Skip to main content

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..

Gambar diambil dari sini 

Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka duka, senang sedih..itu manusiawi banget. Jadi, buat kalian yang suka merasa mellow alias tiba-tiba merasa melakonlis atau merasa sedih..ga perlu kuatir apalagi sampe merasa ada yang aneh sama diri kita :p hihi.. 

Namun, aku sangat menyadari bahwa perasaan-perasaan yang aku anggap mellow tersebut bukanlah hal yang positif jika sering-sering kita alami. Biasanya hanya beberapa menit perasaaan-perasaan itu aku rasakan. Tapi kadang-kadang bisa juga sih, aku ngalamin mellow sampe berjam-jam :( biasanya nih kalau memang suasana sekitar kita mendukung banget untuk kita melanjutkan mellow kita ini, misalnya : orang terdekat kita bikin BT, kita lagi sakit atau gagal melakukan sesuatu yang kita rencanain... huhuhuuu... makin menjadi deh mellownya.

Nah, untuk menghilangkan mellow biasanya aku :
1. Ingat untuk banyak bersyukur pada Allah
2. Ingat orang-orang yang kita sayangi di sekeliling kita. Misal : anak, mama, saudara atau siapapun yang kita sayangi.
3. Ingat semua nikmat yang Allah berikan. Misal : nikmat sehat, nikmat makanan, nikmat membaca atau menulis.

Dengan begitu mellownya akan hilang deh :) Yuk ah kita semangat lagi, ceria lagi, tersenyum lagiii... 
"Hidup ini terlalu indah untuk kau isi dengan aneka keluhan, karenanya hiasilah hidupmu dengan rasa sukacita, karena hidup ini hanya sebuah perjalanan singkat yang tak akan terulang"

Comments

  1. Bener banget Mbak... aku juga sering tiba2 melow sendiri. Asik2 nge-roll timeline facebook tiba2 lihat foto teman MTs yang nikah, duuhhhh ada haru, pengen nangis, rindu, dan perasaan campur aduk lain. Terlebih kalau membayangkan kebanyakan mereka gak melanjutkan ke SMA sederajat, tinggal di kampung (gak pernah ketemu lagi karena jauh banget lokasinya), dan menikah dengan laki-laki sana, kemudian punya anak. Semua itu membuatku lebih bersyukur, menyadari kalau Allah memberikan jalan yang sangat indah untukku, meskipun semuanya tidak menyenangkan ketika dijalani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..iya yaaa yang penting banyak2 syukur aja :) supaya mellownya ga berkelanjutan..
      Ups, kalimat terakhir dalem tuh kayanya :p

      Delete
  2. Lebih bersyukur intinya sih.....

    setiap orang punya ..masalah sendiri2, yang kita lihat luarnya bahagia happy n senang..blm tentu itu kenyataannya....

    semangat...mbak..., juijur sih aku juga sering mellow juga sih... he2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Nova, obat penghilang mellow adalah bersyukur :)
      Semangat juga yaaa.. hee..normal kok yaa, kita punya hati..

      Delete
  3. Sipp... kalau pandai mensiasati...
    Ibarat alat pacu jantung,kalau datar artinya... Tamat!
    Gelombang bertanda kita masih hidup.Yuk! sama-sama berjuang dan saling doa..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya mak, gawat ya kalau kita ga pernah merasa mellow :p
      Ayyyooo.. trims mak ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…