Skip to main content

Besar atau Kecil, Tergantung Kita

Sumber gambar dari sini

Kalau kamu dapat uang seribu rupiah, menurut kamu besar atau kecil? Hmm, sebenarnya jawabannya relatif.. Tergantung cara kita sendiri menilai besarnya jumlah uang itu. 

Kalau kamu berfikir itu adalah rezeki dari Allah untukmu, maka kamu akan mensyukurinya berapapun jumlahnya. Toh, Allah kan Yang Maha Mengetahui yang terbaik untukmu :) Jika Allah memberimu seribu rupiah, artinya jumlah segitu adalah yang terbaik untuk kamu.. Tapi, kalau kamu berfikir uang itu adalah hakmu dan milikmu, tanpa mengingat bahwa rezeki itu dari Allah, maka bisa jadi kamu akan cenderung merasa nilai itu kurang. 

Besarnya nilai sesuatu, tergantung penilaianmu sendiri. Kalau kamu menilai itu besar, ya jadi besar. Dan kalau kamu menilainya kecil ya jadi kecil :) Rasanya ga bijak, jika saat kita menerima sesuatu -yang menurut kita sedikit-, lantas kita kurang atau bahkan ga mensyukurinya. 

Aku jadi ingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat aku naik angkot, lalu ada seorang pengamen masuk ke dalam angkot. Aku buka dompet mencari uang receh, namun aku hanya punya sekeping uang receh yang jumlahnya 100 rupiah. Tanpa berfikir panjang dan tanpa niat buruk, aku berikan uang itu pada pengamen itu. Tapi aku KAGET, karena pengamen tersebut langsung melempar uang itu ke lantai angkot, seraya menggerutu padaku. 

Aku lupa apa kata-katanya, tapi jujur awalnya aku ga ngeh kenapa dia marah-marah. Begitu aku lihat uang logam recehan yang ia lempar, aku baru NGEH, ternyata dia gak terima aku kasih segitu. Tapi, aku fikir..aku juga jadi merasa salah di sini. Rasanya, saat ini uang 100 rupiah memang seperti gak ada artinya padahal uang sejuta kurang seratus rupiah jadi gak sejuta ya. Aku jadi berfikir kalau lain kali ada pengamen lagi, aku lebih baik ga usah ngasih kali ya, kalau memang aku gak punya uang receh seribuan. Hehe, aneh juga ya..dikasih salah, gak dikasih juga kadang salah pula :p 

Menurutku, berapapun yang kita terima seharusnya bisa kita syukuri. Bukankah Allah akan menambah nikmat rezeki-Nya untukmu jika kamu bersyukur :) 

Comments

  1. Kejadian sama yang pernah saya alami,Mak...saat itu ada yang berkomentar begini, "Pantess...dia dikasih susah, karna bahaya kalau dia kaya dengan sifat itu.."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mak pernah ngalamin juga toh.. Ga enak banget ya mak jadinya. Saya malah jadi ngerasa serba salah :p

      Delete
  2. Duh...plingg sebel kl lihat pengamen model begitu...kurang bersyukur bgt rasanya....astsghfirullohal adhim..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, ga sopan juga..sampe dilemparin gitu uangnya, plus menggerutu juga..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…