Skip to main content

Pasang IUD Mamaku Nyaris Sekarat

Persoalan pasang KB memang menjadi salah satu topik permasalahan yang seringkali dibahas oleh banyak kaum wanita, terutama yang sudah menikah dan punya anak. Beberapa diantara mereka seolah mengalami dilema akan hal ini. Mau KB dengan cara yang mana yaaa, sistem kalender, pil, suntikan atau IUD (Intra Uterine Device). 

Sumber gambar dari sini

Tapi saya ga akan bahas soal KB dengan cara lain, selain IUD. IUD adalah salah satu alat kontrasepsi yang berbentuk seperti huruf T. Alat yang berukuran kecil ini terbuat dari plastik dan dipasang di mulut rahim. Aku sih belum pernah mengalami yang namanya pasang KB. Tapi mamaku pernah, dan beliau punya pengalaman sangat buruk soal KB IUD. Bahkan sampai detik ini, aku masih bergidik ngilu kalau membayangkan kejadian yang dialami mamaku dulu. 

Jadi setelah melahirkan aku, mamaku memutuskan untuk menggunakan KB dengan cara memasang IUD. Mamaku berfikir IUD adalah alat kontrasepsi yang praktis, karena bisa bertahan dalam jangka waktu beberapa tahun. Mamaku memasang IUD di salah satu klinik bersalin di Bandung, dan dokter yang memasangkannya adalah seorang dokter perempuan. 

Namun tak sampai 24 jam dari pemasangan IUD tersebut, setelah pulang ke rumah mamaku merasakan hal aneh pada tubuhnya. Rasanya sakit dari ujung kepala sampai ujung kaki, pokoknya sakit di sekujur badan. Rasa sakit itu semakin lama semakin menjadi. Mamaku bilang, saat itu rasanya sudah seperti orang yang nyaris sekarat. Mamaku pun mengira pasti ada yang salah dengan pemasangan IUD hari itu. Mamaku menelfon klinik bersalin untuk mengeluhkan rasa sakit itu, namun ternyata sang dokter tak ada di tempat. Sehingga mamaku diminta ke klinik bersalin keesokan harinya. 

Alhamdulillaah ada saudara mamaku yang seorang dokter, dan beliau memberikan mamaku obat penghilang rasa sakit. Tapi obat itu tak membuat mama terlepas dari sakitnya, namun sudah cukup membuat mama bisa bertahan untuk tetap sadar (tak sampai pingsan) semalaman menunggu keesokan harinya untuk datang ke klinik bersalin tersebut. Rasa sakit itu membuat mamaku sampai harus dipapah waktu akan berangkat ke klinik bersalin, bahkan mama udah ga bisa berdiri tegak, mama jalan dengan sangat membungkuk saking sakitnya. 

Sesampainya di klinik bersalin tersebut ternyata sang dokter masih tak ada di tempat. Jadi mama akhirnya ditangani oleh seorang Bidan yang bekerja di sana. Bidan itu mengecek IUD yang kemarin baru saja dipasang oleh sang dokter. TERNYATA, Bidan itu memberi tahu mamaku bahwa IUD itu dipasang TERBALIK !!! Hahhhh??!! *speechless*. Akhirnya Bidan melepas kembali IUD tersebut dari mulut rahim mamaku. Alhamdulillaah beberapa jam setelah IUD itu dilepas, mamaku bisa sembuh dari semua rasa sakit itu. Ternyata semua rasa sakit itu datang dari IUD yang dipasang dalam posisi TERBALIK -_-

Akhirnya mama memutuskan untuk KB dengan cara lain selain IUD. Alhamdulillaah aku sangat bersyukur saat itu Allah melindungi mama dari kejadian yang bisa jadi lebih buruk dari itu. Semoga hal ini tak sampai terjadi lagi pada orang lain, aamiin. Dan semoga para dokter semakin berhati-hati dalam menangani semua pasiennya, karena nyawa jadi taruhannya

Comments

  1. aaak, kok menyeramkan :(
    beruntungnya mamahnya Mak Arifah segera ditangani yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak serem memang :( saya dan mama jadi ga mau pake IUD..

      Delete
  2. Ya ampuun, nggak terbayang rasa sakitnya itu ya, mak. Aku pernah pasang IUD juga, tapi nge flek dalam jangka waktu yang lama, akhirnya sekarang di KB suntik saja, lebih meminimalisasi resiko dalam ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Mira, KB suntik lebih kecil resikonya dibanding IUD yg harus dipasang di mulut rahim :)

      Delete
  3. aduuh mak miris akuu. aku ngga pernah mau KB macam gitu mak, aku pakenya kondom ajah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..persoalan KB emang bikin ribet ya mak :p

      Delete
  4. Saya pakai cara KB alami :D
    Sudah pernah coba IUD, tapi nggak cocok, jadi pakai alami sajalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lah mak, mending yang alami.. jauuh lebih aman :)

      Delete
  5. ngilu bacanya :) padahal yg masang dokter ya

    ReplyDelete
  6. Duh...makanya saya Takut mau pakai IUD mak..adik iPar pakai IUD tapi tetap hamil juga. Semua KB ada kurang lebih nya nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya juga pernah denger ada bbrp kasus yang pakai IUD tapi tetep hamil :p
      Kita pilih yang paling aman lah ya mak.. :)

      Delete
  7. wah ngeri mak,, btw ibuku dulu malah pake spiral KBnya 10 tahun kemudian spiralnya masuk ke rahim terpaksa deh dioperasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahh..sampai masuk ke rahim gitu ya mak.. aduh bener2 bikin parno deh :(

      Delete
  8. Ini mengerikan, Mak :(
    Duh.. Untungnya bisa segera ketemu penyebabnya.
    Kebetulan di agamaku nggak boleh KB IUD, Mak.. Jadi lebih milih sistem kalender aja.
    Btw sekarang mamanya pakai apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengerikan banget mak :(
      Ya bersyukur ga sampai lebih buruk kejadiannya..
      Oh gitu mak..
      Setelah itu mamaku pake suntikan, pil atau sistem kalender jug pernah.. ganti2, hehe..

      Delete
  9. Idiww... jadi ngeri begitu buat pasang KB nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KB yang lebih aman aja mbak :) Tp IUD pun ga semua dapat pengalaman buruk, ada juga yg baik2 aja mbak..

      Delete
  10. Waaah untung aku milih enggak mau KB dan kebetulan suamiku juga membolehkannya, kami pake kalender sajah. Serem juga ya, kok bisa kebalik begitu..haduuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah syukurlah mbak, jadi ga ribet mikirin KB ya :p
      Kalender emang paling aman :)

      Delete
  11. ya ampun terbalik , alhamdulillah aku aman pake IUD cooper T , udah mau 6 tahun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamaku juga pake yang Copper T mak..
      Syukurlah, mudah2an aman terus ya mak :) aamiin

      Delete
  12. Waduh, ngeri banget, Mak. Aku sejak dulu emang takut pasang IUD. Ngilu ngebayanginnya. Disuntik sering lupa. Pake pil, kulit jadi kering. Jadinya banyak anak deh. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..ribet ya urusan KB. Ga apa mak, banyak anak semakin happy :))

      Delete
  13. Ih ngeri, ngilu ngebayanginnya. Aku pilih cara alami aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Efi, mending yang alami aja.. minimalkan resiko :))

      Delete
  14. Ngeri banget ya. Aku memilih gak KB dengan yg itu2. KB sendiri aja, di Islam juga udah ada caranya. Soal aku takut dengan segalam macam bentuk KB yang ada :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…