Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Jeprat-jepret

Sebenernya sih, saya gak terlalu suka foto-foto. Bahkan saat Alia masih bayi pun saya gak sering foto-fotoin dia :p hehe. Gak tau ya, rasanya gak telaten aja kalau harus jeprat-jepret berkali-kali, terus kita pilih-pilih lagi mana yang oke untuk di save atau di publish di sosial media. Kecuali saya punya hape baru yang canggih, kayanya bakalan narsis kali, hihi..tapi ini mah semacam pamer atau apa ya kalau begini. 

Termasuk foto Alia yang saya upload ini. Pastinya bukan saya yang jepret. Ini hasil jepretan adikku (tantenya Alia). Adikku emang yang paling telaten kalau urusan foto-foto. Jadi, tiap mau pergi kemanaaa aja, pasti ada foto-fotonya. Yang paling sering fotoin Alia juga bukan saya, tapi tantenya, hee..emak males foto sih saya :p

Barusan iseng aja saya buka-buka file foto di netbook, terus liat foto ini. Berhubung lagi agak males cari ide buat nulis, yo wes lah bicara tentang foto aja :) Padahal suka foto-foto itu ada manfaatnya juga ya. Kita bisa jadiin kenang-kenangan satu saa…

Gak berhasil memberi ASI, berarti bukan ibu yang baik??

Kali ini saya mau bahas soal ASI. Kadang, saya suka merasa ada yang kurang..karena saya gak berhasil ngasih ASI untuk Alia selama 2 tahun, sesuai dengan keinginan saya sewaktu hamil. Saya juga suka gak enak deh kalau ada orang yang bahas soal ASI, kemudian mereka menyinggung para perempuan yang gak ngasih ASI ke anaknya, mereka bilang seorang ibu seharusnya memperjuangkan hal itu. Padahal, menurutku banyak banget perempuan yang memang sangat ingin memberikan ASI namun nyatanya gak berhasil, seperti yang saya alami. 

Jadi, semasa hamil saya udah berkeinginan untuk memberi ASI pada anak saya begitu ia lahir, hingga usianya dua tahun. Sebelum lahiran, saya banyakin makan, termasuk minum air kacang  hijau yang katanya bisa melancarkan ASI begitu melahirkan. Saya juga suka melakukan massage di bagian payudara dan saya bersihkan bagian putingnya, dengan niat agar ASI nya nanti keluar lancar.

Begitu anak saya lahir, saya coba beri ASI namun hampir-hampir gak keluar. Saya bersyukur anak saya di…

Inti Liburan

Liburan itu kan intinya merefresh jiwa dan batin kita yakaaan :p *cari dukungan* Kalau gitu mah, gak mesti juga yang namanya liburan tuh pake duit banyak, keliling-keliling tempat wisata, atau nginep di tempat penginapan. Liburan itu yang penting hati kita seneng, raga kita nyaman.. 

Kan liburan bukan cuma untuk orang yang berlebihan duit. Liburan bisa kok dilakuin sama semua orang.. Gak pake duit juga bisaaa :) Oya??.. Bisa dong, kan yang penting jiwa raga jadi fresh.. Menurutku, dengan kita melakukan me time, setelah kita disibukkan dengan berbagai aktivitas seharian..ini bisa bikin kita fresh lho..

Intinya, yang penting kamu melakukan aktivitas yang memang kamu sangat sukai dan kamu bisa menikmati waktu tersebut dengan nyaman, tanpa pikiranmu terganggu dengan ini ono :p *eh, ini itu*

Seperti aku nih, hari ini aku jalan-jalan sama putriku, mamaku, dan adikku. Buat orang lain, bisa jadi ga istimewa. Kita cuma pergi belanja ke salah satu tempat perbelanjaan yang bisa ditempuh sekitar set…

Besar atau Kecil, Tergantung Kita

Kalau kamu dapat uang seribu rupiah, menurut kamu besar atau kecil? Hmm, sebenarnya jawabannya relatif.. Tergantung cara kita sendiri menilai besarnya jumlah uang itu. 
Kalau kamu berfikir itu adalah rezeki dari Allah untukmu, maka kamu akan mensyukurinya berapapun jumlahnya. Toh, Allah kan Yang Maha Mengetahui yang terbaik untukmu :) Jika Allah memberimu seribu rupiah, artinya jumlah segitu adalah yang terbaik untuk kamu.. Tapi, kalau kamu berfikir uang itu adalah hakmu dan milikmu, tanpa mengingat bahwa rezeki itu dari Allah, maka bisa jadi kamu akan cenderung merasa nilai itu kurang. 
Besarnya nilai sesuatu, tergantung penilaianmu sendiri. Kalau kamu menilai itu besar, ya jadi besar. Dan kalau kamu menilainya kecil ya jadi kecil :) Rasanya ga bijak, jika saat kita menerima sesuatu -yang menurut kita sedikit-, lantas kita kurang atau bahkan ga mensyukurinya. 
Aku jadi ingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat aku naik angkot, lalu ada seorang pengamen masuk ke dalam angkot. Aku buk…

Tayangan Televisi Minim Unsur Edukasi

Dulu jaman saya masih anak-anak, siaran TV itu masih belum seperti sekarang. Acaranya belum macam-macam. Palingan hanya ada beberapa siaran khusus anak, chanel TV pun masih sedikit. Jadi, kita ga punya banyak pilihan. Makanya dulu jaman saya anak-anak, saya lebih suka baca buku dibanding nonton TV. 

Tapi...sayangnya, jaman sekarang dimana teknologi berkembang dengan begitu pesatnya, bukan hanya manfaatnya yang kita dapat, tapi sisi negatifnya malah kerap lebih banyak deh. Kayanya TV ga bikin kita jadi makin pintar, malah sebaliknya. Eh, tapi ini kalau kita ga bisa bijak menggunakannya sih :) seperti saya. 

Nah, sekarang kekhawatiran saya adalah, jika dampak negatif dari sebagian acara di TV tersebut berimbas pada anak saya Alia. Alia baru 2 tahun 7 bulan, tapi dia udah mulai suka nonton TV. Kebanyakan acara yang ditontonnya adalah siaran kartun, tapi kadang ia suka juga tuh nonton sinetron. Sedangkan sinetron kan bukan tontonan untuk anak-anak sebenarnya. 

Padahal anak kecil itu mempunya…

Pilih yang mana, Pujian atau Kritikan?

Kenapa ya, orang tuh lebih seneng di puji dibanding di kritik.. Padahal, dikritik itu lebih bermanfaat daripada kalau kita dipuji. Eh, tapi tergantung juga sih ya, tergantung gimana kita nyikapinnya. Tepatnya, tergantung cara pandang kita terhadap pujian tersebut.

Sebenarnya, dipuji itu artinya kan kita diapresiasi. Sedangkan dikritik berarti diperhatikan secara lebih detail. Note ya, detail :) hihi.. Kalau kita ga benar-benar diperhatiin mana bisa orang lain kritik kita.. Kecuali kritikan ASBUN (asal bunyi), ini sih ga perlu di dengar :p

Ada satu hal yang membedakan pujian dan kritikan. Kritikan membuat kita BELAJAR lebih baik dan introspeksi, sedangkan pujian enggak. Sisi positifnya pujian, ya kita dapat semangat dan rasa senang atau puas dengan apa yang kita lakukan. Tapi kita ga dapat sisi pembelajarannya. Malah, kalau kita ga bijak, alih-alih belajar, yang ada malah bikin kita berpuas diri, merasa kita sudah baik. Parahnya, orang yang ga bijak menyikapi pujian, bisa-bisa mengarah p…

Merasa Paling Menderita

Kamu pernah ga merasa paliiing menderita? Saat kamu lagi tertimpa masalah, kok rasanya kamu tuh yang paling menderita sedunia :'( huuu.. Padahal sih, ini benar-benar ASLI cuma perasaan kita doang. Lha, mana mungkin kita jadi orang paling menderita sedunia, sementara di rumah-rumah sakit banyak orang sekarat, di jalanan banyak pengemis, di luar sana ada orang yang kehilangan semua anggota keluarganya akibat kecelakaan, dan masih banyak lagi musibah yang lebih dahsyat dibanding masalah kita.

Mereka semua lebih pantas kan, untuk merasa menderita dibanding kamu? Ya, intinya kamu akan selalu menemukan orang lain yang jauuuh lebih menderita dibanding kamu. Makanya, ga boleh kita merasa paling menderita. Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk selalu liat ke bawah siapa tau ada duit jatuh, maksudnya supaya kita ga membandingkan diri kita dengan keadaan orang lain yang di atas kita, SEBALIKNYA, bandingkan dirimu dengan mereka yang di bawahmu.

Saat kamu susah, ingat bahwa di luar sana ada oran…

Alia Kok Cerewet Yaaa ^_^

Kalau liat Alia yang seringkali cerewet, aku suka heran sendiri. Padahal orang tua nya terbilang pendiam. Eh, anaknya cerewet :p hihi. Kata mama, dulu waktu aku seumur Alia, aku ga banyak tingkah dan ga cerewet. Sedangkan Alia, wow..kalau lagi muncul cerewetnya nih ya, superrr deh, udah kaya pembicara gitu, suaranya keras, omongannya cepat, ga abis-abis deh kata-kata keluar dari mulutnya. Belum lagi tangannya yang bergerak-gerak seperti seorang pembawa acara atau MC (master ceremony).
Kadang aku juga takjub, kok Alia kuat banget ngomongnya :) Tapi bicaranya Alia belum terlalu jelas, masih banyak kata-kata yang bahkan aku sendiri suka bingung ini maksudnya apaaa ya.. Kadang aku suka mikir, Alia tuh kalau udah dewasa cocoknya jadi pembicara kali ya, hehe.. Semacam motivator atau pengajar gitu, atau penceramah ya..hehe, aamiin. 
Nah, kalau Alia udah beraksi bak seorang pembicara, itu bisa bikin aku tertawa, malah bisa sampe terbahak-bahak deh liat aksi Alia :D Lucu abisss.. Hal-hal seperti…

Masalahnya Bukan Pada Masalah

Ah, hari ini saya mau curhat :) Tapi curhatnya ga akan mellow kok, tenang aja.. hehe.

Jadi gini, beberapa waktu lalu, seseorang di masa lalu saya -bisa siapa aja lho ya, pokoknya di masa lalu- kembali mengusik ketenangan saya. Awalnya sih sempat kaget juga, kenapa sih dia masih ngusik-ngusik saya lagi. Padahal saya ga pernah punya niatan untuk berdebat lagi sama dia. Eh, tau-tau dia melakukan sesuatu yang sempat membuat saya kesal.

Tapi, sudahlah.. Saya tak ingin terlalu ambil pusing. Pokoknya saya harus tetap fokus pada tujuan saya, harus tetap positive thinking dan harus terus berjalan lurus ke depan. Saya hanya menanggapi semua itu sekedarnya aja, karena saya tau banget..itu bakalan menguras energi saya kalau saya terlalu menanggapinya.

Sebenarnya, masalah itu seringkali datang untuk menguatkan kita, bukan untuk melemahkan. Sekalipun kita suka ngerasa ga berdaya saat ditimpa masalah yang menurut kita cukup besar. Tapi itu cara Allah, supaya kita belajar sabar, belajar bijak, dan belaj…

Saat Sudah Mengalami Sendiri, Barulah Kita Bisa Memahami Orang Lain

Judul di atas kepanjangan ya? hihi, biarin ah. Ga nemu judul yang lebih pendek soalnya. Kalau pendek, pesannya malah ga sampai. Jadi, ya sudahlah :)

***

Kita sering memberikan penilaian negatif pada orang lain, atas apa yang mereka lakukan. Padahal kita gak tau pasti apa yang mereka rasakan dan alami. Jadi, kita hanya menilai dari yang kita lihat. Padahal seringkali yang kita lihat, belum tentu seperti itu juga kenyataannya lho. 

Memang susah ya, untuk kita bisa benar-benar berempati pada orang lain. Ya, seenggaknya kalau ga bisa berempati, seharusnya kan ga perlu pake ngasih penilaian negatif gitu ya.. Ini namanya su'udzan (prasangka buruk). 

Tapi, saat kita udah ngalamin sendiri apa yang orang lain alami, baru deh kita bisa memahami keadaan orang lain. Saya beberapa kali ngalamin hal ini. Kamu gimana? :) Ujung-ujungnya suka nyesel deh, kenapa dulu saya bersikap begini, kenapa dulu saya menilai begitu.. 

Seharusnya, kita belajar mengasah empati, dengan cara menempatkan posisi orang la…

Gemar Membaca Tapi Tak Gemar Beli Buku

Kebanyakan orang yang gemar membaca, biasanya pasti memiliki buku dalam jumlah yang lumayan banyak di lemarinya. Ya, itulah yang saya tau. Orang-orang yang saya tau memiliki hobi membaca, pasti punya koleksi buku yang cukup banyak. Bahkan ada yang sampai punya perpustakaan pribadi di rumahnya, seperti Pak Habibie (gambar di atas). 
Tapi tidak semua begitu lho. Hal tersebut tak berlaku buat saya. Saya gemar membaca, tapi tak gemar beli buku, hihi.. Selain karena faktor U alias uang :p saya juga ga terlalu terobsesi untuk sering beli buku. Jumlah buku yang saya punya ga banyak, paling hanya 20 an *tutup muka*. Itupun masih ada beberapa buku yang belum habis saya baca tuntas. Rasanya sayaaang deh, beli buku tapi kok ga semua halaman buku saya baca. Semacam agak mubadzir gitu :) 
Maka dari itu, saya sangat selektif beli buku. Kalau saya ga yakin buku itu benar-benar akan menarik untuk saya baca sampai tuntas, maka saya ga akan beli. Khawatir cuma jadi pajangan doang di lemari. 
Pernah juga s…

Mengajarkan Tiga Kata Penting Bagi Anak

Ada tiga kata penting yang harus diajarkan sejak dini pada anak. Ketiga kata ini berkaitan erat dengan etika. Tiga kata ini adalah : maaf, tolong, dan terimakasih. Sebelum anak bisa bicara, kita juga sudah bisa mengajarinya ketiga kata tersebut. 
Saya mulai mengajari Alia kata tolong saat ia sudah mulai mengerti kalau saya memberinya instruksi. Seperti saat saya memintanya menaruh botol susunya ke dapur, memintanya mengambilkan sesuatu, atau memintanya menaruh kembali mainan ke tempatnya, dan lain-lain. Kata terimakasih biasanya saya sematkan setelah kata tolong itu dilakukan. Jadi, setelah saya memberi Alia instruksi dengan menggunakan kata tolong, setelah ia melakukannya saya mengucapkan terimakasih padanya. 
Namun, saya sendiri masih suka melewatkan kedua kata itu :p *emak ga konsisten*, akibatnya Alia pun suka melewatkan kedua kata itu.
Nah, kalau untuk kata maaf, ini memang kuantitasnya tak sesering kata tolong dan terimakasih. Saya ga pernah ngajarin Alia kata maaf secara khusus. P…

Menulis Ga Perlu Ribet Soal SEO

SEO / Search Engine Optimization (optimisasi mesin pencari), sebenarnya sudah saya ketahui cukup lama juga. Sebelum saya ngeblog, saya sudah tahu tentang SEO. Maklumlah sebagai pemilik online shop, saya pernah pula menyewa jasa Internet Marketing untuk memasang iklan online shopsaya di internet. Nah, dari situ saya jadi tau tentang SEO. Tapi ya baru sebatas pengertian dasarnya aja sih, seluk beluknya yang lebih detail saya ga tau, hehe.. 

Saya hanya tau, bahwa SEO itu adalah suatu cara yang bisa membuat blog atau website kita berada pada posisi satu di halaman pertama mesin pencarian (search engine). Artikel yang ada di blog kita pun bisa di optimasi dengan teknik SEO, supaya bisa mejeng di halaman pertama search engine, dan nangkring dengan manis di posisi satu. Keren ga tuh? :)

Waktu awal-awal ngeblog, saya sempat juga tertarik dan pengen belajar SEO. Ya, apalagi motivasinya kalau bukan pengen blog saya yang masih baru ini bisa melesat populer :p Tapi, baru beberapa kali coba belajar …

Serba-serbi Kehamilan (Bag. 3)

Sepertinya ini bagian terakhir dari serba-serbi kehamilanku yang aku ulas di sini :) 

Selama hamil, saya semakin rajiiin banget sama yang namanya bersih-bersih. Apalagi waktu hamil muda, ngeliat yang kotor atau jorok sedikit aja udah gatel banget pengen bersihin. Begitu pula kalau saya nyium bau yang ga enak, rasanya mual bin jijay bin geuleuh :p 

Saya juga punya alergi sama makanan dan baunya, yang hanya saya alami selama hamil. Saya enek banget sama mie instant dan telur. Aduh, pokoknya nyium bau kedua makanan ini bikin saya mual, apalagi makannya, rasanya pengen muntah. Padahal di luar masa kehamilan, saya doyan sama mie instant dan telur. Ini juga termasuk bawaan hamil. Aneh ya, saya juga heran kenapa bisa begitu. 

Berat badan saya hanya naik 12 kilogram selama hamil. Menurut dokter, kenaikan 12 kilogram termasuk ideal. Jadi, dari bulan pertama sampai bulan ke 6, berat badan saya naik 1 kilogram per bulannya. Begitu masuk bulan ke 7 sampai bulan ke 9, per bulan naik sekitar 2 kilogra…

Serba-serbi Kehamilan (Bag. 2)

Masih menyambung postingan kemarin, soal kehamilan

Meskipun hamilku agak rewel karena ada keluhan ini dan itu, alhamdulillaah aku ga terlalu ngerasain yang namanya ngidam. Kalau orang hamil lainnya punya pengalaman pengen ini dan itu, aku enggak tuh.. Pernah sih beberapa kali pas hamil merasa pengeeen banget sama pempek, tapi juga ga selalu keturutan :p

Pernah juga lain waktu merasa pengen banget sama seblak, tapi itu pun ga pas hari itu pengen, hari itu juga keturutan. Jadi, besoknya pas ke warung sayur, baru deh aku beli bahan-bahan untuk bikin seblak. Jadi, kalau urusan ngidam sih aku ga rewel malah. Kalau pengen sesuatu ya ga mesti diturutin. Apakah Alia ngeces? NO. Jadi, yang bilang kalau ngidam ga dituruti nanti anaknya pas bayi suka ngeces, itu MITOS belaka.

Sebenarnya, sebelum aku cek kehamilan pakai test pack dan kemudian ke dokter kandungan, aku udah lebih dulu punya firasat dan pertanda kalau aku hamil. Kerasanya tuh pas buang air kecil, kaya ada sesuatu yang ga biasa kita r…

Serba-serbi Kehamilan (Bag. 1)

Ah, mau mengenang masa hamil dulu nih :) hehe. Udah dua tahunan yang lalu sih, tapi pengen aja mengulas kembali, mudah-mudahan ada manfaatnya.  
Dulu, awal-awal masa kehamilan, tepatnya di trimester pertama, hamilku termasuk yang cukup rewel. Badan rasanya gampang lemas, ga nafsu makan, sering sakit kepala, mual, sensitif. Yang paling mengkhawatirkan buat aku adalah soal ga nafsu makan. Karena aku khawatir itu berpengaruh pada perkembangan janin. 
Akhirnya aku rajinin minum susu khusus untuk ibu hamil. Aku minum sehari dua gelas. Selain susu khusus untuk ibu hamil, aku juga suka minum susu biasa untuk nambahin asupan gizi. Maklum, kalau lagi bener-bener ga nafsu makan, seharian aku bisa ga makan apapun. 
Alhamdulillaah lama-lama aku mulai nafsu makan camilan, kaya kue-kue basah gitu (jajanan pasar). Aku juga doyan makan pisang waktu hamil muda, soalnya ga bikin enek, bisa bikin kenyang, dan praktis. Yang paling penting, pisang juga bagus banget lho buat ibu hamil. Pisang mengandung zat b…

Bye-bye Begadang

Alhamdulillaah, sejak posting tentang begadang hampir dua minggu yang lalu, aku stop begadang ! Kembali ke jam normal, tidur sekitar jam 9 malam, kemudian bangun sekitar jam 1/2 4. Dan, rasanya lebih enak..ga ada rasa bersalah karena tidur larut, dan terkantuk-kantuk saat shalat malam dan shalat Subuh. 

Kalau aku bilang sih, begadang itu seperti candu. Karena jika kita membiasakan diri begadang, lama kelamaan itu bisa menjadi kebiasaan yang membuat kita seolah menikmatinya, dan sulit meninggalkannya. Padahal tidur lebih awal itu bisa membuat kita bangun lebih awal juga. Jadi, bisa shalat Subuh di awal waktu, dan bahkan bisa shalat Tahajud. 

Memang ada sebagian orang yang merasa waktu malam itu adalah waktu yang produktif, untuk menulis, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan kantor. Karena waktu malam begitu hening, saat anak-anak sudah tertidur, pekerjaan rumah juga sudah selesai, sehingga di saat itulah kita merasa seolah ini waktu yang tepat untuk melakukan hal yang kita sukai. Padaha…

Prinsip Hijab Syar'i

Masih ingat dong ya sama Teh Ninih? Teh Ninih adalah istri dari Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Sudah lamaaa banget aku kagum sama Teh Ninih. Malah sebelum aku memakai jilbab awal tahun 2007, aku sudah lebih dulu mengagumi Teh Ninih. Sayangnya, aku belum pernah bertemu langsung dengan beliau. Pernah satu waktu aku berkunjung ke Daarut Tauhid, tapi ga ketemu sama Teh Ninih. 

Aku kagum sama auranya beliau. Anggun, lembut, ramah, sederhana tapi elegan, pokoknya enak banget deh diliatnya. Aku juga salut sama penampilan Teh Ninih yang konsisten, ga terseret arus mode gaya berhijab. Gaya berhijabnya syar'i, selalu menutup dada, pakaian longgar, tanpa perhiasan berlebihan, dan penampilannya tidak mencolok. Teh Ninih juga selalu memakai gamis saat tampil di depan umum.
Allah berfirman :"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Da…

Harga Murah Saja Gak Cukup !

Dua hari yang lalu, saya mengajak Alia jalan-jalan ke tempat bermain anak di salah satu pusat perbelanjaan di Cimahi. Saya sudah beberapa kali mengajak Alia pergi ke sana. Harga tiket masuknya terjangkau, hanya dengan 20 ribu rupiah, satu orang anak sudah bisa menikmati berbagai aneka permainan seharian. Meskipun harga tiket masuknya terbilang murah, tapi permainannya ga mengecewakan kok. Ya, ini yang saya tangkap waktu awal-awal ke sana.

Tapi, kemarin saya kecewa ! Padahal baru sekitar dua mingguan yang lalu saya datang ke sana, dan sebagian besar permainan bisa berfungsi. Namun, kemarin sebagian besar mobil-mobilan dan motor-motoran ga berfungsi dengan baik, alias ga bisa dijalankan. Padahal Alia selalu tertarik dengan mobil-mobilan dan motor-motoran, ga mau permainan yang lain. Alhasil, sesampainya di sana saya bingung, mau main apa Alia, karena motor dan mobil yang berfungsi sedang dipakai oleh anak lain. Sementara banyak motor dan mobil yang menganggur tak terpakai, karena rusak.

S…

Kerjaan Rumah Tangga Saya (Bag. 2)

Okey, ini postingan lanjutan yang kemarin yah :) masih mengenai kerjaan rumah tangga. Yuk, lanjuuut..

#  Daftar Tiga Harian

1.  Buang Sampah Dapur
Sebenarnya sih, bagusnya dibuang tiap hari, berhubung kalau tiap hari jadi boros kantung plastik sampahnya, jadi memperbanyak pemakaian plastik kan ya.. Makanya, saya buang sampah dapur kalau kantung plastiknya sudah penuh, ya..sekitar tiga harian deh. Tapi fleksibel ya, kalau sebelum tiga hari sudah penuh, ya dibuang dong :)

#  Daftar Mingguan

1.  Buang Sampah Luar
Kalau yang ini terbilang sampah kering, seperti debu sehabis menyapu, dan kotoran daun-daun kering yang berserakan di lantai halaman. jadi bisa dibuang seminggu sekali. 

2.  Bersihin Lantai Di Bawah Spring Bed
Eh, jangan salah lho ya..mentang-mentang ga keliatan terus ga usah dibersihin. Ini perlu banget ! Apalagi aku kan tidur di bawah, jadi spring bed-nya aku taruh langsung di lantai (ga pakai tempat tidur), nah..bagian bawah spring bed ini bisa jadi sarang kutu kalau ga pernah di ber…

Kerjaan Rumah Tangga Saya (Bag. 1)

Kira-kira ada yang mau tau gak aktivitas kerjaan rumah tangga saya, seputar beres-beres dan bersih-bersih rumah ? Hehe, gak ada yang mau tau ya.. Biarin, bakalan tetap saya ulas di sini.. :p hihi.. Ini kan blog saya. Ya, mudah-mudahan aja ada yang terinspirasi untuk jauh lebih rajin dari saya.

Baiklah, ini dia daftar kerjaan saya. Ada yang harian, 2 harian, 3 harian, mingguan, atau sesuka hati saya..

#  Daftar Harian :

1.  Menyapu



Ya, saya merasa wajib menyapu lantai rumah setiap pagi ! Rasanya, kalau ga disapu sehariii aja..ga enak, berasa ada yang kurang. Saya paling geuleuh liat rambut-rambut rontok di lantai berserakan, terus ada kotoran debu-debunya gitu..ga enak pokoknya di kaki. Alhasil, saya harus menyapu tiap hari :) Capek? enggak, karena kenyamanan saya jauh lebih penting

2.  Beresin Tempat Tidur
Setiap pagi, bed cover saya kebutin, dilipat yang rapih, spring bed saya kebutin pakai sapu lidi, terus saya tata rapih bed cover, boneka-boneka dan bantal supaya enak dilihat. Oya, say…

Nyoblos Berhadiah Kopi

Sebenarnya sih yaaa, awalnya, hari ini saya berniat untuk ga datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), alias mau GOLPUT (Golongan Putih) *jangan ditimpuk yah* hihi, and jangan ditiru ! Alasannya klise sekali lho, bingung mau milih apa. Ya, saya memang ga perhatian dan ga tertarik sama partai-partai peserta pemilu. Jadinya, saya bingung kalau mau nyoblos, mau pilih yang mana ya.. Masa iya saya kudu ngitung kancing dulu, atau tang ting tung mana yang untung sebelum nyoblos :p

Tapi, ternyata Allah menakdirkan lain, saya akhirnya datang ke TPS dan nyoblos deh :) Jadi gini ceritanya, mama saya yang awalnya berniat ga datang juga kaya saya, eh..tiba-tiba berubah haluan, mama malah ngajakin saya datang ke TPS hari ini. Saya yang awalnya berniat ga datang, sempat merasa malas mau berangkat dadakan gitu. Tapi, karena mama yang ngajakin, dan juga sekalian ngajak Alia jalan-jalan ke luar rumah terpaksa aku mau juga :)



Berangkatlah aku ke TPS yang letaknya ga jauh dari rumah. Dan, sesampainya di bil…

Wanita Pintar Masak Itu...

Kayanya asyik ya punya hobi masak itu, bisa makan enak hasil buatan sendiri, bisa punya kesibukan di dapur, bisa masakin keluarga. Ah, rasanya jadi perempuan pun semakin banggaaa lagi kalau pintar masak, apalagi kalau masakannya terbukti enak maknyusss :) 

Sayangnya, aku ga hobi masak. Aku suka masak ya pas jadi istri aja, itu pun ga rutin masaknya, suka ada bolong-bolongnya, hihi.. Kebisaanku dalam memasak juga masih sangat terbatas. Belum sampai tahap pintar, apalagi ahli. 

Dalam pandanganku, wanita yang pintar masak itu keren. Menurutku pintar masak itu penting lho. Kita bisa lebih hemat, karena ga harus beli makan di luar, yang kita ga tau pasti kebersihan dan kandungan bahan-bahannya. Juga lebih sehat, karena kita bisa pilih bahan-bahan yang kandungan vitaminnya paling baik, dan juga membatasi, atau bahkan menghindari penggunaan penyedap rasa (MSG). 

Selain itu, dengan adanya ibu rumah tangga yang pintar masak tentunya menjadi nilai plus bagi keluarga. Siapa coba yang ga pengen puny…

Rezeki Tak Akan Tertukar

Rezekimu adalah milikmu, dan rezekiku adalah milikku. Jika memang rezeki itu ditentukan Allah menjadi milik kita, maka pasti akan kita terima, begitu pun sebaliknya. Urusan rezeki itu mutlak otoritas Allah. Tak akan tertukar, dan tak akan salah orang. Karena Allah Maha Teliti, Allah Maha Sempurna, jadi tak mungkin ada kesalahan dalam hal pembagian rezeki. 



Jadi, tak seharusnya kita merasa iri saat melihat orang lain mendapat rezeki. Tak seharusnya kita berandai-andai rezeki itu jadi milik kita. Dan, tak seharusnya pula kita seolah bertanya-tanya mengapa orang lain yang diberi dan kita tidak. Itu sama saja menyangsikan ke-Maha Telitian Allah dalam mengatur rezeki.

Jika rezeki yang kita harapkan belum juga kunjung tiba Allah berikan, bukan berarti selamanya kita tak akan pernah mendapatkannya. Sebab Allah Yang Maha Tau kapan waktu yang terbaik. Jika ada yang bilang semua akan indah pada waktunya, itu benar adanya.

Yang terpenting saat ini adalah, teruslah berusaha menjemput rezekimu. Iring…

Susahnya Jadi Mama yang Selalu Sabar dan Lembut

Waaah ternyata jadi mama yang selalu bisa sabar dan lembut itu susahnya minta ampun deh. Apalagi buat aku yang aslinya ga sabaran, suka gampang emosi, dan keras kepala. Rasanya seperti mendaki di gunung tinggi tanpa alas kaki di tengah hujan deras dan gelapnya malam seorang diri *hiii, sangat hiperbola -_-

Waktu Alia masih bayi sih, belum terlalu banyak menguji kesabaran, karena dia belum bisa menyampaikan apa yang dia mau dan tak mau dengan jelas, keinginan seorang bayi juga belum sebanyak keinginan anak batita. Paling nangis, kasih susu, ditimang-timang atau dinyanyiin, diem..beres deh :) Tapiii, semakin kesini anak semakin bisa mengutarakan keinginannya, semakin banyak kemauan dan tingkahnya semakin macam-macam.

Aku yang saat awal-awal menjadi mama, ingin sekali bisa menjadi mama yang selalu sabar dan lembut pada anak, lama kelamaan pondasi sabarku terkikis sedikit demi sedikit. Kadang kalau lagi benar-benar kesal, keluar juga deh nada-nada tinggi. Gemeees banget, ini mulut kok ga bi…

Menu Makan Alia Ala Eyang

Usia Alia saat ini 2 tahun 6 bulan, dengan berat badan 17 kg. Berat badan ideal untuk anak usia 3 tahun itu sekitar 14 kg. Jadi, berat badan Alia sudah lebih dari ideal, alias kelebihan beberapa kilogram. Terbilang gendut juga sih Alia :) tapi alhamdulillaah ga sampai obesitas lah yaa.. Dari sebelum menikah, aku tuh memang udah seneeeng banget liat anak kecil yang agak chubby gitu pipinya. Rasanya gemeeess banget pengen nyium, pengen nyubit, pengen nguwel-nguwel.

Alhamdulillaah setelah punya anak, kesampaian deh punya anak batita yang pipinya agak chubby, karena memang berat badan Alia lebih dari anak pada umumnya. Melihat berat badan Alia yang terbilang gendut ini lah, orang-orang suka ada yang tanya, "makannya apa sih, kok bisa gendut?", "gendut ih Alia, emang makannya apa aja?" dan pertanyaan-pertanyaan senada lainnya :) 

Makanya, sekarang aku buat postingan aja deh soal menu makan Alia ala eyangnya, hihi..iyaaa secara emaknya mah ga doyan masak, jadi eyangnya deh…

Manfaat Ngeblog (My Version)

Aktivitas blogging yang baru saya kenal 4 bulanan ini adalah aktivitas dengan segudang manfaat. Berikut ini saya ulas beberapa manfaat blogging versi saya. Semoga semakin banyak orang yang tertarik untuk ikutan ngeblog dan mendapatkan manfaatnya, aamiin.

1.  Sarana Berbagi dan Mendapatkan Informasi Serta Pengetahuan
Melalui tulisan yang kita posting dalam blog, membuat kita bisa berbagi apapun dengan orang lain. Sehingga orang lain yang membaca tulisan kita mendapatkan informasi dari apa yang kita tulis. Begitu pula kita, sebagai blogger, kita pun banyak memperoleh informasi dari sesama teman blogger melalui tulisan-tulisan mereka. Tak hanya sekedar informasi, namun ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan melalui postingan-postingan yang kita baca. Karena banyak pula teman-teman blogger yang ahli dalam bidang kedokteran, hukum, jurnalistik, parenting, dan lain lain yang membagi ilmu pengetahuannya melalui blog.

2.  Sarana Belajar
Kita bisa belajar masak saat membaca postingan mengenai masak-m…