Skip to main content

Kita Perduli Satinah

Sumber gambar dari sini

Hari ini saya sempat menonton tayangan TV yang meliput kasus ibu Satinah, salah seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang mendapat vonis hukuman pancung dari pemerintah Arab Saudi. Sebenarnya ini bukan kasus baru, kejadian ini terjadi 8 tahun yang lalu. Saat itu ibu Satinah yang bekerja di Arab Saudi dituduh telah membunuh majikannya, padahal menurut pengakuan ibu Satinah ia hanya berusaha membela dirinya. Ia pun pergi sendiri menyerahkan diri ke kantor polisi setempat setelah kejadian itu. 

Namun selama persidangan berlangsung, ibu Satinah sama sekali tak didampingi oleh pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Padahal seharusnya KBRI menjadi wakil pemerintah Indonesia di luar negeri. Ketika ada WNI (Warga Negara Indonesia) mengalami masalah di luar negeri, seharusnya pihak KBRI lah yang menjadi tempat kita mengadu dan meminta bantuan. Namun kenyataannya??

Saat ini ibu Satinah sedang menunggu eksekusi dari vonis pengadilan Arab Saudi, yaitu berupa hukuman pancung yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2014. Namun, hukuman pancung tersebut tak harus terjadi dengan syarat membayar diyat (ganti rugi) sebesar 21 milyar rupiah kepada pemerintah Arab Saudi. Mirisnya, pemerintah Indonesia hanya sanggup membayar sejumlah 12 milyar rupiah saja. Masih ada 9 milyar rupiah yang masih harus diusahakan oleh Indonesia untuk menebus satu nyawa.

Maka dari itu, saya merasa tergerak untuk melakukan sesuatu. Rasanya saya ga enak hati kalau sampai saya tidak melakukan apapun buat seorang perempuan di luar sana, yang bisa jadi saat ini sedang begitu cemas dan paniknya memikirkan eksekusi hukuman pancung tanggal 3 April nanti. 

Beruntungnya, masih ada warga negara Indonesia yang mau perduli pada kasus seperti ini. Diantaranya adalah artis Melanie Subono yang merupakan Duta Buruh Migran. Dan saya mengajak kalian untuk ikut serta menunjukkan keperdulian untuk ibu Satinah. Ayo tunjukkan bahwa kita menghargai sebuah nyawa manusia, dengan ikut berdonasi demi menggalang dana untuk ibu Satinah. 

Donasi bisa dikirim ke nomor rekening BCA 2191221666 atas nama Melanie Subono. Twitter Melanie Subono : @melaniesubono dan blognya : melaniesubono.blogdetik.com 


Bukan soal berapa banyak yang kalian sumbangkan, tapi seberapa besar hati nurani kalian ikut tergerak membantu dan perduli ! Menyumbang 10 ribu rupiah sudah jauh lebih baik dibanding tidak sama sekali. Dan memberikan doa yang tulus sudah jauh lebih baik dibanding yang acuh tak perduli. Yuk, tunjukkan kita perduli Satinah !

Comments

  1. Padahal diawal dendanya cuma 1,5 m sama pemerintah gak dibayar2 sampa8 bbberapa tahun naik jadi 21 m. Gilak tuh arab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sayangnya pemerintah Indonesia pun kurang cepat tanggap akan kasus ini :(

      Delete
  2. Cerita ttg TKW sering terdengar menyedihkan mak,walopun tak sdkt yg menyenangkan...didesa sblh kampung sy, desa itu sp dijuluki ds. TKW, kr hampir semua wanita dr yg msh gadis sp menikah, byk yg jd TKW, ada yg pulang dg Harta melimpah, sp rmh2 mrk bagai pualam, dibanding standartnya rmh desa, yg spt inilah yg membuat yg lain jd melambungkan angan menjdi kaya dg bekerja jd TKW, sedang ada pl yg plg dg perut buncit kr hamil sebab ulah majikannya, ada yg bertahun2 tanpa berita...tp banyak pl yg tdk kapokm plg berangkat plg berangkat mak...jd di desa ini bs banyak ditemui anak2 ber ibu jawa tp anak lahir dg wajah arab atau indo dan byk rmh2 indah kr keberhasilannya...Masyaallah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih mak ceritanya :)
      Iya ya, mereka pergi ke luar negeri dengan 2 resiko, berhasil atau gagal jadi TKW. Mereka yang berhasil tentunya membuat banyak orang jadi ingin mengikuti jejak mereka.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…