Skip to main content

Status Single Mother

Sumber gambar dari sini

Sudah hampir dua tahun setengah ini aku menjadi single mother. Aku lebih suka menyebutnya dengan istilah single mother dibanding kata janda. Ga tau juga ya, alasan tepatnya apa. Menurutku kata single mother lebih mewakili aku :) Kenyataannya kan aku memang seorang ibu yang ga punya pasangan, dan statusku pun benar-benar single.

Dua tahun setengah memang bukan waktu yang sebentar, bisa dibilang cukup lama sudah aku menjadi seorang single mother. Beberapa teman ada yang mulai bertanya padaku, kapan mau menikah lagi? Pertanyaan biasa ya sebenarnya, tapi aku suka malas mengulasnya. Syukur-syukur yang bertanya puas dengan jawabanku yang hanya sepatah dua patah kata. Misalnya saat aku jawab, belum tau  -_-  Ehh, ada juga yang kemudian lanjut bertanya, "kok gitu", "kenapa gitu", dan semacamnya. 

Sampai saat ini aku memang belum terlalu berfikir soal menikah lagi, aku merasa belum mau, dan belum siap untuk itu. Aku memang sempat merasa trauma dengan pernikahan, aku merasa takut untuk menikah lagi, hingga aku pernah berkeinginan untuk tak ingin menikah lagi. Aku tak ingin sampai mengulang lagi kejadian-kejadian yang menyakitkan, aku tak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku tak ingin gagal lagi, tak ingin cerai lagi, tak ingin mengalami hal yang sama lagi.

Namun perlahan pikiranku berubah, trauma itu sedikit demi sedikit bisa aku hilangkan seiring berjalannya waktu. Bagaimanapun jodoh adalah rezeki yang harus aku syukuri. Pernikahan dan perceraian dalam hidupku pun adalah ujian yang aku syukuri. Buktinya sekalipun aku mengalami pahitnya perceraian sebelum dan sesudahnya, tapi ada anugerah luar biasa dibalik semua itu. Putriku serta berbagai pembelajaran hidup telah aku dapatkan dari ujian pernikahan dan perceraian itu. 

Putriku membuatku tak pernah sedikitpun menyesali pernikahanku. Aku tetap bersyukur akan apa yang telah terjadi, termasuk pertemuanku dengan mantan suami. Karena dari hasil pernikahan itulah putri kami lahir. Aku yakin apa yang Allah tetapkan untukku pastilah yang terbaik untukku. Termasuk jika satu saat nanti aku menikah kembali atau tidak, itu adalah yang terbaik dari Allah ^_^

Comments

  1. Sungguh Indah perkara Muslim, apapun yang datang padanya tak pernah sia-sia.
    Semua disambut dengan Sabar dan Syukur.

    ReplyDelete
  2. Single mother is super woman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sih belum mak jadi Super Woman :p

      Delete
  3. tetap semangat ya Bun..bagaimana pun anak mempererat tali orangtua :)

    ReplyDelete
  4. Yup, benar Mak, insya Allah akan ada waktu yang tepat untuk itu. Mending dinikmati saja dulu ya masa ini, sambil menata diri. Jangan pikirin omongan orang. Orang suka merasa sok perhatian padahal yang dengar gak merasa demikian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, saya menikmati banget keadaan sekarang :) cuma orang lain aja malahan yang khawatir pengen saya nikah lagi :p

      Delete
  5. Woles aja mak, jangan menikah karena terprovokasi komentar orang lain. Yangakan menjalanikan kita juga, pahit manis, suka dukanya juga. Satu pertanyaan yang suka bikinaku jengah juga, kapan nikah? Tapi orang kan beda persepsinya, ya? Aku suka bilang gini sih, kenapa tanya? Mau jadi sponsor? hehehe.... setelah itu yang nanya diem deh. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, woles aja keles :p hihi..
      Eh, jawaban pintar itu mak :) *emang kalo disponsori beneran mau yak*

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …