Skip to main content

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 


Gambar diambil dari sini

Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang lagi dan lagi :p Di sisi lain, pihak suami pun kerap menjadi pemicu keributan itu sendiri, misalnya : saat suami tak transparan soal uang yang pada akhirnya membuat istri jadi curiga, atau ketika suami malah menghambur-hamburkan uangnya demi kesenangan pribadi, dan bisa juga saat suami begitu pelitnya dalam menafkahi istri, sementara ia memiliki banyak uang. 

Kewajiban nafkah memang berada di tangan suami. Maka segala kebutuhan rumah tangga dari A sampai Z adalah kewajiban suami untuk mencukupinya. 

Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. (Q.S Al-Baqarah : 233)
Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. (Q.S Ath-Thalaq : 7)

Yang paling baik adalah, suami benar-benar sadar akan kewajibannya yang satu ini. Bahwa memberi nafkah itu wajib, serta dikeluarkan sesuai dengan kemampuan suami, dan dengan cara yang baik. Bukan dengan perasaan merasa berat, bahkan istri seolah harus meminta-minta pada suami agar haknya soal nafkah dipenuhi. 

Berikanlah nafkah pada istri sesuai dengan kemampuan suami. Maka dari itu besarnya nafkah yang diberikan suami dalam setiap rumah tangga pasti berbeda, dilihat dari seberapa besar penghasilan suami. Suami berpenghasilan 100 juta tentu tak sama jumlah nafkah wajibnya pada istri dibanding suami yang berpenghasilan 1 juta. 

Ketika ada seorang suami berpenghasilan besar (tergolong kaya), ia kurang dalam pemberian nafkah terhadap istri, tapi istrinya meminta dinafkahi sesuai dengan kemampuan suami. Namun suami menolaknya, malah menyebut istrinya ini kurang syukur. Nah, kalau begini..istri yang kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban??? *mikir*

Comments

  1. bersyukur saja deh aku mah,...yang penting cukup..bismillah aja rejekine ada :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indahnya ya mak kalau bisa bersikap seperti mak gitu :)

      Delete
  2. Wah ini mah mama papaku banget =) makanya skrg aku ga mau ngomongin uang ke suami. Terlebih sejak ga kerja kantoran lg. Terkadang kebawa aja sensinya. Ga tau ya, tiap rumah tangga punya caranya sendiri. Kalau mamaku walau ga pernah bisa ngerti hobi papa akan filantropi, dia akhirnya mencukupkan dirinya sendiri. Inget si mamah dedeh menanggapi perihal curhatan seorang ibu yg bercerai dan mempermasalahkan perihal tanggungan mantan suami utk anak. Waktu itu si mamah ngomong cukup keras, "makanya jadi perempuan harus bisa cari uang. Biarlah si mantan suami berurusan dgn dosanya menelantarkan anak." intinya byk wanita yg sibuk nuntut tanggungjawab suami, tp kemudian lupa bahwa the show must go on. Instead of merongrong permintaan nafkah, lbh baik cari sendiri, kan itu anak kita juga. Toh rezeki ga pernah salah pintu =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mak, paling enak memang saat kita (perempuan) bisa mandiri juga dalam finansial supaya ga perlu sibuk 'minta-minta' pada suami, terutama jika suami / mantan suami ga tanggung jawab (termasuk soal biaya anak)

      Delete
    2. Apakah seorang istri harus bertanya ketika suami membawa uang lebih dari penghasilan nya

      Delete
    3. Apakah orang tua wajib bertanya ketika anak nya membawa uang lebih dari penghasilan nya?

      Delete
    4. Bukan masalah harus bertanya atau tidak, tapi ini soal keteterbukaan dan kejujuran dalam sebuah hubungan, khususnya hubungan suami istri. Rumah tangga yang harmonis tentu salah satunya didukung oleh adanya keterbukaan tersebut.

      Delete
    5. Sy mandiri dgn usaha sy,suami tdk prnh py ksadaran mmberi nafkah,dr mulai dr dapur uang skolah anak n keb rumah smua dr penghasilan sy,gajinya sndiri utk ia mmbayar cicilan hutang pribadinya sblm kami nikah,mmbiayai anaknya dr ornikahan prtama...awalnya sy ikhlas itu bentuk sy brbagi,tp akhirnya ktauan suami ktauan py wil..hancur rasanya smuak kpercayaan n kbaikan yg slama ini sy pupuk...n smpe skrg sy mrasa sll serba salah,krna suami cpt lintarkan talak..yg kami jalani skrg talak trakhir kami.sy jd masa bodo..sprti hdp sndiir meski py suami...

      Delete
    6. Sebaiknya memang masalah tanggung jawab dan kewajiban suami sudah dibicarakan/disepakati sejak awal, ya. Kalau sudah berjalan sekian lama, akan jauh lebih sulit untuk mengubah keadaan. Mbak bisa mencari ilmu lebih mengenai talak, bagaimana tentang aturan-aturannya, ya. Supaya tidak sampai salah dalam rumah tangga yang sudah ada ucapan talak, apalagi sampai berkali-kali diucapkan oleh suami. Mudah-mudahan Allah memberi mbak dan keluarga jalan keluar terbaik atas setiap permasalahan yang ada, aamiin.

      Delete
  3. alhamdulillah sejak masih persiapan nikah sya n cln suami udah jujur soal uang..jd dah merit gaji semua plok semua ke sya sehingga kita pun gunakannya dgn tg jawab. intinya saat memulai kehidupan rmh tangga kejujuran dan kepercayaan antar pasangan itu yg penting.kdg miris liat ada pasangan yg menjatah istrinya pas2an n seolah memperlakukan istri spt pembantu yg hiks krn tak percaya sang istri mengelola keuangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bagus mak, bersyukur suami mau percaya n ngasih semua gajinya ke mak Ana, karena ga semua suami sebaik itu dalam nafkah..
      Iya mak, ada ya yg seperti itu..seolah jadi seperti ga menghargai istri sbg pengurus rumah tangga kalo kaya gitu..

      Delete
  4. Kurang bersyukur banget ya, manusia ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah ya mak untuk selalu merasa cukup :(

      Delete
  5. Kalo aku yang kadang suka bikin ribut, suami mengeluarkan uang buat si boil, udah seneng2 dapet uang pengen belanja-belanji eh mobil lagi, mobil lagiii . Tapi yowislah mobil juga kan buat dipake bersama :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mobilnya di pake utk keluarga juga sih..berarti bukan keperluan pribadi suami ya mak, tp keperluan keluarga :) hihi..

      Delete
  6. biasanya uang suami adalah uang istri, uang istri adalah uang istri, hihihi. egois XP
    tapi Alhamdulillahnya kita transparan mbak terhadap keuangan keluarga. Semoga banyak juga yaa yang transparan begini, jadi gak perlu ribut karena masalah keuangan. aamiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah mak :) enak ya kalau bisa begitu..

      Delete
  7. klo suami ku gajinya 100% di ksih ke aku bahkan masih ada strucknya gak di buang dulu xixixixii, lucunya lagi suami ku klo mau pke uang di rekening bersama WA aku dulu wkwkwk :D padahal aku gak pernah menyuruh begitu lho :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah :) ikut senang mak.. jadi lebih nyaman yaa..karena suami percaya penuh sama kita soal uang..

      Delete
    2. Yaa Ampun bersyukur bgt yaa suaminya yang jujur.

      Delete
  8. dua-duanya belum saling memahami kayaknya, mak. heuheu.. kewajiban suami memberi nafkah, kewajiban istri mengelola nafkah. mengelola kan bukan cuma menerima dan membelanjakan, tapi juga turut andil bagaimana caranya bisa menambah. :)

    nice share, mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya harusnya kedua pihak saling menyadari perannya, suami tidak boleh bakhil alias kikir dengan istri, dan istri pun ga boleh boros ya mak..

      Delete
    2. Terus untuk mengatasi suami yang bakhil gmn bu? Selama ini didiemin tapi gak nyadar2..kalau diomongin baik2 tetep aja disalahkan...

      Delete
    3. Mengubah orang lain memang sulit mbak, kalau suami tetap pada prinsipnya meski kita sudah mengingatkan baik2 padanya, akhirnya kita hanya bisa mengubah sikap kita sendiri. Misalnya, dengan berusaha mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pribadi mbak sendiri. Jadi gak harus pusing karena kesulitan dalam meminta hak terhadap suami. Mudah2an rumah tangga mbak berjalan makin baik, aamiin.

      Delete
    4. Saya kalo da yang ngomongin soal suami pengen nangis....

      Delete
  9. Semoga kita termasuk istri yang bersyukur. Uang oh uang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uang..lagi lagi uang.. o..u..o.. (lagu Nicky Astria)
      Aamiin mak Nia :)

      Delete
  10. Intinya suami istri harus sadar akan kewajibn dan hak masing2 tak krg tak lebih dan pandai2 bersyukur...jd teringat kisah 2 istri Nabi Ismail...ketika Nabi Ibrahim mengunjunginya beliau bertanya kpd si menantu ttg suaminya (si menantu tdk tahu kalau itu ayah mertuanya) kmdian dia berkata suaminya pergi berburu dan kehidupan mereka sangat sulit. Maka Nabi Ibrahim as berkata kepadanya, “Apabila suamimu datang sampaikan salam dariku, dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya.” Stlh Nabi Ismail plg dia bertanya apakah ada org mencarinya dan si isri bercerita semua dan ttg pesan Nabi Ibrahim, mk Nabi Ismail menceraikannya...kr istrinya ini tergolong istri yg tdk bersyukur. Kmdian Nabi Ismail menikah lg dan Nabi Ibrahim kembali menjumpai istri beliau dan bertanya yg sm....Istri Nabi Ismail menceritakan bahwa kehidupannya penuh dengan nikmat dan kebaikan..Dan Nabi Ibrahim berpesan kpdnya "Jika suamimu datang sampaikan salam kepadanya, dan katakan kepadanya agar ia mengokohkan palang pintu rumahnya.”..ketika Nabi Ismail plg istrinya menyampaikan pesan beliau, mk Nabi Ismail berkata "sesungguhnya dia adalah Ayahku dan yg dimaksud palang pintu itu adalah dirimu dan aku diperintah utk tetap menjadikanmu istriku"....kok commentku banyak mak...Maaf ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul maak, kalau sadar akan kewajiban masing2 pasti lebih baik..
      Wah makasih banyak ya mak ulasannya :) seneng diingetin..
      Istri yang kedua tersebut cerminan istri Shalehah ya..

      Delete
    2. kisah di atas kok belum pernah denger saya ya?

      tp trima ksih atas pencerahannya. ^_^

      Delete
    3. Kisah tentang Nabi Ismail tersebut detail dan hikmahnya bisa lihat di sini http://muslimah.or.id/keluarga/dua-istri-nabi-ismail.html

      Delete
  11. mungkin saya tergolong dari yg tidak bersyukur ya.. :(, bukan karena suami memberi sedikit, justru karna dia terlalu banyak memberi dan saya pikir saya belum banyak meberi untuknya.. (belum jadi istri yg baik lah)... ahhh.. alhamdulillah, bismillah, semoga saya dan suami termasuk ke dalam orang2 yg tidak sering mengeluh masalah uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mak, mudah2an selalu jadi suami yang banyak memberi, bukan hanya dalam uang tp kasih sayang dan cinta :) Wah, senangnya ya mak..
      Aamiin mak, mudah2an..

      Delete
    2. mungkin saya tergolong orang yang tidak bersyukur karena selama suami saya jarang memberika jn uang, apakah dia lupa akan tanggung jawabnya sebagai suami? apakah saya harus selalu minta uang setiap bulan? tapi bersyukurlah karena saya juga seorang wanita karier dan saya sangat menyesal kepada suami saya tidak sadar akan tanggung jawabny? apa yang harus saya lalukan bu?

      Delete
    3. Apakah sudah pernah mencoba mengingatkan suami, mbak? Tanggung jawab sebagai pemberi nafkah memang berada di tangan suami, kecuali suami mempunyai halangan/kendala dalam mencari nafkah (misal : sakit), tak masalah jika kemudian istri yang mencari nafkah. Tapi jika suami mampu memberi nafkah, namun ia tak menunaikan kewajibannya pada mbak, maka biarlah itu jadi tanggung jawabnya pada Allah. Jika memang suami mampu, tak apa jika mbak setiap bulan mengingatkannya dan meminta nafkah, sebab mbak memiliki hak untuk itu. Kalau mbak ikhlas, dan tak mempersoalkan tentang ini, maka tentu akan jadi kebaikan buat mbak. Setiap orang memikul kesalahannya masing-masing. Doakan saja suami mbak, supaya beliau mendapat hidayah-Nya agar tau tentang kewajibannya. :)

      Delete
  12. kalau menurut saya, dalam hal pengaturan uang, memang harus ada komunikasi antara 2 belah pihak mbak. biar nggak ada yang merasa dirugikan/dicurangi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sebaiknya memang demikian :) saling terbuka dan jujur termasuk soal uang..

      Delete
    2. Sering Seperti ini tp, hasilnya gk dijalanin,...(pengen nangis)

      Delete
  13. mudah2n bukan pengalaman pribadi nih...

    tp yg ideal memang seharusnya suami bertanggung jawab dan istri pandai bersyukur.

    ReplyDelete
  14. Mudah2an aku sebagai istri bisa merasa qonaah alias 'cukup' atas semua penghasilan suami :) selama suami menyadari kewajibannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mak :) mudah2an suami mak Oline adalah suami yang baik, sadar akan kewajibannya, begitupun sebaliknya mak..

      Delete
  15. jujur saya tahu diri sama suami karena hutang suami jelas di mata saya jadi bisa sadar diri, berapa jumlah uang yg tersisa. ..akhirnya ga berani minta uang deh hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga berani minta uang mak?? Enak ya suaminya, ga dimintain uang sama istri :p hehe.. Syukurlah mak kalo emang bisa saling mengerti.. suami tau kewajiban, istri tau kemampuan suami..

      Delete
  16. Subhanallah..terima kasih share-nya ukhti.

    ReplyDelete
  17. kalau saya, pilih bersyukur aja deh mak... kalau gak gitu, mau dikasih berapa aja rasanya memang gak akan pernah cukup... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, betul :) bagus deh kalo gitu..

      Delete
    2. Kalo saya sih sdh cukup d nfkai tp knp knp kalo suami mngkuarkn uang untuk sesuatu tu jarΓ ng terus terang,jd tu muncul rasa curiga.kalo tak tnyakan ujung2nya bertengkar

      Delete
  18. artikelnya menarik banget, Mak.

    intinya sih semua harus bersyukur dan menyadari akan hak dan kewajibannya masing-masing. dan yang terpenting saling menghargai. ^^

    Alhamdulillah berapapun uang yang diberikan suami, saya pribadi ga pernah nuntut lebih. Insha Allah semuanya sudah dicukupkan oleh-Nya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, indah kalau bisa saling menghargai :)

      Delete
  19. Nah, sejak jadi IRT, saya mah pasrah ama suami.
    Minta ini itu, lihat sikon dulu :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, mudah-mudahan suaminya pengertian banget soal materi ya mbak :)

      Delete
  20. entah kategori yg mana,,,
    yg jelas enakan make kutipan mamah dedeh yg dicuplik sama teteh yg komen di atas :
    (biarlah bapaknya berkubang sm dosa menelantarkan anak, yg penting diri sebagai perempuan dan ibu bagi anak yg diamanahkan hrus bisa segera bangkit)
    bismillah ajjaahhh,,,utk semua istri dan ibu semuanya,

    ReplyDelete
  21. bismillah ajjjah,,,
    untuk semua perempuan,istri, ibu,,,
    semoga diamanahkan rejeki yg barokah.amin

    ReplyDelete
  22. Huhuhu sedang mengalami ini...tiap bulan harus diminta...suka kesel deh jadinyaaa..padahal udh aq list smua pengeluaranku tiap bulan diluar makan sehari hari 😒😒😒

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an Allah memberi kesabaran untukmu ya, mbak :) aamiin. Gak bisakah dibicarakan dengan suami soal kewajibannya ini?

      Delete
  23. penghasilan sy melampaui suami, sy inisiatif menyicil rumah, kendaraan dan membeli isinya termasuk pakaian sy dan anak2. jika diminta suami srg bilang ga ada uang, kebutuhan sehari2 suami yg mengurusi tp tidak transparan, saat sy meminta transparansi suami mengatakan saya cukup tau gaji pokok saja,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling enak dan baik tentunya semua bisa dibicarakan secara terbuka ya, mbak. Transparan dalam komunikasi rumah tangga akan membuat rumah tangga tersebut mudah untuk harmonis :) Mudah2an kondisi mbak dan suami semakin baik, aamiin.

      Delete
  24. Klw suami mmberi uang hnya pas pgn beli jajanan aja gimana?
    Yg mmenuhi kbutuhan mkn stiap hri ibu dr suamiku. Aq pgn mnta uang tiap bln krna suamiku sngt mmpu jika mmberi uang.tp saya tkt sama ibunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mbak bicarakan sama suami, atau bisa juga dengan ibu mertua. Tentu lebih enak dan lebih baik kalau suami memberi nafkah langsung untuk mbak tiap bulannya, bukan dari mertua. Mudah2an Allah memberi jalan keluar untukmu mbak, aamiin :)

      Delete
  25. Enaknya klo suami sadar dengan kewajibannya....bagaimana justru suami yg mita uang sm istri...klo suami g ngasih uang sih mash bisa sabar...lah ini terang2an mita uang sm istri....rasanya itu buat saya sedih...baru nikah udah begini...saya kecewa bgt bun......

    Kadang suka nangis sendiri...nikah bukannya bisa senang...malah nambah tanggungan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan Allah kasih rezeki yang banyak untuk mbak, serta jalan keluar terbaik atas semua permasalahan mbak, aamiin. Bisa jadi itu adalah ujian untukmu mbak, sikap suami yang seperti itu adalah ujian sabar. Coba bicarakan baik-baik dengan suami. Berusahalah untuk tetap banyak bersyukur ya, mbak :)

      Delete
    2. ini nikah niatnya berenang-senang jg salah ya, tapi emang keterlaluan sih kalau suami minta uang sama istri ... yang sabar aja mba semoga ditunjukkan oleh Allah SWT jalannya

      Delete
    3. Kebalik memang ini.. Tapi ya kalau Mbak Mimi ikhlas insya Allah ada pahalanya :)

      Delete
  26. Gmn klo suami sblm menikah udh bohong... dibilang gaji sekian, ga punya tanggungan. Nyatanya setelah menikah baru ketauan semua itu bohong, gaji sangat jauh dibawah gaji saya bahkan ngasih uang belanja bulanan hanya seper-sepuluh dr gaji saya.. blm lagi ternyata suami jg pnya bnyak tanggungan. Uang belanja yg dikasih cm cukup buat seminggu.. 3 minggunya saya yg selalu harus nombok.

    Saya kepikiran mau gugat cerai aja mumpung blm ada anak (pernikahan jalan bulan ke6), dr awal suami udh bohong sm saya itu yg bikin sy ga ikhlas. Mohon masukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersikap ikhlas memang gak mudah ya, mbak. Tapi balasannya luar biasa besar dari Allah jika mbak memilih ikhlas. Kebohongan suami memang gak bisa dibenarkan. Tapi ya sudahlah, gak ada manfaatnya juga kalau mbak terus mengungkit. Soal cerai atau tidak itu pilihanmu mbak. Coba shalat Istikharah supaya diberi pilihan terbaik dan mantap untuk melangkah. Memohon sama Allah diberi jalan keluar terbaik menurut-Nya.

      Untuk masalah nafkah, wanita zaman sekarang memang sulit untuk terlalu mengandalkan suami. Kalau ternyata kebutuhan rumah tangga, mbak yang lebih banyak keluar uang, biarlah itu jadi tabungan pahala untukmu mbak. Saran saya, coba mbak bicarakan dengan suami dan juga orangtua suami, barangkali mereka bisa bantu menengahi. Dan yang paling penting berdoa, berdoa, berdoa..mohon yang terbaik. Semangat ya, mbak :)

      Delete
    2. Cerita mbak Siti ga jauh beda kok sama aku.... Sekedar cerita... Kalau laki-laki tidak mampu menafkahi istrinya, itu menandakan kalau memang laki-laki itu tidak bisa diandalkan. Kedepan jika Istri dan suami ekonominya maju dengan pesat, suami akan merasa itu hasilnya, bukan karena rejeki pernikahannya dengan istri. Psikologi laki-laki yang kurang berhasil biasanya ketika memperoleh keberhasilan, bukannya makin banyak bersyukur dan bersabar, malah makin sibuk menunjukkan siapa dirinya, bahkan kepada Istrinya lama kelamaan akan berubah. Padahal Istrinya maupun keluarga istrinya mendorong keberhasilannya selama ini. Suami seperti itu (maaf) nantinya hanya akan memanfaatkan, karena sudah terlalu nyaman sebagian besar perannya selama ini selalu ditangani oleh sang istri.
      Laki-laki itu tidak seperti perempuan. Perempuan memang mahkluk luar biasa dan punya kekuatan luar biasa untuk menjalani hidup dalam keadaan apapun. Berjiwa pendidik, pengasih dan penyayang. Laki-laki itu jiwanya adalah pesaing, ingin berkuasa, dijunjung. Coba pikirkan, setelah Istri berhasil mendorong suami hingga sukses, keluarga suami pun ikut merongrong mengharap bantuan. Awalnya tidak masalah, kita sebagai istri pastinya punya perasaan ingin saling menolong, bahkan mengangkat harga diri keluarga suami karena istri merasa menyatu dengan keluarga suami. Lama-kelamaan hal itu jadi berlebihan, permintaan tidak kunjung berhenti dan tidak masuk akal, dan ketika Istri membicarakan dengan suami, suami malah menjadikan kartu AS yang bisa digunakan sebagai bumerang kepada sang istri agar suami untuk mendapat perhatian keluarganya. Pertengkaran dimulai, biasanya itu yang menjadikan suami mulai untuk selingkuh, dari segi penghasilan hingga selingkuh terhadap istrinya dengan perempuan lain. Makin lama makin runyam, mertua ikut campur untuk membantu suami mengatur keuangan rumah tangga sampai 'menyimpan' tabungan rahasia suami. Istri kena fitnah pemboros, tidak becus mengurus rumah tangga. Nama baikpun dirusak. Mau mengajak bicara pihak keluarga suami pun tidak akan ada hasilnya. Istri dinilai tidak tahu diri, selama ini suami cukup memberikan nafkah. Akhirnya istri jadi menjaga jarak demi kebaikan bersama. Kadang jika ada acara keluarga, Istri harus menahan perasaan jika ada kerlingan mata sinis menatap ke istri. Ketika mengeluhkan kepada suami, suami hanya menilai sekedar perasaan istri saja yang sensitif.

      Delete
    3. Setelah itu saat ekonomi rumah tangga merosot, Istrilah yang harus tetap membantu menegakkan harga diri suami. Harta benda hingga Perhiasan apapun yang kita miliki, bahkan cincin kawinpun kita sebagai istri rela digadaikan untuk kepentingan usaha suami. Tapi ketika perhiasan tersebut tidak mampu tertebus (entah disengaja atau tidak disengaja) perih perasaan melanda memikirkan nasib rumah tangga. Cincin kawin sudah tidak ada harganya dimata suami. Apalagi ketika memikirkan keberadaan anak yang bersandar pada kita.
      Setelah itu ternyata usaha yang dijalani berbuah hasil, namun uang habis tidak masuk akal. Suami berubah kembali ke sifat sebelumnya. Ketika ditanya, suami malah marah2 dan mengamuk seolah-olah dia merasa Istri tidak mempercayai dirinya lagi. Meski dengan bukti segunung bahwa penghasilan itu ada, tetap suami berusaha menyembunyikan kebenarannya, agar suami tetap menjatah pengeluaran rumah tangga sesuai keinginannya, bukan sesuai yang kita inginkan.
      Suami menuntut untuk menekan dan menekan terus pengeluaran. Meski mustahil, tapi begitu mudah keluar dari bibirnya.
      Disitulah kadang perempuan merasa ingin bangkit untuk memiliki usaha sendiri. Tapi suami malah cemburu tak beralasan membatasi gerak Istri.
      Suami menginginkan istri tetap dibawah kendalinya, meski alasannya untuk membantu keuangan suami. Suami tidak akan menyetujui sama sekali. Beralasan yang bukan-bukan.
      Ketika mengetahui hal itu, perih perasaan telah dibohongi. Tapi yang ada hanya berusaha mempertahankan rumah tangga demi anak-anak. Perempuan dituntut untuk selalu bersabar dan bertawakkal. Tapi bagaimana mungkin merubah hati seseorang jika orang itu tidak menginginkan dirinya berubah.
      Itu terjadi pada aku dan mama aku,mbak Siti.... Mama Papaku cerai setelah 21 tahun rumah tangga,bahkan hampir terjadi pembunuhan karena papaku tidak terima diceraikan mama. Kalau aku masih bertahan, karena aku punya anak2. Pernikahanku sudah hampir ke 8 tahun.
      Jadi, pikirkan baik2 karena tidak mustahil itu terjadi pada rumah tangga manapun. Menurut aku,sih...Mbak siti masih pantas dapat yang lebih baik. Laki-laki yang mampu membahagiakan Mbak lahir dan Bathin. Jadi utamakan kebahagiaan Mbak Siti,ya...:)

      Delete
    4. Masya Allah, wanita memang luar biasa ya, mbak. Ditempa dengan ujian sekuat itu masih bisa bertahan. Terima kasih untuk sharingnya, mbak. Mudah2an bermanfaat :)

      Delete
  27. Duh.. sedih gimana gitu.. krn mengalami sendiri.. suami tidak memberi uang bulanan.. hanya membelikan kalau diminta, misal beras habis, minyak habis dll.. kadang krn sebal minta2 melulu, pakai gaji sendiri aja untuk memenuhi semua kebutuhan.. Semoga sabar dan ikhlas.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak, kita sebagai perempuan saat ini memang harus punya kemandirian dalam segi finansial. Semoga Allah memberi jalan keluar terbaik untuk permasalahanmu, mbak. Semangat untuk jadi perempuan hebat ;)

      Delete
  28. Mbak saya mau curhat.. saya baru menikah 6 bulan.. setelah 5 hari menikah, saya bertanya brp penghasilan suami saya , dia malah marah besar dan berteriak2 dimobil. suami saya alhamdulilah memiliki penghasilan yg lumayan tp memang dari awal pacaran sudah keliatan pelit. Dia menjalani hidup berkaca atas kehidupan orang tuanya. Sampai sekarang dia hanya memberi uang belanja untuk makan malam dan uang sabun dikarenakan saya juga bekerja. Dia juga pernah mengatakan "saya bekerja atau tidak bekerja sama saja bagi dia karena saya tidak pernah mau sharing biaya harian kami". Sekarang saya sedang hamil dan suami menyuruh berhenti kerja agar bisa menjaga anak kami. Tetapi saya pernah mencoba bertanya apakah nanti setelah saya tidak bekerja, jumlah uang yang diberikan masih sama dengan ketika saya masih bekerja. Dan jawaban suami "iya". Saya jadi sedih , kemudian saya bertanya lagi kalau saya mau buat usaha sampingan buat beli kebutuhan saya sendiri, akankah diberikan modal dari suami? Beliau mengatakan modal usaha tidak akan diberikan olehnya , saya yang harus pikirkan sendiri modal usaha saya dari sekarang dan kebutuhan saya nanti. Katanya apakah seorang ibu masih memikirkan beli baju, tas, liburan dan menelantarkan anaknya karena masih ingin bekerja. Saya sedih mbak. Saya jadi takut berhenti bekerja bukan tidak sayang dengan anak saya tetapi karena tidak mau menjadi pengemis pada saat saya tidak bekerja lagi. bagaimana sebaiknya yang saya lakukan.. trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Ricca. Jika dengan bekerja mbak bisa tetap mengurus kebutuhan suami, menemaninya saat malam hari, melayani keperluannya sehari-hari (meski tidak maksimal, karena gak ada yang sempurna), saya rasa mbak bisa tetap bekerja. Selama pekerjaan mbak tidak memberatkan mbak, dan tidak mengganggu kehamilan. Jika suami mampu memberi nafkah dengan layak, namun ia lalai dalam melakukannya, bahkan terang-terangan bersikap kikir, maka sikapnya itu gak bisa dibenarkan. Bisakah mbak meminta bantuan orangtua suami untuk menengahi permasalahan ini? Mudah2an belum terlambat untuk diperbaiki. Rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang komunikasinya berjalan lancar, jujur, dan terbuka. Jika suami menuntut mbak tetap di rumah, maka sudah menjadi risikonya untuk bisa bertanggung jawab penuh dengan segala kebutuhan mbak, apalagi ia memang mampu dalam hal ini. Kuatkan doamu mbak, dan tetap berusaha jadi istri yang baik meski suami bersikap gak baik seperti yang mbak harapkan. Mudah2an Allah kasih jalan keluar terbaik untuk mbak dan calon babynya, aamiin.

      Delete
  29. Dear mom

    aku menikah dengan seorang pegawai dan memiliki usaha sampingan yang cukup, aku pun bekerja dengan gaji yang cukup...aku hidup dengan gajiku sendiri, karena gaji suami sudah di plot untuk bayar tagihan ini itu investasi dan utang modal usaha, sisanya untuk cukup hidupnya sendiri karena kita berada dikota yang berbeda. hanya seminggu dua kali kumpul. skrg apa salah mom kalo saya kadang merasa hak saya tidak pernah dikasih padahal sampingan suami saya lumayan, katanya itu uang lelaki. apa yang harus saya lakukan mom..menerima dan membiarkan saja dan cukup menikmati gaji kerja saya sendiri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak salah kok kalau Zhee punya perasaan seperti itu, karena memang secara kodrati perempuan yang sudah menikah itu segala kebutuhannya menjadi tanggung jawab suami (dinafkahi suami). Menerima atau tidak adalah pilihan Zhee sendiri. Sebaiknya, jika memang hal tersebut menjadi ganjalan di hati (ngebatin), lebih baik Zhee coba bicarakan baik-baik dengan suami. Kalau gak bisa (gak mempan) Zhee bisa minta bantuan ortu suami atau ortu Zhee untuk membantu menengahi permasalahan ini. Sebab kalau hal tersebut Zhee diamkan saja padahal dirimu merasa berat menerimanya, lambat laun bisa seperti bom waktu yang satu saat akan meledak. Tapi kalaupun Zhee mau menerima dengan ikhlas tentunya hal ini juga baik, sebab pasti ada balasan dari setiap pengorbanan :) Salah satunya pengorbanan kita terhadap keutuhan rumah tangga.

      Delete
    2. Mudah2an Allah kasih jalan keluar terbaik untukmu, ya. Aamiin. Tetap semangat :)

      Delete
  30. Dear mom,
    Kalo aku uda 9 blan mnikah, cm 2 blan prtma aku dikasih uang belanja. Bulan" brikutnya sdah tdk prnah. Awalnya sya mnanykn mana jatah belanja namun suami mnjwab gajiku sudah ku buat nyicil utang modal usaha belanja pakek uangmu dulu lah. Pdhal cicilan modal usaha cm 1/5 dri gaji dia, dan sisa gajinya cm buat jajan sndiri. Sya mmang bkerja, stelah bulan ke3 dn stersnya sya sdah tdk prnah mminta uang belanja dan ccilan perabot rumah tngga. Terkadang sya pngen sesuatu hrs kutahan krna sya sadar kbutuhan rmah tangga hrs aku cukupi dlu sblm belanja keinginanku. Sdngkan suami dapat uang sampingan selalu dibuat jajan sndiri entah utk beli gadget, hobby nya lah dll. Dan lagi suami sllu mnuntut sya hrs tmpil cntik, sdkngn dia tk prnah blikan baju maupun alat make up. Trkadang sya nyesek melihat suami yang tak tahu kewajiban sprti itu!. Slma ini sya hnya brusaha sabar dan berharap suami sya sadar. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, soal tanggung jawab suami mengenai nafkah memang cukup sulit untuk dipaksakan, mbak. Kalau pada dasarnya suami gak sadar akan tanggung jawab atau kewajibannya, maka dia akan merasa dirinya benar. Kalau menurut mbak pihak mertua bisa menengahi masalah ini, bisa di coba untuk meminta bantuan mereka, kok. Saya rasa kalau mbak terus menerus diam padahal hati merasa berat, lama kelamaan hal ini bisa menjadi bom waktu yang satu saat akan meledak. Kecuali kalau mbak memilih untuk ikhlas menerima, tentu ini menguntungkan mbak, karena mbak dapat banyak pahala. Tapi sebagai manusia biasa, kita pasti punya rasa lelah.

      Kalau mbak hanya berharap suami sadar tanpa melakukan usaha untuk membuat perubahan, ya sulit mbak :) Ayo mbak, semangat perjuangkan hakmu namun tetap dengan cara yang baik..

      Delete
  31. Suami q penghasilannya besar tapi aq ga pernah tau berapa. Dia kasih duit bulanan memang banyak, kalo ditotal sm fasilitas cc jd 10 jt lebih. Tapi kalo dibanding kebutuhan kerasa duit itu masih ngepres. Bukan karena saya lho, saya orangnya hemat, baju sy jg murmer semua yang penting tetep pantas. Saya ga pake perawatan ini itu krn emang ga suka, takut kulit rusak. Kosmetik jg merek biasa saja, itupun jarang dipake. Iuran sekolah, iuran ini itu udah berapa jeti sendiri. Tapi, ga masalah lah ya, pendidikan anak kan investasi. Masalahnya suami sy suka ngajak jalan, makan mau standar resto tp minta sy yg bayarin, oalah...kl dah hari minggu bs habis 400 rb buat makan2 n jajan, kadang lebih. Makan n jajan sehari2 jg dia maunya yang gimana gitu. Jd pusing pala berbi. Dia mah suka bandingin gmn dgn orang yg gaji umr. Dalam hati gw, ya elah, kl orang gaji umr tuntutannya ga kaya lu kali, jd bisa2 aja cukup. Tyang nyebelin lagi ni suami sy ngasih uang belanja suka lambat2, kadang udah sampe tengah bulan. Saya ingetin berkali2 eh malah dia yg marah. Mungkin krn dia pikir sy kerja n punya uang. Padahal pendapatan saya mah kecil, cm sekitaran umr, n itu demi dia n anak2 sy rela kerja yang duitnya ga tll banyak asal punya waktu lebih banyak di rumah. Sebel!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, lumayan boros ya mbak suaminya.. hehe.. Apa pernah coba buat pos-pos pengeluaran. Uang untuk ini sekian, untuk itu sekian. Minta suami untuk ikut andil. Kasih suami rinciannya. Misal uang untuk makan di luar berapa budgetnya. Kalau suami ngasih tengah bulan, coba pelan-pelan diatur supaya uang setap bulannya bisa cukup sampai pertengahan. Anggaplah mbak nerima gaji dari suami ya tengah bulan itu. Mudah-mudahan mbak tetap punya banyak alasan untuk selalu bersyukur dan bahagia dengan suami :)

      Delete
  32. Assalamualaikum mba..
    Saya mw curhat tpi sbnarnya ini aib dlm RT. Suami punya pnghsilan tiap bln tpi utk kebutuhan RT dia sll beli sendiri sampai perlngkapan atau urus daput dia beli (♡sayyur lauk ikan dll) klo beras dri mertua. Gmna y mba saya sbgi istti kadang mtasa tak dihargai sebab apa salahnya dia kasih uang jdi sy bisa penuhi kbutuhan yg utama dapur. Juga merasa klo suami ga percaya dgn sy mnggunakan uang. Bahlan stlah blnja dapur dia pun mau masak atau buat makann utk kami kbtuln punya 2anak cewek. Yg kecil masih ASI. Sy ga mw minta uang krn pernah dlu tpi dikasih cuma pas utk blnja sayur + ikan aj. Jadi sjk itu ga akan mw lg krn kesan ya sy sibebani saat minta uang. Dulu saya sblm punya anak bekerja jd trbiasa dgn kbutuhan cukup m belanja sndri. Skrg minta.. jafi ga enak shrusnya kan qt dlm RT tau apa hak n kwjiban. Tlong saran donk mba krn lg nyesek smpi agk kurus mikir jd beban mau ngomong takut marah. Krn mmg urusan uang senstif. Tq b4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam mbak :)

      Yang mau saya garis bawahi terlebih dahulu adalah kalimat "jadi beban, mau ngomong takut marah". Saran saya yang utama, bicarakan apa yang mbak ingin katakan pada suami yang selama ini membuat mbak merasa terbebani. Sebab, kalau hal itu terus menerus mbak pendam, khawatir satu saat akan meledak juga. Coba sebisa mungkin untuk dibicarakan. Kejujuran, keterbukaan, dan komunikasi yang lancar adalah pondasi penting dalam sebuah hubungan suami istri. Bisa jadi suami punya alasan di balik sikapnya itu (yang mbak gak ketahui). Menurut saya apa yang suami mbak lakukan bisa saja dilihat dari sisi positif, misal: suami mbak melakukan itu semua untuk mempermudah mbak, jadi mbak gak perlu cape belanja dan memasak. Saya melihat ini hanya masalah komunikasi aja mbak. Kecuali kalau setelah komunikasi soal ini suami tetap gak berubah, baru dicari apa sebab dan gimana solusinya. Soal suami marah, rasanya ini hanya soal pintar2nya mbak aja mencari waktu dan cara yang tepat, kok :) Semangat mbak, semoga ada banyak sisi positif yang mbak bisa ambil dari semuanya, aamiin.

      Delete
  33. Saya menganggap suami yang sadar akan memberi uang extra untuk istri bila ada kelebihan rejeki. Bukan apa-apa, karna ada suami yang berpendapat asal istri sdh kenyang dan tdk kehujanan sudah cukup. Padahal sesekali memperhatikan kebutuhan / menghibur istri dengan apa yang istri suka, akan baik hasilnya. Istri akan lebih semangat lagi mencurahkan perhatiannya untuk anak-anak. Ada lhoo ... istri yang malu minta, akhirnya kejenuhan menyerang. Bukan kurang syukur...Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mak, keduanya harus saling mengerti, tau sama tau lah, hihi..

      Delete
  34. Selama 26th meningkah suamiku tak pernah memberiku uang baik sbg uang belanja ataupun nafkah krn kebetulan aku bekerja dgn gaji yg jauh lebih tinggi. Semua kebutuhan rumah tangga termasuk biaya anak kuliah pakai gajiku bahkan kadang2 kebutuhan bensin mobil suami minta padaku bahkan suamiku selingkuh dgn wanita lain aku pasrah dan menerima aja bertahun2 kadang hanya bisa menangis tersedu2. Kalo kutanya kenapa selingkuh dan tak pernah memberiku uang malah marah. Jadi aku hanya bisa meratapi nasib demi anak2 dan keutuhan rumah tanggaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah mbak, luar biasa pengorbanan mbak untuk rumah tangga. Insya Allah semua pasti ada balasannya mbak. Kalau hal itu sudah berjalan selama 26 tahun, sepertinya saat ini mbak memang sudah dalam tahap pasrah alias legowo ya, mbak.. Kalau mbak bertahan selama puluhan tahun, saran saya..sekarang mbak perkuat lagi kesabaran dan keikhlasan mbak untuk semua yang mbak lakukan demi rumah tangga. Kalau untuk mengubah suami tentu bukan hal yang mudah, apalagi suami juga sudah terbiasa dengan keadaan ini (tidak menafkahi). Soal selingkuh, mudah2an itu tidak berlanjut ya, mbak. Itu jadi cerminan gak baik untuk anak2 mbak terhadap figur ayahnya.

      Delete
    2. Mbak Siti..nasibku kok sama sama saya yaaw..yuuk sharing perasaan

      Delete
  35. Saya suami yang ingin curhat. Selama ini semua gaji beserta uang bonus saya berikan semuanya ikhlas karena kewajiban saya. Tetapi istri terbuai akan berharap lebih, karena merasa bisa memacu saya lagi untuk mengambil uang sampingan lebih banyak lagi (disatu sisi uang yang saya berikan nilainya fluktuatif karena saya wirausaha, sudah puluhan juta per bulan masih kurang juga karena ada sebagian hutang istri masa lalu yang hingga kini dibawa-bawa, hutang istri tidak lain adalah uang entertainment istri terhadap rekan kerjanya sewaktu meeting, kebanyakan utk mengajak makan, membeli parsel, kue, dll utk melancarkan proses negosiasi, gaji istri sebagian habis untuk ini hingga beberapa bulan kedepan mungkin... kasus diatas saya anggap negatif, & sisi positifnya, istri berinvestasi lebih untuk masa depan sekolah anak kami & kebutuhan keluarga). Jujur buat saya berat sekali disuruh ikut menanggung beban kerja istri, sementara disuruh berhenti kerja pun tidak mau karena alasan sudah kerja nanggung dan phobia berlebihan/kawatir kalau dipandang rendah oleh ortu saya, istri selalu membanding-bandingkan saya dengan penghasilan saudara2 saya yang dia anggap lebih besar dari saya, naudzubillahi minzalik saya katakan ini..Karena belum tentu benar adanya, tetapi istri tetap tidak percaya. Kalaupun berdialog dengan ortu saya, ia sepeti terzalimi rasanya, tapi itu kan hanya 'rasa' / pengaruh syaiton saja, belum tentu benar adanya, dan baru sebatas 'kalau', tapi istri sudah su'udzon yang tidak2 dengan mebuktikan perkataanya benar dangan membandingkan/ menganalisa prilaku ortu saya di momen2 lalu kalau ortu saya secara atau tidak sengaja mungkin menyakiti hati istri dan dianggap itu mendzalimi, sangat tidak bisa diterima. Padahal menurut saya itu hanya masalah gaya bahasa ortu/biasa saja didengar oleh saya dan sama sekali tidak berniat menzalimi. Kalau pun menzalimi pastilah ada tanggapan2 /dukungan ke istri saya dari saksi saat itu kan? bahwa ini benar ortu saya menzalimi.
    Tetapi kenyataannya tidak ada yg mengatakan ortu saya menzalimi...
    kompleks & aneh.
    Kesimpulannya adalah istri hanya mengarang-karang pembenaran yang di'iyakan'.
    Itulah sebab tidak berdasar sang istri tidak mau berhenti kerja, walaupun INGIN sekali berhenti, tetapi merasa ada cerita/selentingan dari keluarga saya sehingga tidak jadi berhenti bekerja.
    Kembali lagi, saya tidak mungkin mengambil uang 'sampingan' yang belum tentu halal. Istri selalu mengkonversikan uang tsb dijadikan halal dengan menyuruh saya mengada-ada pelaporan dana kepada atasan saya dengan alasan utama adalah ini keringat suami, yang mesti dibayar mahal.
    Saya selau berpikir positif menahan emosi, berceramah ini itu kepada istri, kalau semua ada batasnya, tetapi malah dikomentar balik bahwa saya akan malas kerja jika semua dilihat ada batasnya melulu. Suatu hari istri juga pernah dengan emosional membandingkan dan berandai-andai jika dia menikah dengan mantan kekasihnya sebelum kami menikah, hidupnya pasti jauh lebih baik ddibandingkan kini. naudzubillahi minzalik. Tapi berhasil saya redam dengan berceramah ini itu.
    kadang pula ia mengancam untuk..... dengan saya (semoga tau maksudnya ya?)
    Tolong saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah kalau bapak sudah memberikan semua nafkah untuk istri. Kalau istri merasa gak cukup dengan uang sebanyak itu, coba di cek lagi bisa jadi gaya hidup atau pengeluaran keluarga bapak yang memang gak sesuai dengan pendapatan. Jika istri mempunyai hutang, sebenarnya suami memang yang menjadi penanggung jawabnya. Sebab, seorang suami memang bertanggung jawab terhadap istrinya, termasuk jika istri mempunyai hutang. Maka sebaiknya ikhlaskan saja, jika bapak harus ikut menanggung. Toh, akan jadi pahala buat bapak. Mudah2an rezeki bapak semakin lancar, sehingga hutang2 segera lunas. Dan ingatkan istri agar jangan sampai berhutang lagi.

      Soal hubungan istri dan orangtua bapak, bisa jadi itu hanya kesalahpahaman. Cobalah untuk bapak bisa bersikap netral. Karena biasanya, kalau seorang suami terlalu membela ibunya, sementara istri malah disudutkan, sang istri justru akan merasa semakin anti dengan mertuanya. Sebaliknya, kalau bapak bisa bersikap netral dan malah merangkul istri untuk bisa damai dengan mertua, lama kelamaan istri pun akan bersikap biasa saja dengan mertuanya.

      Soal uang sampingan yang diperoleh dengan cara yang gak halal, dan bapak menolak melakukannya, tentu itu langkah yang tepat. Beri pengertian pada istri secara baik2, mudah2an lama2 ia juga akan mengerti, aamiin. Jika istri sedang emosi sebaiknya bapak bisa bersikap sebaliknya, karena emosi ditanggapi dengan emosi gak akan ada beres.

      Ancaman dengan menggunakan kata2 cerai yang diucapkan istri pada suami tak akan menyebabkan jatuh talak. Sebaliknya, jangan sampai bapak ikut terpancing, dengan membalas hal itu, misal bapak mengatakan: "Ya sudah kita cerai saja", ini bisa membuat jatuh talak, jadi sebaiknya suami yang harus berhati2 pada kata2 cerai.

      Solusi yang terbaik tentunya diperoleh jika kedua belah pihak sama2 berniat ingin memperbaiki rumah tangga, gak bisa sepihak saja. Harus ada komunikasi yang jujur dan terbuka untuk membiacarakan masalah ini dan mengambil jalan tengah untuk kedua pihak.

      Mudah2an Allah kasih jalan keluar terbaik, aamiin.

      Delete
    2. Mb mhn saran anak2ku sering memergoki ayahnya bbm man dgn kata2 sayang saling berkirim vidio maupun foto dgn wanita lain anak2ku jadi membeci ayahnya krn beranggapan ayahnya tlh berselingkuh dan ternyt anaku sdh mengetahuinya sejak bertahun2 yll hingga skr hp suami biasa dipasword tapi anaku2 bisa mbobol bahkan skr hp ayahnya dikerjain di restart diam2 saking jengkelnya anak. Anak2 rupanya tak mau cerita ke saya krn kuatir ibunya sakit hati jadi masl itu anak2 simpan sendiri dan jg bertindak sendiri. Ketika ayahnya marah2 krn hpnya tiba2 terkunci dan terhapus paswordnya barulah anak2 cerita ke ibunya bahwa anak2lah yg ngerjain ayahnya krn merasa sama ibunya.bgm menyikapi ini mb wong suami mmg punya kebiasaan dekat dan mesra pada wanita lain

      Delete
    3. Mengubah kebiasaan buruk memang gak mudah mbak. Sudah dinasehati saja seringkali gak berubah, apalagi kalau kita bersikap diam. Yang terpenting saat ini adalah mbak memberi pengertian pada anak-anak agar bisa menyikapi semuanya dengan bijak. Coba cari jalan keluarnya, bicarakan bagaimana baiknya ini dengan anak2, karena seorang ayah yang berprilaku negatif tentunya memberi cerminan yang gak baik untuk anak2nya. Semoga Allah memberi solusi terbaik untuk masalah mbak, aamiin.

      Delete
  36. Saya mau curhat sedikit engga banyak jga juga engga :D

    Ceritanya saya sama suami ini pasangan muda, kita baru menikah 2 taun alhamdulillah udh dikasih rezeki putri yg cantik.

    Suami saya termasuk org yg baik ga pelit dlm hal uang, klo dia lg ada uang saya slalu bisa ngerasain hasilnya, minta apa aja pasti diturutin, alhamdulillah dia suami yg royal bgt sama istri.

    Tapi ada satu kekurangannya yg akhir2 ini bikin saya capek juga, slama ini kita cari rizki via jualan online, ga cape ga panas2an bisa sambil tiduran atau sambil ngapain aja juga bisa, tp smakin kesini kebutuhan kita smakin bertambah, dan kalau cuma online aja kayanya kurang cukup.

    Kita pilih jalan baru utk membuka pintu rizki yg lain, dan tetap bukan kerja kantoran yg punya bos atau peraturan yg ketat. Mau kerja jam brapa smpe jam brapa bebas. Disitulah masalah suami dan saya sepertinya :(

    Suami saya semenjak kerja itu klo mau berangkat keliatan ga semangatnya, mukanya rada BT tp sok ga mau ditunjukin.

    Stiap mau jalan kayanya dia jd angkuh dan saya ga boleh salah sedikitpun atau dia bakal marah2.

    Itu waktu ituu, klo skrg beda lg, stiap mau berangkat kayanya ada aja keluhannya, ya pusing lah, ya pilek lah. Nnti pas smpe rumah jg sama kaya gtu. Bsok pagi bangun tidur seger lg tp tau2 pilek lg.

    Jujur aja saya capek ngeliatnya, saya yg dirumah jd berat ngelepas dia klo mau jalan kerja. Takut dia sakit, takut kecapean, tp justru itu senjata buat dia. Mungkin saya su'udzon sama suami sendiri, tp saya jd mikir apa suami saya kurang semangat kerja2 yg nguras tenaga, krn dulu sempet kerja kantoran, smpe rumahpun rasanya tenaganya udh abis, smpe rumah lngsung tidur ga ada sma skali ngobrol2 cerita2 sama istri. Sementara temen saya suaminya pulang kerja masih bisa pergi nonton atau makan diluar :(

    Suami saya emg dr dulu hidupnya slalu senang, uang gampang tinggal minta,sedangkan saya pernah ngerasain yg namanya hidup pas2an jd saya bener2 ga mau anak2 saya ngerasain itu.

    Saya cuma mau suami saya semangat dlm cari uang, jgn bentar2 cape, ngeluh, wlpn ngeluhnya ga secara langsung. Dan dia tau saya paling ga bisa liat dia sakit, saya lngsung jd org yg paling2 khawatir bgt, tp justru itu yg jd senjata dia kayanya :(

    Saya kan jd khawatir trus, masa suami mau nyari uang ga semangat ga bergairah. Klo itu saya mngkin gapapa krn saya ga ada kewajiban cari nafkah, tp klo itu suami gmn jadinya? :(

    Saya bingung harus gmn, stiap ngebahas ini dia pasti marah dan kita jd ribut besar.

    Tolong sarannya yaa bunda2 :(
    Makasii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada pepatah yang kurang lebih seperti ini: Jadikan hobimu sebagai pekerjaanmu, maka kamu tak akan pernah merasa bekerja seumur hidupmu. Rasanya ini cocok untuk suami mbak. Kalau selama ini mbak melihat suami sepertinya kurang semangat bekerja, bisa saja hal itu karena suami mbak belum mencintai pekerjaannya. Mbak bisa bantu suami menemukan pekerjaan yang beliau sukai. Coba lihat hobi nya, apakah ada yang bisa digali sebagai ladang menjemput rezeki. Berdasarkan cerita mbak, suami mbak tampaknya adalah orang yang baik, gak pelit. Insya Allah kalau suami mbak sudah enjoy dengan pekerjaannya kehidupan rumah tangga bisa lebih harmonis lagi ya, mbak :)

      Delete
  37. Suami saya justru parah sekali. Istri gak pernah dijatah bulanan, eh malah penghasilan istri dr hasil nyicilin barang2 malah dihabisin juga. Gimana gak mangkel banget cobaa??giliran dinasehatin malah saya nya yg salah. Bilangnya klo wanita pegang uang bahaya, bisa belanja ini itu.gimana yg mau belanja, dikasik uang aja kagak.modal nyicilin barang jg dr sy sendiri gak minta k suami.eeeh malah diembat juga.Suami kikir sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luar biasa menguras emosi ya, mbak..menghadapi orang yang kikir. Dalam islam, untuk suami yang kikir, seorang istri bisa mengambil uang suaminya demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Namun dengan syarat hanya mengambil seperlunya saja sesuai kebutuhan rumah tangga. Bagaimanapun istri memiliki hak nafkah, dan suami memiliki kewajiban menafkahi. Semoga Allah memudahkan rezeki mbak dan keluarga, aamiin.

      Delete
  38. Klo masalah suami berpenghasilan tidak tetap boleh ga kita sering nuntut? Klo nuntut dibilang kurang bersyukur. Klo saya kerja ga dikasih. Tp alhamdulillah ortu saya sll bantu urusan keperluan keluarga kecil saya yg padahal bkn tanggung jawab mereka lg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung kondisinya mbak, kalau misalnya suami memang memang bakhil atau kikir, wajar aja kalau kemudian istri jadi sering menuntut karena memang kurang diberi haknya. Kalau melihat dari perbuatan suami, dimana saat mbak bekerja, suami jadi gak ngasih uang maka bisa disimpulkan kalau suami mbak kurang mengerti akan tanggung jawab nafkah kepada istri. Di sisi lain, mbak bersyukur karena orangtua masih bisa membantu urusan keuangan. Mudah2an mbak bisa fokus pada sisi positifnya ya, supaya bisa tetap bersyukur :)

      Delete
    2. iya mbak, pengen sekali rasanya saya bisa bersyukur. tp suami jd keenakan nyantai ga kerja keras krn tau ortu sy mampu membiayai keperluan rmh tangga sy. dlu wkt sy tinggal di rmh mertua, suami sy berusaha cari uang krn keluarga suami sy tergolong pas2an. tp semenjak tinggal di rmh ortu sy, suami sy jd malas2an. sy aja yg anaknya merasa membebani ortu sy krn ortu sy udah pensiun tp msh hrs menanggung keperluan rmh tangga sy. bgmn ya mbak menyikapinya?

      Delete
    3. Coba komunikasikan dengan suami, mbak. Ungkapkan kalau mbak merasa gak enak membebani orangtua, dan minta suami untuk bisa bekerja lebih giat lagi demi keluarga. Kalau gak bisa, ada baiknya mbak tinggal mandiri (kalau memang sudah punya rumah sendiri), supaya gak bergantung dari orangtua. Bisa juga mbak meminta bantuan orangtua untuk ikut menyemangati suami agar lebih giat lagi bekerja :)

      Delete
  39. saya seorang suami yg diusir dr rmh oleh istri sy,sdh hmpr 3bln sy tidak diperbolehkan ke rmh.. klo sy plg ke rmh dia ancam sy untuk gugat cerai..permasalahnya menurut istri sy kurang tgg jwb,dan sll mencaci maki dia..jujur penghasilan lbh besar istri sy drpd sy,tp semua penghasilan sy kasih ke istri semua tdk speser pun sy pegang tp menurut dia itu tdk setimpal,malah skrg di selingkuh dan ingin menggugat cerai sy,,tp sy tdk mau menceraikanya krn sy sayang dgn istri sy wlwpun dia sdh menyakiti sy dan menyelingkuhi sy,sy tetap ikhlas memaafkan istri sy,seandainya dia mau kembali dengan senang hati sy menerima dia lg.. nah yg jd pertanyaan sy..sy adalah suami yg salah atau tidak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba bapak introspeksi diri dulu, apa benar yang istri bapak bilang, kalau bapak kurang tanggung jawab dan suka mencaci maki. Jika benar hal itu yang mendasari perbuatan istri bapak saat ini, maka bapak sebaiknya perbaiki diri dulu kemudian tunjukkan bahwa bapak berusaha memperbaiki diri dan bisa berubah sedikit demi sedikit demi istri, apalagi jika bapak memang sayang terhadapnya, maka jadikan rasa sayang itu sebagai motivasi. Mudah2an masih ada kesempatan untuk bapak dan keluarga bisa kembali bersatu dan harmonis, aamiin. Saya gak bisa bilang siapa yang salah di sini karena gak tau detailnya. Tapi yang pasti semua orang gak luput dari kesalahan. Begitupun bapak dan istri masing2 tentu memiliki kesalahan. Perkuat usaha bapak untuk kembali pada istri dengan doa juga ya, pak..

      Delete
  40. Saya selalu bersedih dengan keberadaan suami, semua penginnya serba gratis...suami pekerjaannya tidak tetap, sehingga jika diminta tanggung jawabnya untuk memberikan nafkah, selalu bilang tidak punya uang...Ya Allah kenapa aku bertemu suami spt ini...Ya Allah, giliran dia punya uang tidak terpikirkan kebutuhan keluarga (aku + anak2)...uangnya hanya untuk rencana-rencana dia sendiri..Alhamdulillah saya bekerja, tapi penghasilan saya habis untuk kebutuhan anak2 dan rumah tangga....Ya Allah..ampuni saya Ya Allah...Bapak+Ibu..tolonglah aku beri aku pencerahan....sekarang suami pergi atau tidak, saya merasa dia tidak ada berguna di keluarga ...mendidik anak juga tidak, membimbing saya juga tidak...dan ketika saya terlilit hutang..suami pergi entah kemana?...Ya Allah ampuni saya.....ampuni saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, pekerjaan yang tidak tetap tak bisa dijadikan alasan untuk suami lalai dari tanggung jawabnya menafkahi keluarga. Berusahalah untuk tak mengeluhkan keadaan mbak, sebab jalan hidup setiap manusia itu beda-beda mbak. Ini ujian untuk mbak, artinya ini kesempatan untuk mbak bisa meraih pahala banyak dari kesabaran dan keikhlasan mbak menjalani rumah tangga. Mbak harus bersyukur masih diberi kekuatan untuk bisa mencari nafkah untuk keperluan mbak dan anak2, tanpa harus 'mengemis' dari suami. Percaya deh, nafkah yang mbak berikan untuk anak2 akan jadi kebaikan (sedekah) jika mbak ikhlas. Tetaplah berprasangka baik dan berpikir positif mbak, serta bersyukur :)

      Delete
  41. Mohon pencerahannya bunda..
    Sy seorang istri pny ank 1.suami bekerja dan gajinya sy pegang.tp yg buat hati sy mengganjal.stiap pengeluaran sll dtny buat ap aj.kok uangnya cpt amat udh abis.jd sy takut sndri kl mau ngambil uang di atm.pdhl kebutuhan banyak.ms iya sy hrs laporan ini it kmn aj uangnya sy pke.jd untuk ap fungsi sy dlm mengelolah gaji kl dy sy tdk percaya.merasa tdk dihargai dan tdk dipercayai :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dibicarakan dengan suami, mbak utarakan dengan terbuka supaya semuanya clear. Apa unek-unek mbak, keinginan mbak dan saran mbak untuk persoalan itu. Soalnya kalau hal ini hanya mbak pendam aja juga gak baik. Apa suami tipe yang terlalu berhitung soal uang, sampai beliau bertanya sedetil itu dan merasa uangnya cepat habis? Tapi kalau memang mbak gak keberatan untuk merinci setiap uang yang terpakai, bisa aja dicoba mbak. Mbak dan suami sebaiknya temukan cara yang sama-sama enak untuk masing-masing mengenai pengelolaan uang. Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan nyaman mbak :)

      Delete
  42. mohon pencerahannya ya bun....
    saya seorang istri sudah menikah 6 tahun dan belum di karuniai anak. selama pernikahan kami suami saya tidak pernah memberi saya nafkah. sekarang ini kami ada masalah keuangan, suami mendesak saya untuk minta tolong ke keluarga saya, khususnya adik saya. saya tadinya gak mau, krn saya bilang itu permasalahannya. tapi krn di desak terus akhirnya saya ngomong ke keluarga saya. dan hasilnya adik saya bukan tidak mau membantu, tapi dia mempertanyakan kemana uang hasil kerja kami. dan dia juga mengatakan kami belum punya anak jadi bisa menyimpan uang. saya sedih dengarnya mbak. jujur saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saya. selama ini saya bekerja dari pagi hingga sore hanya untuk menghilangkan stress. suami saya tidak pernah memberikan saya uang. justru malah saat ini saya membantu suami untuk bayar cicilan motor, beli beras, beli sabun. suami saya hanya beli sayur saja. dan selama ini keluarga saya tidak tahu kalau saya tidak di beri nafkah saya menutupi semuanya sendiri. pernah sekali saya mengadu dengan mertua saya, justru jawaban mertua saya menyakitkan hati saya. kata mertua saya, kalau nggak sanggup hidup dengan anaknya tinggalkan saja anaknya. sejak saat itu saya gak berani ngomong lagi dengan mertua saya, saya hanya pendam sendiri. sekarang ini yang buat saya frustasi sejak kejadian pinjam uang tersebut hubungan saya dengan adik saya tidak harmonis lagi dan sekarang juga hubungan saya dengan ibu saya juga tidak harmonis. saya sedih, saya gak bisa kalau harus bertengkar dengan ibu saya. saya jadi marah dengan suami saya, kenapa dia harus mendesak saya untuk pinjam uang dengan keluarga saya. sekarang ini malah dia menyuruh saya untuk menjual emas saya hasil dr krj krs saya. saya gak mau, krn sy blng dgn dia ini hsl keringat saya jd saya gk akan menjualnya. cukup sudah selama 6 thn ni saya membantunya.tapi yg dy katakan ke saya klu sy tdk bantu dia, dia akan meninggalkan saya..jadi apa yg harus saya lakukan? saya benar2 bingung bun...skrng yg ada di pikiran saya, bagaimana cr nya agar hubungan saya dgn ibu saya membaik. krn suami sy kt nya gak mau kerumah ortu sy lg hanya krn gk di kasih pnjm uang. mohon solusinya bun....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mbak baru sempat saya balas :) Saran saya mbak harus menentukan sikap. Suami yang selama pernikahan tak memberi nafkah adalah sebuah kesalahan. Sebaiknya mbak ungkapkan unek2 mbak soal suami yg gak menafkahi, pada suami mbak. Bagaimanapun suami punya kewajiban, bukan hanya menuntut hak saja. Tapi kalau mbak memang mau ikhlas menerima suami yg bersikap seperti itu, tentu Allah gak akan menyianyiakan pengorbanan mbak. Risikonya, mbak harus bisa sabar luar biasa, termasuk saat harus menutupi hal itu dari orang lain, dan berpura-pura seolah rumah tangga mbak baik-baik saja. Itu pastinya jadi beban buat mbak.

      Soal suami yang marah pada pihak keluarga mbak karena gak dikasih pinjam uang, ini juga sudah jelas salah. Saran saya, gak ada salahnya kalau mbak bersikap 'tegas' pada prinsip mbak, mau bagaimana. Selalu ada pilihan terbaik yang bisa diambil. Mohon petunjuk kepada Allah melalui shalat. Semua pilihan tapi pasti ada risikonya. Semangat mbak :)

      Delete
  43. Mohon saran dan masukannya,
    Saya akan segera menikah, calon suami saya menabung sendiri u/ biaya melamar saya karena ayahnya sudah tidak ada. Saya sebenarnya tidak masalah untuk menikah sederhana walaupun hanya dengan syukuran di rumah pun tak masalah, krn saya percaya dia orang yg bertanggung jawab & akan menafkahi saya dengan baik. dan penghasilannya pun cukup untuk rumah tangga, hanya saja jika untuk sebuah pesta pernikahan yg biayanya sudah pasti besar dia tidak mampu & tidak ada ayah yg bisa dia andalkan u/ meminta. & orang tua saya kebetulan cukup mampu & menginginkan pesta pernikahan yg pantas buat anaknya, jadi sebagian besar biaya ditanggung orang tua saya. dari segi pembelanjaan hantaran & emas saya hanya beli yg penting2 & sedikit saja u/ menghemat uang calon suami. kami punya kesepakatan untuk mendatangkan tetua dr keluarganya yang di luar pulau u/ datang & kami sudah sepakat untuk menanggung 2 orang dengan uang kami. tapi belakangan pihak keluarganya menambah meminta bantuan u/ keberangkatan anaknya lagi, saya merasa kurang adil rasanya di saat saya berusaha berhemat & orang tua saya yg memberi banyak bantuan tetapi dia justru menambah pengeluaran untuk keluarganya di luar kesepakatan awal. wajarkah jika saya merasa keberatan?
    Note : Keluarganya bukan bukan saudara kandung & orang tua, tetapi sepupu & paman/bibinya. Jika bantuan ini untuk ibu atau saudaranya saya gak akan keberatan sama sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mbak, saya telat balasnya. Saran saya, utarakan keberatan mbak kepada calon suami secara terbuka dan jujur. Gak perlu merasa gak enak atau sungkan kemudian berpura2 seolah semua baik2 saja padahal enggak begitu. Saya rasa keberatan mbak adalah hal yang wajar. Sebaiknya, sebelum menikah mbak perlu tau dulu seperti apa calon suami yang akan mbak nikahi, seperti apa lebih dan kurangnya, agar tak ada sesal di kemudian hari :)

      Delete
  44. Mbaa mohon bantuan pencerahannya donk...
    Kami pasangan yg baru 3 tahun menikah. Alhamdullah punya baby 1.
    Dari awal saya menikah memang saya bekerja dan suami saya bekerja. Tetapi dr awal pernikahan saya sampai 1 tahun nya saya tdk pernah tau brp gaji suami saya. Dan saya pun tdk pernah mau bertanya. Dr segi kebutuhan pun utk saya sendiri tdk pernah di kasih sampai tahun ke 2. Mungkin krna alasan saya punya penghasilan sendiri. Tp memang saya gak pernah minta dan kebutuhan apaoun yg saya mau saya beli sendiri termasuk kebutuhan suami. Suami kepengen ini itu dgn isyarat insya allah besok nya ada.
    Di tahun ke 3 saya memang d beri tahu dgn sendirinya brp gajinya. Tp yg d beri tahu dgn nyatanya berbeda (separuh lebih banyak dari nyatanya). Saya tiap bulan harus liat sms banking dgn cara diam2. Dari situ saya tau.
    Memang setelah saya punya anak dan berhenti bekerja krna kmren program. Anak dijamin bener2. Tiap bulan belanja rumah di belikan walopun dy yg bayar. Dan saya di kasih jatah bulanan yg cukup utk bayar ini itu dan sisanya harus cukup sebulan utk dapur. Tp kenyataan nya itu gak pernah cukup krna liat hrga2 pasar sekarang. Uang sisanya tiap bulan 500rb. Kalau saya minta uang lg saya d bilang uang terus lah.. boros lah.. gak prihatin lah.. padahal saya tahan apapun yg saya pengen trrmasuk makanan.
    Jadi kalo saya pengen beli cream muka ato keb saya sendiri saya harus usaha dulu cari uang dgn jualan online. Itupun saya di omelin gara2 dibbilang emangnya gak cukup uang yg di kasih. Kemana aja.. yah dibbelikan lah... saya kan jd bingung
    Sampai saya selalu catat uang yg d kasih dgn yg di keluarkan. Dan saya slalu kasih liat ke suami. Kadang belanja pun saya send resi pembeliannya.

    Mohon bantuannya saya harus seperti apa menanggapinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf telat nih, mbak. Nampaknya komunikasi mbak dan suami gak berjalan secara terbuka. Terlihat dari mbak gak pernah bertanya berapa besar gaji suami, padahal pertanyaan seperti itu adalah sangat wajar untuk dibicarakan. Apakah memungkinkan kalau mbak mencatat semua pengeluaran beserta struk2nya untuk kemudian diberikan pada suami? Minta suami mengecek itu semua, apakah beliau ingin cara seperti itu? Saya rasa seorang suami seharusnya tak sampai bersikap begitu, kecuali nyata2 istrinya boros / mubadzir / gak amanah.

      Saran saya, bicarakan itu semua pada suami, unek2 mbak jangan disimpan sendiri. Membangun komunikasi yang nyaman, terbuka, dan jujur dengan suami memang gak mudah, tapi mudah2an belum terlambat, aamiin. Komunikasi adalah kunci hubungan yang harmonis.

      Delete
    2. Mba..hampir sama dengan sy masalah nya. Kalau sy sudah coba bicarakan pd suami,awal nya dia terima dan mengerti tapi kelewat seminggu kalau jatah mingguan habis,dia bilang lagi ko udah habis lg.padahal Sy irit2 bgt malah kadang ini muka sampe ga terawat krna utk beli cream muka aja sy takut disalahkan atau merasa bersalah. Sedangkan suami,utk kesenangan dia begitu boros 1:3 dari jatah harian. Ke teman2 nya dia ga pernah sayang uang,tapi ke sy yg memang kewajibannya,dia ngerasa berat padahal anak sy udah 3😞 . Rasanya pgn kerja lg,tapi dia mengancam akan menceraikan sy jika nekad bekerja.

      Delete
    3. Maaf telat balas. Dilema ya, Mbak :) Tentu gak mudah memberi pengertian pada suami mengenai hal ini. Apalagi jika suami sudah 'kekeuh' dengan pendiriannya dan merasa dirinya benar. Mbak bisa minta bantuan orangtua suami untuk menengahi. Perlu ditekankan bahwa setelah menikah, uang suami adalah uang istri juga, jadi istri memiliki hak untuk ikut andil dalam pengelolaan uang (boleh ikut mengatur berapa jumlah kebutuhan sehari-hari yang harus suami berikan sesuai dengan gajinya).

      Delete
  45. Pernikahan saya dan suami sudah 7 thn, dan Alhmdulillah sudah dkruniai 1 putri n 1 putra..
    Tap bun, tempat kerja suami saya gulung tikar dan suami saya jadi pengangguran. Sudah 5 thn suamisaya nganggur. Saya sdh cb untuk bicara baik2 supaya dia mau cri krja atu usaha apa lah yg pnpntg halal. Yg saya kesal suami saya tidak mau usaha untuk cari kerja. Untungnya saya juga bekerja dan saya yg memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Dulu saya usulin buka warung, dia mau jaga aja tapi yg pergi belanja saya juga, saya kan capek pergi pagi plg sore, blm lagi msak, ngrusin anak. Tp Alhmdulillah sya punya org tua dan adik2 yg sayang sama saya.. Dan ibu saya yg mangsuh anak saya saat kerja. Saya iba lht ibu saya karena hrs mnderita jg karna saya. Saya jg tkt dosa. Tp suami saya ngk ngerti dan klo bukq warung dan bgunnya selalu siang, mana ada yg blnja lagi bun.. Trus di kantor saya t4 kerja butuh seorg tenaga teknik jaringan, karena bis tau suami tdk kerja makanya ditawarin, eh baru 2 bln krja dia blg ngk suka klo krja dibwah tkanan dan cpek n ngk kuat jg krja dilapangan pdhal gajinya jg lumayan.. Dan akhirnya ngundurin dri..padhl saya krja jg capek apalagi hrs mghdapi plgan krn saya sbg csr dan krja saya merangkap dan srg ditekan tapi saya hrs kuat. Jadi apakah dia msh syg sm saya n anak..u/ brkorban dan cpek sdikit aja tdk mau??? Pdhal di t4 saya krja sangat bnyk yg mau krja..ini ada kesempatan tdk mau. Saya hnya bisa bersoa n brusah spy dibukakan pintu hatinya.. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saluttt, mbak jauh lebih tangguh daripada suami mbak. Itu poin pentingnya! Sebaiknya memang wanita gak perlu terlalu bergantung pada lelaki sekalipun itu suaminya. Kalau suami bersikap begitu itu tandanya beliau memang kurang mengerti tanggung jawab. Mudah2an doa mbak untuk suami bisa terkabul agar beliau mendapat hidayah, aamiin. Semangat mbak, setiap orang pasti menuai apa yang dia tanam :)

      Delete
  46. kalau suami bilang sudah memberikan gaji sepenuhnya kepada istri tapi sebenarnya istri tsb tau bahwa itu bukan gaji sepenuhnya (karena pernah beberapa kali tdk sengaja menemukan struk gaji) bagaimana? apakah istri harus menanyakan soal itu atau hanya diam, bersyukur atas apa yg sudah diberikan suami. karena setau saya pembicaraan yg berhubungan dg uang itu sangat sensitif. terima kasih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali lagi kepada Mbak Ika, keberatan atau tidak dengan sikap suami yang tak terbuka soal keuangan seperti itu? Kalau mbak tak keberatan ya tak perlu ditanyakan pada suami (dibahas). Tapi jika mbak keberatan ya coba saja dibicarakan, mbak. Terbuka memang lebih baik :)

      Delete
  47. tulisan yg bagus.. sering kali sy merasa sedih klo istri sy curhat suka kekurangan utk urusan di rumah...sy sedih krn blm bisa memberi lebih utk istri dan keluarga di rumah krn memang keterbatasan income sy per bulannya... sy selalu berdoa dan berusaha utk bisa memberi lebih buat istri dan keluarga..Semoga di buka jalan olehNYA... Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, insya Allah akan ada jalan bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh berusaha dan berdoa.

      Delete
  48. minta sarannya donk mba..saya tiap malam cuman bisa berpikir dan sedih..skrang 4th pernikahan ..hari pertama nikah saya dkasih rzeki pekerjaan yang saya idam2kan sampai skrang pkerjaan itu membuat penghasilan saya lebih daripada suami.namun berbanding trbalik dari suami saya bbrapa bulan mnikah dengan saya rezekix seret sampai skrang sampai2 harus cari kesana kemari kerjaan yang bisa memberi lebih gaji daripada gajix sekarang..yang saya sedihkan apa saya sbgai istri bukan trmasuk dalam golongan wanita yang memperlancar suami saya..saya juga ingin dibelikan kebutuhan saya dengan uang suami bukan dengan uang saya..sedangkan gaji suami cuman bs bayar bulanan tanpa bs memberi saya lbh untuk belanja keinginan saya..ada terbersit utk pisah tapi saya memikirkan anak saya..dan saya jg masih cinta kepada suami saya..tapi yang bikin saya sdih hampir setiap malam air mata saya netes kenapa suami saya rezekix seret banget..hikz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, kesulitan gak akan terselesaikan dengan keluhan dan air mata. Coba direview lagi apa yang bisa diperbaiki dari usaha suami. Anggaplah ini semua bagian dari ujian Allah. Namun kita tetap harus berusaha untuk bisa menjalani ujian dengan baik. Mau rezeki lancar, ya cari jalan untuk menjemputnya. Kalau setelah usaha maksimal tapi hasil belum sesuai yang diharapkan, ini ujian sabar dan syukur :) Gak ada rezeki seret mbak, semua sudah ada takarannya. Banyak atau sedikit adalah ujian, kewajiban kita berusaha dengan cara yang baik. Semangat ya, mbak :)

      Delete
  49. Bersyukurlah untk para istri yg masih di beri nafkah,sya makan minum cari sendiri,suami tidak ada rasa bersalah ketika meninggalkan tanggung jawabnya.semoga perceraian membawa hidupku lebih baik lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang Mbak, kalau Mbak ikhlas insya Allah banyak pahala buat Mbak :)

      Delete
  50. Mohon saran : kalo gaji istri lebih bsr dr pd suami trus gaji suami pas"an, buat beli susu anak,byr kontrakan, dan buat keperluan dapur tidak seberapa. apakah suami berdosa. bila istri slalu bilang tidak bisa memafkahi, sedangkan jelas" gaji juga pas"an. mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalah besarnya rezeki memang sudah ditentukan oleh Allah. Tugas suami adalah berusaha menjemput rezeki tersebut sebaik mungkin. Jika dirasa gajinya tak mencukupi kebutuhan pokok rumah tangga, sebaiknya suami berusaha lebih giat lagi. Jangan sampai suami bersikap gak mau tau dengan kebutuhan rumah tangga dan malas mencari nafkah tambahan.

      Delete
    2. Mungkin suami harus cari kerja sambilan untuk nambah2in kekurangan. Toh wat anak2 jg. Drpd pakai gaji istri. Suatu saat jika istri tdk ikhlas (namanya sifat) bisa d ungkit. Mending kita berdiri sendiri & pisahkan tabungan bersama & tabungan pribadi.

      Delete
  51. Suami saya wiraswasta, yang mampu membayar karyawan dengan gaji 2 juta per bulan(dimana karyawan tersebut tinggak dan makan dirumah kontrakan kami. Kemarin2 ada prt, yg pulang pergi, dan suami pun membayarnya. Sayangnya, saya sepeser pun tidak, menerima untuk nafkah. Uang belanja pres. Terkadang didompetnya haya disisakan 50rb rupiah saja. Saya sering membantu menyetir keluar kota. Dan free. Tidak ada penghargaan, sbg bentuk terimakasih sudah dibantu.
    Berkali2 saya mengingatkan antara nafkah dan kewajiban.
    Sampai saya nggak mau punya prt, saya sampaikan, bayar saya sebagai pembantu. Ataupun waktu nyetir keluar kota, bayar saya sebagai sopir 50rb, sekali narik. Dan itu semua tetep tidak dijalankan.
    Nyesek rasanya. Kalo ada saweran nengokin temen sakit, atau lahiran. Jarang bisa nyawer. Itupun sisa belanjaan. Receh2.
    Saya pernah menyampaikan hal ini dengan ibu mertua, beliau kaget, hanya saja, tidak ada tindak lanjut ke anaknya.
    Saya mulai menolak menyetir keluar kota. Fokus saya merawat anak2, dan mulai berpikir mencari tambahan sendiri saja. Saya punya Allah SWT, yg akan memberi rizky sendiri kepada saya dan anak2.
    Saya mulai mati perasaan, saya tidak peduli dengan keluhan bayaran listrik dan bla..bla...,dan melihat karyawannya nyaman dengan gajinya yg buat saya begitu besar, makan dan tinggal gratis.
    Doakan saya untuk segera bergegas bergerak, tanpa memikirkan lagi nafkah suami. Mengemis2 recehan sisa belanjaan.
    Aamiin yra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa suami mengizinkan Mbak berkerja? Sekarang banyak pekerjaan yang bisa dijalani dari rumah (by online internet). Jika memang suami tak bisa diubah, Mbak lah yang harus mengadakan perubahan tersebut, salah satunya dengan bekerja. Tetaplah berpikir positif, bahwa ini adalah cara Allah menguji kekuatan, kesabaran, dan syukur Mbak :)

      Delete
  52. Wah..ini boleh ga ikut komen, kayanya wanita semua, tapi terserah mudah mudahan ada yang bisa berikan solusi, begini saya suami..eh..apa yah...istri sudah lama tidak bersama 3 tahun yg lalu kami pisah gara gara saya berikan uang nafkah Rp25.000 perhari, Bapak ibunya datang marahi saya dan minta diceraikan anaknya, ini memang tidak mungkin dijaman sekarang dengan uang segitu (cerita 4 tahun lalu), namun semua kebutuhan pangan sudah disediakan, beras susu anak dan bla bla bla ntuk hidup, peristiwa ini karena pekerjaan pailit yang juga ulah istri ikut campur dalam hal kerja(teknisi) terkadang konsumen ditanyakan "suami saya diberikan berapa?" akhirnya semua pelanggan kabur karena ulahnya, dan akhirnya tabungan buat menutupi pailit tsbt. dengan dijatah 25.000 perhari. Yang saya ceritakan istri ke-2 janda anak 2 dan lahir laki laki dari saya, anak istri almarhum 4, karena saya harus cukup adil dalam masa pailit tersebut saya berikan jatah, dan sembari mencari pekerjaan lain, namun yg terjadi istri tidak percaya kalau pelanggan lari karena ulahnya, dia tetap mendapatkan jatah selagi jaya dahulu, pada akhirnya cekcok dan ibu bapaknya datang ke saya minta diceraikan anaknya, sekarang inipun saya tetap berikan jaah susu anak saya semampunya yang artinya ga pernah telat buat susu, tetapi tetap dia minta seperti masih suami istri...?saya tidur sendiri makan sendiri nyuci sendiri, status diceraikan malah marah, digantung marah, akhirnya saya cuekin hingga sekarang, nafkah anak tetap, apakah ada solusi buat saya??trims (maaf)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf telat balas. Saran saya, masalah seperti ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Kalau masih terus ingin melanjutkan hubungan sebagai suami istri maka berusahalah untuk menjalani dengan sebagaimana baiknya. Namun kalau bapak dan istri sudah tidak bisa dipersatukan lagi, carilah jalan keluar yang damai (pisah baik-baik). Hubungan yang menggantung juga tidak baik untuk dibiarkan. Bapak adalah imam dalam rumah tangga (kepala) jadi Anda yang bertanggung jawab kemana rumah tangga akan dibawa.

      Delete
  53. Mohon sarannya mbak,suami sy Sudah hampir 5tahun ini,memberi uang ke sy tuh di jatah,padahal sebelumnya ga pernah seperti itu,sekarang ini yg sy rasakan seperti hidup masing2 padahal dia tau sy tdak bekerja,suka ada orderan itupun ga pasti,dia tau betul,saat ini sy merasa jenuh dengan keadaan rumah tangga sy,padahal sewaktu dia bertahun tahun dia nganggur,sy yg cari uang,sekarang sy merasa tdk di hargai dan tdk d percaya masalah keuangan,apa2 hrs berusaha sendiri,apa yg hrus sy lakukan,udah beberapa kali di bicrakan hsilnya tetap nihil,malah berujung aksi diam2man..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah memungkinkan untuk Mbak bekerja? Mbak bisa bekerja dari rumah, tanpa harus meninggalkan anak-anak dan kewajiban rumah tangga. Kalau sulit mengandalkan suami, ada baiknya Mbak berusaha mandiri. Kita gak bisa berharap orang lain berubah sesuai keinginan kita, tapi kita bisa merubah keadaan kita :) Semangat Mbak..

      Delete
  54. Ass. Wr. Wb, saya mau bertanya di forum ini, mohon pencerahan nya ya, aku baru menjalani pernikahan ku kurang lbh satu tahun, sebelum menikah orang tua istriku, dan calon istriku sudah tau dan dapat memahami saya, kalau saya sudah tidak mau lagi bekerja, dan akan segera resain dari pekerjaan saya, dengan alasan saya sudah tidak ingin bekerja lagi dengan orang lain, dan saya mau merintis usaha di mulai dari nol, dengan harapan saya bisa sukses dalam usaha saya nantinya, dan bisa memenuhi semua ke inginan istri, namun kenyataan nya berbeda, setelah beberapa bukan kami bersama, akhirnya orang tua istri saya menrpati janjinya, untuk memberikan saya modal untuk merintis usaha, dengan sedikit bantuan modal dan sedikit simpaban saya akhirnya usaha itu berlangsung. Setiap pagi selesai shalat shubuh saya berangkat dari rumah sampai malam tiba, sesampai di rumah saya selalu memberi istri saya uang dari prnghasilan yang saya peroleh ala kadarnya sesuai dengan penghasilan yang saya dapat, hal itu berlangsung terus menerus setiap malam, pada satu waktu karna saya menemukan suatu kesulitan saya minta bantu istri saya untuk menjaga dagangan saya, sementara sampai sampai saya membeli lagi semua batang yang sudah terjual, kurang lebih usaha kami sudah berjalan 7 bulan, di sana istri saya selalu mengeluh, karna penghasilan yang tidak seberapa, jawabannya benar kamu ngasih aku uang, tapi cuman sedikit tau ngak, dengar perkataan seperti itu saya langsung menegur istri saya dengan ucapan syukur aja dulu, namanya usaha baru, yang wajarlah gini, tapi jawabannya selalu ngeyel, terus menerus perlakuan nya selalu seperti itu, akhirnya lama2 kesabaran saya habis karna sikap istri yang tidak bersyukur seperti itu, dan saat itu kami mulai bertengkar karna hal2 sepele, sampai2 tiap ada permasalahan dia selalu mengadu dengan keluarga nya, ini kan tidak wajar, yang menjadi pertanya an saya sebagai seorang suami, wajar ngak saya menengur istri saya, dan mengajarkan kalau dia salah, apa boleh orang tua dan keluarganya ikut campur dalam hal cara saya mendidik, mskasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tugas seorang istri yang harus mengurus rumah tangga memang jadi tak mudah saat kondisi keuangan tak mencukupi. Bayangkan saja, istri harus memutar otak (ibaratnya) utk membuat uang yang Anda berikan itu cukup dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jadi, coba pahami juga posisi istri yang pada akhirnya ia seolah menuntut Anda untuk mencari uang lebih. Nah, tugas Anda sebagai kepala rumah tangga adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. Jika uang yang saat ini Anda peroleh belum mencukupi, apakah Anda sudah sungguh-sungguh berusaha? Apakah Anda sudah berusaha untuk memperoleh rezeki tambahan? Wajar jika Anda menasehati istri saat dia salah, yang tidak baik adalah jika Anda hanya bisa memarahi tanpa mencoba memahami posisi istri. Orang tua sebaiknya memang tidak ikut campur kepada rumah tangga anak. Kecuali orangtua bisa bersikap adil dan obyektif. Coba bicarakan baik2 pada istri di saat yang tepat. Posisikan diri Anda sebagai imam, coba untuk lebih bijak, bagaimanapun Anda adalah penanggung jawab keluarga, jadi bersikaplah lebih dewasa dari istri Anda. Semoga ada jalan keluar terbaik ya, aamiin.

      Delete
  55. Jika pernikahan didasari dengan mengharap ridho Allah SWT, tentu akan membawa berkah.

    Sebagai manusia normal kita pasti ingin menikah dan punya keturunan. Menikah merupakan ibadah maka muncul lah sebuah istilah menikah menggenapkan setengah agama. Menikah tak bisa di paksa jika sudah waktunya pasti ada keinginan. Menikah banyak mamfaatnya selain bernilai ibadah juga memenangkan hati dan memuliakan keturunan.
    Jika sesorang menjadi jodoh kita maka hati ini takkan bisa berpaling, berbagai tantangan datang akan bisa dilalui. Tapi jika bukan jodoh ketika semua sudah siap untuk menikah datang badai kecil seketika akan batal juga rencana pernikahan itu.
    Menikah itu sakral maknanya ada syarat dan rukun nikah yang harus di ikuti, ketika kita menikah didepan penghulu sebenarnya kita telah berjanji dengan Allah akan saling mengasihi dan menjaga sampai maut memisahkan. Begitu berat nikah itu jika kita tau yang sebenarnya makna dari nikah itu.
    Berbagai alasan orang untuk menikah karena harta, cinta, kedudukan, ingin anak, kecantikan dan ibadah karena allah. Jika alasan menikah ibadah karena maka allah akan mencintainya hambanya melebihi seorang ibu kepada anaknya, dan tak ada alasan di dunia ini meretakkan kecuali jika pasangan itu durhaka pada allah , itu janji allah.
    Menikah itu menyatukan 2 hati dan 2 kelurga dan menerima semua kekurangan untuk menjadikan kelebihan. Sebenarnya klasik semua orang tau , tapi yang jadi masalah ketika setelah menikah semua yang buruk keluar dan tak siap menerima semua kekurangan yang tak terlihat sebelumnya. Akhir yang tak diharapkan pun terjadi sebuah perpisahan.

    ReplyDelete
  56. Assalamualaikum.. saya mau curhat bagaimana menyikapinya ya..
    Suami saya hanya memberikan uang hanya cukup untuk membayar cicilan rumah kami saja..? Sedangkan kebutuhan rumah tangga lainnya saya yg menanggung.. padahal saya sudah membantu modal usaha suami sampai 28 juta hasil saya menabung karna saya bekerja.. memang beberapa bulan lalu usaha suami saya mengalami kerugian yg sangat besar.. dan meninggalkan hutang yg cukup banyak.. bagaimana harus bersikap kadang saya lelah seperti ini terus keadaan ekonomi suami saya.. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalaam Mbak Sofa :)

      Sebenarnya kalau Mbak betul-betul ikhlas menerima semua ini, Mbak tidak akan merasa terbebani. Namun sebagai manusia, memang wajar jika ada rasa berat dll. Apa suami sudah betul-betul maksimal dalam melakukan pekerjaannya? Jika iya, dan hasilnya masih belum mencukupi juga, maka terima dan bersyukurlah. Jalan rezeki rumah tangga Mbak dan suami bisa saja mengalir dari tanganmu Mbak. Apa yang sudah Mbak berikan pada suami, sebaiknya tak perlu diungkit-ungkit lagi :) Sikap Mbak adalah pilihan Mbak. Mau ikhlas dan berusaha bermusyawarah dengan suami untuk mencari solusi dari permasalahan rumah tangga. Atau mau menganggap keadaan ini sebagai suatu beban dan tidak mencari solusi. Mbak pilih yang mana?

      Delete
  57. Gimana klo gini, mama suami aku ada utang waktu resepsi nikah suami aku, setelah nikah jd harus gadai bpkb motorku jd itu d bayarin setiap bulannya mana klo mamanya minta pasti dikasih, aku dikasi cuman sbagian dr gajihnya d bawa stngh dr gajinya.. Mamanya suka minta uang di dia karna slalu d Kasih pdahal dia bnyak sodara tp gak dimintain yg lainnya karna istrinya marah.. Jujur kami sering bertengkar gara2 uang yg dikasih gak mencukupi kebutuhan keluarga aku blg gapapa kamu Kasih tp liat kebutuhan kluarga kt cukup belom.. Tp dia seolah2 marah, belain mamanya.. Jd menurut aku yah mungkin aku syukurin ajah yg dikasih dan suami harus jg sadar diri dng kebutuhan keluarga yg belom mencukupi.. Intinya bijak dalam memberi nafkah untuk istri dan mamanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Rizki πŸ˜€
      Iya betul, bijak dalam hal ini adalah sikap yang paling baik. Suami bisa bijak dan adil, begitupun Mbak Rizki.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…