Skip to main content

Aku Alergi Pujian

Dipuji itu bagi kebanyakan atau sebagian orang memang sesuatu yang menyenangkan ya. Eh, buatku juga menyenangkan kok :p hihi.. tapi tak semua pujian membuatku merasa senang mendengarnya. Kerapkali pujian malah membuat aku merasa ga enak, aku merasa terbebani saat dipuji. Kalau aku boleh memilih, lebih baik aku tak usah dipuji dalam beberapa hal. Sepertinya aku agak alergi pada pujian..

Pujian yang membuatku senang mendengarnya adalah pujian yang ditujukan pada seputar fisik atau benda-benda yang aku miliki. Misalnya nih, saat ada yang memuji mataku, kulitku atau alisku..aku merasa senang ^_^ karena pujian itu ditujukan pada seputar fisikku. Begitu pun halnya saat ada yang memuji benda-benda yang kupakai, misal : memuji bajuku, memuji tasku atau kerudungku..aku juga senang mendengarnya ^_^ 

TAPI, saat ada yang berkata padaku bahwa aku HEBAT, aku BAIK, atau mereka bilang KAGUM padaku, mereka bilang SALUT padaku.. Ah, rasanya malah ga enak hati -_- aku pikir pujian itu berlebihan untukku. Aku merasa ga pantas dipuji.. Aku merasa tidak seperti yang mereka ucapkan.. Malah aku merasa terbebani, aku khawatir orang salah menilaiku.. Bahwa aku tak seperti yang mereka nilai..

Aku bersyukur diberi pujian, karena aku tau segala sesuatu datang dari Allah, namun aku khawatir pujian itu malah membuatku besar kepala atau merasa lebih baik dari orang lain. Aku khawatir belum pandai menyikapi sebuah pujian. Aku khawatir pujian membuatku merasa sudah baik, padahal kenyataannya aku masih sangat jauh dari baik.

Comments

  1. Jika pujiannya membawa kebaikan, menurutku nggak apa2 diterima mak, yang penting kita tetap melihat ke bawah (eh, aku sok bijak nih) xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diterima sih mak :) tapi teuteup bawaannya malah ga enak hati :p
      Iya, itu yang paling penting. Pujian harus bikin kita semakin rendah hati :)

      Delete
  2. sama maak, aq juga males bgt sama pujian, tapi ya sama, kadang seneng juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sih tergantung pujiannya diarahkan kemana mak :) hihi.. kalo ke fisik atau benda it's ok ;)

      Delete
  3. Di puji kalau emang bener (nyata) sih nggak begitu masalah, cuman kadang ada yang muji karena ada udang di balik batu. Pujiannya berlebihan dan lebay banget. Nyang kayak gini yang paling nggak demen

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh, yang kaya gini sih malah nyakitin mak :(

      Delete
  4. Setuju banget Kak...
    Soalnya pujian sejenis itu (baik, ramah, hebat, pinter) memaksa kita buat mempertanggung jawabin, dan itu gak mudah. Terkadang malah membuat aku jadi tertekan. Mkasih buat postingannya, Kak :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betull :) dipuji itu memang ga mudah seperti kita melontarkan pujian..
      Sama-sama yaa mba Sofia..

      Delete
  5. Sama maaak.. kadang bingung juga bagaimana menyikapi pujian.
    Yah, baiknya makasih dan alhamdulillah aja ya . hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya mak, bersyukur :) meskipun setelahnya ada rasa ga enaaakk :(

      Delete
  6. kadang saya sering berikir kalau pujianmu itu membunuhku, karna pujian seringkali bikin terlena dan gak bisa terpacu buat lebih baik.
    meski meman ada baiknya juga sih, terutama saat down. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending dikritik dan diberi saran ya mbak, supaya kita termotivasi untuk lebih baik :)

      Delete
  7. Saya juga gitu mbak, kalau ada yang muji biasanya saya patahkan sendiri, gak ingin larut dalam pujian, biar gak cepat besar kepala. Kalau terkesan berlebihan juga alergi, lebih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ga boleh larut dalam pujian..bisa bikin kita merasa sudah baik..

      Delete
  8. same with me.
    bahkan rasulullah saw pada suatu riwayat menyuruh melempar debu diwajah orang yang suka memuji. but wallahu a'lam.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…