Skip to main content

Gemar Membaca Tapi Tak Gemar Beli Buku

Sumber gambar dari sini

Kebanyakan orang yang gemar membaca, biasanya pasti memiliki buku dalam jumlah yang lumayan banyak di lemarinya. Ya, itulah yang saya tau. Orang-orang yang saya tau memiliki hobi membaca, pasti punya koleksi buku yang cukup banyak. Bahkan ada yang sampai punya perpustakaan pribadi di rumahnya, seperti Pak Habibie (gambar di atas). 

Tapi tidak semua begitu lho. Hal tersebut tak berlaku buat saya. Saya gemar membaca, tapi tak gemar beli buku, hihi.. Selain karena faktor U alias uang :p saya juga ga terlalu terobsesi untuk sering beli buku. Jumlah buku yang saya punya ga banyak, paling hanya 20 an *tutup muka*. Itupun masih ada beberapa buku yang belum habis saya baca tuntas. Rasanya sayaaang deh, beli buku tapi kok ga semua halaman buku saya baca. Semacam agak mubadzir gitu :) 

Maka dari itu, saya sangat selektif beli buku. Kalau saya ga yakin buku itu benar-benar akan menarik untuk saya baca sampai tuntas, maka saya ga akan beli. Khawatir cuma jadi pajangan doang di lemari. 

Pernah juga sih, satu waktu saya merasa tertarik sama sebuah buku. Saya baca resensinya menarik banget. Eh, pas saya baca, ternyata isinya jauh banget dari harapan. Nyesel deh beli.. 

Selain itu, saya juga picky (pemilih) dalam membeli buku. Saya malas baca buku yang kertasnya buram lah, malas baca buku yang huruf tulisannya terlalu kecil lah, malas ngeluarin duit untuk beli bukunya lah *ehh :p Ya, pokoknya pertimbangan saya buat beli sebuah buku ga mudah.

Untungnya dan bersyukurnya, saat ini saya merasa sangat dimudahkan dengan akses internet yang semakin mempermudah saya memperoleh bahan bacaan. Jadi, sekalipun saya tak gemar beli buku, saya tetap bisa menyalurkan kegemaran saya dalam membaca. Dengan cara membaca berbagai bacaan di internet. Memang beda sih ya sensasinya, baca buku langsung dengan baca di internet. Tapi, yang terpenting manfaatnya sama, :) sama-sama dapat ilmu.

Semangat membaca !

Comments

  1. Kl saya tergantung..kl novel baca diawal menarik smpai blkg pasti penasaran dan smlmpun biss tamat..tp kl diawal2 dah bosen ya sudah g lnjut g tau krg mnarik aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya ya, kalau menarik bisa semaleman abis dibaca :)

      Delete
  2. Hehe...
    kalau buku saya seabrek banyaknya Mak, setiap ke Gramedia bisa beli 3 atau 4 sekaligus, hanya saja nggak kelar2 bacanya...lebih sering ketiduran. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaahh?? kebayang banyaknya :) kebaca semua ga itu mbak? hehe..

      Delete
  3. Kalau aku ngincer di pesta buku atau pameran, mak. Lebih murah. Untuk penulis tertentu aku udah punya kuncian, maksudnya udah masuk list buruan. Kayak Tasaro, ifa Avianty, Sinta Yudisia dan lain-lain. Nah yakin deh, exciting bacanya. Koleksi bukuku belum banyak, baru 100an. Obsesinya pengen punya ruang perpus yag luas kayak Pak Habibie gitu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, aku juga seneng pergi ke bookfair dulu :) *sebelum jadi emak-emak*
      100?? 5 x lipat buku aku, hihi..
      100 buku baru satu lemari yah..

      Delete
  4. saya, Makk! 'ngacung'
    saya suka bgt membaca, tapi pilih-pilih beli bacaan. lagipula budget-nya untuk yang lain juga 'kan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gitu mak :p Ga semua jenis buku saya suka baca..
      Hehe, iya nih uangnya terbatas sih :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…