Skip to main content

Tunjukkan Dirimu Lebih dan Kurangnya

Semua orang pastinya memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Ga ada seorang pun yang ga punya kelebihan dan ga ada seorang pun yang ga punya kekurangan. Bedanya, seberapa banyak kekurangan atau kelebihannya itu mendominasi dirinya. Kalau kamu gimana? lebih banyak kurangnya atau lebihnya? Kalau aku lebih banyak kurangnya... :( 

Namun, kita seringkali menutupi kekurangan kita dan sebaliknya malah sibuk menonjolkan kelebihan kita. Padahal bisa jadi kekurangan kita lebih banyak dari kelebihannya, tapi karena si empunya jiwa raga itu pandai menutupi dirinya yang sebenarnya, alhasil orang salah menilai kita. Atau bisa jadi penilaian orang terhadap kita jadi terlalu tinggi. Mereka menilai kita benar-benar orang yang sangat baik, padahaaal.. *errr* hihi.. 

Sumber gambar: love.catchsmile.com



Tapi yang paling baik ya kita menunjukkan diri kita apa adanya, ga berusaha menutupi kekurangan atau berusaha terlalu menampakkan kebaikan-kebaikan kita. Misalnya nih, setiap abis sedekah kita update di berbagai sosial media, setiap abis melakukan aktivitas sosial kita update lagi, ah pokoknya semua yang baik-baik orang lain harus tau plus harus diupdate pula di sosial media, lhaaa giliran bikin salah ga ngaku, giliran yang minus-minus ditutupin serapet-rapetnya :p 

Boleh kok kamu nunjukkin kebaikan-kebaikanmu, asal ga berlebihan alias lebay. But, the best is..tunjukkan dirimu lebih dan kurangnya. Eh, ini bukan soal menunjukkan dirimu di sosial media lho ya..tapi dalam kehidupanmu yang sesungguhnya. Bisa aja sih kelebihan seseorang memang lebih banyak dari kekurangannya, ya kalau ini sih ga masalah yang penting jujur :)

Ada baiknya lho, orang lain juga tau kelebihan dan kekuranganmu.. Menurutku sih ini bagian dari jujur pada diri sendiri dan juga orang lain. Dengan demikian kita tampil apa adanya diri kita. Kalau orang tau kelebihan kita siapa tau aja bisa jadi inspirasi buat orang lain untuk melakukan hal serupa atau malah lebih baik lagi. Nah, kalau orang lain tau kekurangan kita ya mudah-mudahan aja itu jadi pembelajaran buat orang lain untuk ga melakukan hal yang kita lakukan atau malah mereka bisa nasehatin kita supaya lebih baik :) hihi.. *konseling gratis*
"Saat melihat kelebihan maupun kekurangan orang lain, aku belajar. Belajar menjadi lebih baik dan belajar mengevaluasi diri".

Comments

  1. karena masing masing dari kita memiliki kelemahan dan kelebihan itulah makanya kita membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …