Skip to main content

Begadang Kok Malah Jadi Kurang Produktif

Sumber gambar dari sini

Sebenarnya aku kurang suka dengan aktivitas begadang yang menyebabkan aku jadi tidur larut malam. Tapi akhir-akhir ini aku melakukannya -_- Sebelumnya, aku biasa tidur malam sekitar pukul 21.00 WIB, tapi akhir-akhir ini aku tidur hampir pukul 24.00. Awalnya sih karena aku merasa pada waktu malam hari setelah anakku terlelap tidur, adalah waktu yang paling tepat untuk aku menulis dan membaca. 

Akhir-akhir ini anakku meminta perhatian ekstra dariku, ini membuatku dengan senang hati meluangkan waktu lebih untuk menemaninya, entah itu saat nonton TV, makan, maupun bermain. Saat aku menemani anakku inilah, aku meninggalkan aktivitasku di depan netbook. Aktivitas jualan online di Shalihah SHOP, membaca artikel-artikel, blogwalking dan menulis.

Karena itulah aku memilih untuk melakukan sebagian dari aktivitas yang aku tinggalkan saat menemani anakku, pada malam harinya dengan cara begadang. Apakah ini menyelesaikan masalah? NO, aku malah jadi merasa kurang produktif, karena melakukan sesuatu di malam hari juga banyak godaannya, terutama rasa kantuk yang menyerang. Masa iya sih, menulis dan membaca dalam keadaan ngantuk-ngantuk :p 

Akhirnya aku hanya sempat menulis di blog, ga sempat lagi menulis di Kompasiana. Aktivitas membaca melalui internet pun jadi agak berkurang. Selain itu, begadang membuatku jadi bangun kurang awal, alhasil suka kelewat shalat Tahajud :( Ini yang paling membuatku nyesek dengan aktivitas begadang. 

Sepertinya aku ga cocok begadang, aku merasa tak lebih baik dengan begadang. Jadi, aku harus cari cara lain untuk bisa tetap produktif sekalipun anakku meminta perhatian ekstra, dan pastinya ini tanpa begadang ! DILEMA seorang ibu, aku ingin bisa tetap jadi ibu yang terbaik untuk anak, namun aku juga memiliki aktivitas-aktivitas yang tak kalah penting untuk dilakukan, terutama aktivitas yang menghasilkan uang *maklum single mother*. 

Adakah yang mau memberikan saran? ^_^ Gratis tapi yaaa, hee..

Comments

  1. Ikuti alur dan nikmati saja,Mak...Sebab usia buah hati masih kecil,butuh ditemani. Kesempatan termahal dari kegiatan apapun. Kelak mereka sudah besar kita akan merindukan,dan tak bisa kembali. Soal menulis dan kegiatan lain memang perlu jeli cari slah nya,yaa... Cara saya dulu,belum tentu cocok dengan Mak Arifah... Selamat berladang amal semoga Allah meluaskan hati dan kesempatan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mak, betul.. mengurus dan menemani anak melakukan aktivitasnya memang kegiatan berharga :)
      Makasih yaa.. aamiin.

      Delete
  2. Saya nggak begadang sekarang mak..ya itu..ngantuk..anak yg kecil belum sekolah jadi emang harus ditemani. Biasanya Kalo saya nulis blog pas anak bobo siang, kadang nyuri2 pas dia lagi anteng main sama kakaknya..jadi emang ga banyak waktu nya. Kalau punya asisten mungkin bisa lebih banyak waktu nulis. Trus aku minus kopi mak..ini sih jangan ditiru ya. Kalo perutnya ga kuat bisa maag. Dulu 2 cangkir skrg 1aja sekitar jam 9 an pagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bawaannya suka ngantuk melek malem-malem tuh, jd susah fokus juga :p
      Wah, kalau saya skrg memang ga minum kopi mak, saya ganti pakai teh hijau..

      Delete
  3. sy dulu insomnia akut mba.. tapi skrg Alhamdulillah sudah 'sembuh'
    hhm..gimana kalo mba aktivitasnya dipindah aja waktu si anak lagi bobok. mudah2an diberi kesabaran dan kekuatan ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah mbak kalau sudah sembuh, insomnia itu katanya menyiksa juga ya..
      Iya sih, tadinya memang pengen begitu..pas anak tidur malam saya aktivitas di depan lappy, tp ternyata sy ga cocok dgn begadang. Paling pas jam anak bobo siang, tp ga lama :p

      Delete
  4. Dibuat jadwal kegiatan bisa gak?.
    Kayaknya susah, ya. Karena yg berhubungan dengan anak tuh susah diprediksi dg waktu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ora iso maaakk :( betul bgt kata mak, kita ga bs pastiin jam berapa dia minta ditemenin mamanya. Masa anak minta ditemenin, minta diperhatiin kita nolak.. huhu..dilematis tis tis.. Thanks sarannya mak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…