mak, pada akhirnya menyadari ketentuan Allah pasti yg terbaik utk kita..

      Delete
  2. Kita cuma bisa melakukan yang terbaik, hasil akhirnya ditentukan Allah SWT

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Lusi ^^ kewajiban kita berusaha dan berdoa..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…