Skip to main content

Tentang Adikku

Aku, Alia dan Adikku

Di postinganku kali ini aku mau cerita tentang adikku :) Cerita soal mama udah pernah, soal alm.ayah udah pernah juga, soal Alia sering..apalagi soal diriku sendiri, hehe..paling sering tuh :p Jadi, aku ini anak pertama dari dua bersaudara, dan adikku juga seorang perempuan. Aku memanggilnya Ima, bukan nama aslinya sih, nama panggilan di rumah.. Nama aslinya Hakimah Riliantisari, agak mirip yaa dengan namaku.. 

Usia kami hanya terpaut 3 tahun, ga jauh ya..jadi bisa kaya temen. Itulah sebabnya adikku tak memanggilku dengan sebutan mba atau kakak, ia biasa memanggil namaku saja. Tapi ga masalah buat aku, malah seneng juga..karena dengan begitu kita seolah ga ada rentang usia. Toh..tanda hormat atau menghargai seseorang pada orang lainnya ga diukur dari cara dia memanggil kita. Buatku, dengan mereka memanggil nama kita dengan benar saja sudah baik kok. Belum tentu juga orang yang memanggil kita hanya dengan menyebut nama saja (meski usia mereka lebih muda dari kita) itu pertanda mereka kurang hormat.

Aku dan adikku terbilang dekat, karena bagaimanapun juga ia saudariku satu-satunya. Meskipun hubungan kami tak seperti saudara kembar identik, yang selalu curhat-curhatan dan pergi kemana-mana selalu bareng. Ada hal-hal yang memang kami berdua tak saling tau tentang masing-masing. Kami berdua memang sama-sama introvert, pastinya ada hal-hal yang memang tak kami jadikan bahan curhat. 

Kadang-kadang aku merasa jauh juga sih dengan adikku karena aku kerap merasa tak terlalu tau tentang dirinya. Tapi aku juga bukan tipe orang yang kepo alias mau tauuu aja urusan orang :p Kalau adikku ga mau cerita soal ini atau itu, ya aku ga maksa. Eh, apa aku ga membuat adikku nyaman untuk bercerita sama aku, atau karena memang ia introvert??? Ah, hanya adikku yang tau.. 

Dalam pandanganku ia adik yang baik :) malah aku yang merasa belum jadi kakak yang baik :( Adikku ga suka itung-itungan *malah suka bayar-bayarin*, kalau dimintain tolong juga pasti mau *gratis pula*, dan dia juga ga pernah cari gara-gara sama aku, hihi..maksudnyaaa?? :p 

Aku berharap hubunganku dengan adikku bisa semakin baik, semakin erat dan semakin saling sayang kedepannya :) Aku juga berharap agar ia mendapatkan jodoh lelaki muslim yang berakhlak baik, yang dermawan dan sabar dalam membimbingnya, aamiin.

Comments

  1. aduh kakak n adek sama cantiknya #maaf jadi gak fokus# hehehe... pasti mamanya bangga punya anak yang hebat mn caem :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah :) makasiih mak Tanty *tersipu*
      Ah, masih jauuuh dari hebat aku mah :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …