Skip to main content

Aku Anti Sama Obat (Bag.2)

Menyambung dari postinganku yang sebelumnya tentang diriku yang anti sama obat, kali ini aku akan berbagi cerita mengenai anakku Alia yang juga sebisa mungkin aku hindarkan dari obat. Sepanjang 2 tahun 5 bulan ini, Alia hanya satu kali minum obat penurun panas. Itupun karena waktu Alia demam, pada saat bersamaan Alia juga lagi sakit mata bintilan.

Jadi pas aku bawa Alia ke dokter mata, sekalian aku bawa juga ke dokter anak. Rasanya galau banget saat itu, melihat Alia yang belum genap setahun sudah harus sakit secara berbarengan, antara sakit mata dan demam. Akhirnya aku bawa deh ke dokter anak, dan ikut nyobain obat penurun panas yang dikasih dokter.

Sejak itu, alhamdulillaah Alia belum pernah lagi aku kasih obat penurun panas, apalagi ke dokter. Mudah-mudahan ga sampe kena obat-obatan lagi, sehat selalu sayangkuuu ^_^ aamiin.

Kalau Alia demam, biasanya aku lebih disiplinin makan dan minum susunya, aku lebihin madunya (Alia biasa aku rutinin mengkonsumsi Madu sejak 2 tahun), aku kompres saat Alia tidur, aku banyakin peluk dia, pakein baju hangat, sering digosokin pakai minyak telon supaya hangat dan nyaman. Dan yang terpenting adalah DOA, aku banyak berdoa dan berdzikir sambil mengusap-usap atau menggenggam tangan Alia.

Alhamdulillaah itu semua berhasil bikin Alia sembuh dari demam ataupun masuk angin. Memang sih, untuk bisa terhindar dari obat sebisa mungkin kita harus benar-benar menjaga kesehatan kita agar tak sampai sakit. Dan, saat sakit pun tubuh kita memiliki antibodi yang kuat, sehingga tanpa obat kita bisa sembuh.

Comments

  1. Wah, semoga Alia tumbuh menjadi anak saleha ya Mbak... ikut senang bacanya, tentang Alia yg cuma sekali kemasukan obat... semoga sehat selalu. Amiin...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…