Skip to main content

Tempat Curhat yang Baik

Sekalipun saya belum terbukti berhasil dalam rumah tangga, karena pernikahanku berakhir dengan perceraian, namun beberapa kali teman-temanku mempercayaiku sebagai tempat curhat mereka soal rumah tangganya. Saya memang lebih suka jadi tempat curhat dibanding saya sendiri yang curhat sama orang lain :) 

Ketika ada teman curhat padaku soal rumah tangga, saya berusaha jadi tempat curhat yang baik dengan cara memberi masukan yang baik. Masukan yang sebisa mungkin membuatnya memiliki harapan baik ke depannya. Ya pokoknya memberikan temanku itu semangat. Dan yang paling penting, jangan sampai kita memberi masukan yang 'mengompori' atau membuat keadaan menjadi 'panas'. 

Tak mudah memang jadi tempat curhat yang baik itu. Kita harus berusaha memunculkan empati kita, dan berusaha menempatkan diri dalam posisi netral. Sekalipun yang curhat adalah teman kita, bukan berarti kita 'plek-plek' 100 % membela teman kita ini. Apalagi kalau kita juga tak mengetetahui kenyataan yang sebenarnya dari dua sisi / pihak. Kan sering juga yaaa ada teman kita curhat, tapi kita sendiri juga ga benar-benar tau faktanya seperti apa. Jadi ambil posisi netral lebih baik :) supaya saran yang kita beri juga lebih seimbang. 

Meskipun secara emosi pastinya saya pengen bela teman saya, apalagi mereka perempuan, ya iyalah saya juga tentu membela perempuan. Nah, di sini lah rasa empati saya munculkan dan tunjukkan. Tapi saat memberi saran, sebisa mungkin saya hindari saran-saran yang ga bijak. Yaaa sekalipun saya juga masih dalam tahap merangkak untuk bisa belajar bijak, tapi setidaknya saya berusaha mengajak orang lain untuk belajar bijak juga. 

Selain itu, sebisa mungkin kita jaga kepercayaan mereka terhadap kita. Apalagi, jika sudah jelas-jelas mereka minta kita merahasiakannya, maka jangan coba-coba kita umbar pada orang lain. Sekalipun mereka tak meminta kita merahasiakan, tetap saja lebih baik kita tak mengumbar curhat mereka pada orang lain. Kalau kita curhat, dan orang yang kita jadikan tempat curhat itu menyebarkan curhatan kita, tentu kita ga suka kan yaaa. Maka jagalah kepercayaan orang lain terhadap kita :)

Nah, sekarang siapa nih yang mau curhat sama saya?? hehe.. KHUSUS WANITA ya ;)

Comments

  1. Replies
    1. Beneran dong mak :) Gratis.. *eh, dikira jualan apa yak*

      Delete
  2. Bener juga, kalau ada teman yang curhat sebisa mungkin kita memberikan saran yang netral agar tidak terkesan berat sebelah intinya yang wajar2 sajalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, netral lebih baik :) apalagi kalo emang kita ga benar2 tau permasalahannya secara jelas..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …