Skip to main content

Selamat Jalan Pakde Aming

Pagi ini aku dapat kabar bahwa salah satu pakdeku meninggal dunia. Kaget, sedih jadi satu.. Beliau meninggal mendadak, meninggalnya pun di rumah. Langsung terbayang semua kenangan yang aku punya tentang beliau. Aku hanya bisa berdoa dan mengiriminya Al-Fatihah sebagai bentuk balasanku atas semua kebaikan beliau padaku selama hidupnya.

Pakde Aming, aku biasa memanggilnya begitu karena beliau adalah suami dari almarhum kakak perempuan mamaku. Bude Tini (kakak perempuan mamaku) telah lebih dulu meninggal karena sakit sekitar 10 tahun yg lalu. Dulu waktu bude meninggal aku pun merasa kehilangan. Buat aku, bude Tini adalah bude yang paling baik dan paling perhatian.

Aku masih ingat betul ketika aku masih kecil, bude dan pakdeku ini sering datang mengunjungi aku dan keluargaku. Mereka terbilang rutin datang ke rumah. Mereka selalu bawa makanan, dan pulangnya tak lupa memberiku uang jajan. Yaaa..namanya juga anak kecil pastinya seneng banget kan ada yg perhatian n rajin ngasih uang jajan ^^ Eh, kayanya bukan anak kecil aja deh, anak gede juga suka ya dikasih makanan apalagi duit *yakaaann*. 

Aku ingat, dulu pakde Aming pernah membantuku mencarikan buku sekolah, yang mana buku itu adalah buku lama yang udah lumayan susah dicari. Alhamdulillaah pakde dapetin buku itu dan membelikannya untukku. Pernah juga saat mamaku sedang sakit, pakde pas datang ke rumah, beliau memberi aku dan adikku uang masing-masing sebesar 100 ribu rupiah, wooow kebayang dong uang 100 ribu rupiah di jaman sebelum tahun 2000 kan gede banget.. Aku seneeeng banget..

Semua kenangan yang aku punya membuatku tak kuat menahan air mata saat melihat jenazahnya. Yang ada dalam bayanganku hanya kebaikan-kebaikan beliau. Aku merasa sedih belum sempat membalas semua kebaikannya, bahkan untuk mengatakan terimakasih banyak padanya pun aku belum sempat. Aku hanya bisa mendoakannya, berharap beliau sudah jauuuh lebih tenang dan damai di alam sana, semoga Allah mengampuni semua kesalahan pakde, menerima semua amal kebaikanmu, dan menempatkan pakde di tempat terbaik di alam sana, aamiin. Aku yakin Allah Maha Melihat segala kebaikan pakde terhadapku, dan Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlimpah untuk pakde ^^

Hari ini aku mengantarkan jenazah pakde untuk dikebumikan. Selamat jalan Pakde Aming. Kali ini giliran pakde, dan kelak akan datang pula giliranku. Aku merenung menatap jenazah yang sudah tak bernyawa di kuburkan ke dalam tanah. Merenung akan seperti apa kejadian saat aku dipanggil nanti olehNya, akankah ada banyak orang yang bersedia mengantarkan jenazahku, berapa banyak yang akan mendoakan dan mengirimi aku Al-Fatihah kelak. Dan yang paling membuatku berfikir adalah, sudah cukupkah bekalku untuk aku pulang nanti?, sudah lebih beratkah timbangan amal baikku dari timbangan dosaku?, astaghfirullah, aku cukup takut memikirkannya.

Ya Allah
Aku tau aku akan mengalami sebuah kematian..
Yang aku tak tau kapan, di mana dan bagaimana kejadiannya.
Aku hanya memohon kepadamu..
Jika saat itu tiba,
Tolong kembalikan aku dalam keadaan Engkau meridhaiku saat itu.
Karuniakan aku khusnul khatimah..
Aku ingin agar saat aku pulang nanti,
Semua kewajibanku didunia telah selesai. 

Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…