Skip to main content

Harga Murah Saja Gak Cukup !

Sumber gambar dari sini

Dua hari yang lalu, saya mengajak Alia jalan-jalan ke tempat bermain anak di salah satu pusat perbelanjaan di Cimahi. Saya sudah beberapa kali mengajak Alia pergi ke sana. Harga tiket masuknya terjangkau, hanya dengan 20 ribu rupiah, satu orang anak sudah bisa menikmati berbagai aneka permainan seharian. Meskipun harga tiket masuknya terbilang murah, tapi permainannya ga mengecewakan kok. Ya, ini yang saya tangkap waktu awal-awal ke sana.

Tapi, kemarin saya kecewa ! Padahal baru sekitar dua mingguan yang lalu saya datang ke sana, dan sebagian besar permainan bisa berfungsi. Namun, kemarin sebagian besar mobil-mobilan dan motor-motoran ga berfungsi dengan baik, alias ga bisa dijalankan. Padahal Alia selalu tertarik dengan mobil-mobilan dan motor-motoran, ga mau permainan yang lain. Alhasil, sesampainya di sana saya bingung, mau main apa Alia, karena motor dan mobil yang berfungsi sedang dipakai oleh anak lain. Sementara banyak motor dan mobil yang menganggur tak terpakai, karena rusak.

Saya sempat menanyakan hal ini pada salah satu karyawan di sana, tapi jawabannya bukan solusi, saya ga puas. Akhirnya saya minta Alia menunggu, sambil saya suapi camilan, saya ajak Alia naik sepeda kecil. Meskipun mata Alia selalu tertuju pada mobil dan motor. Hampir setengah jam menunggu, alhamdulillaah ada anak lain yang berpindah permainan, dan ada satu motor yang bisa dipakai Alia. Wah, senangnya Alia, bisa nikmatin permainan yang ia sukai.

Terus terang, saya sempat merasa kapok datang lagi ke sana. Meskipun harga tiket masuknya terjangkau, bukan berarti fasilitas ga diperhatikan dong ya. Yang ada dalam pikiran saya, apakah pemilik tempat usaha tersebut mengetahui hal ini? Ya, inilah pentingnya seorang pemilik usaha untuk selalu rutin mengecek kondisi lapangan / tempat usahanya. Masa iya sih, kalau pemilik usaha tersebut tau soal sebagian permainan rusak, lalu dia acuh. Pastinya ga mau dong ya, tempat usahanya jadi sepi gara-gara konsumen ga puas. 

Buat saya, bukan hanya harga tiket masuk yang terjangkau saja, yang membuat sebuah tempat bermain anak menjadi ramai pengunjung. Namun, kualitas pelayanan serta fasilitas, menjadi faktor yang paling penting.


Comments

  1. Hati-hati Mak, kadang tempat bermain yang mahal pun mereka tidak teliti dalam merawat rutin fasilitas. Ada kabel listrik terbuka, sisi mainan yang tajam,dll. Hehehe...Dulu, tiap menunggu anak main mata saya berkeliaran dan enggak malu panggil petugas buat benerin. Maaf, orang kita kasih meremehkan hal-hal begitu. Nunggu kejadian dulu baru bertindak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keterlaluan ya..kalau mahal tapi kualitasnya ga baik :(
      Iya, kita memang harus kritis mak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …