Skip to main content

Mengajarkan Tiga Kata Penting Bagi Anak

Sumber gambar dari sini

Ada tiga kata penting yang harus diajarkan sejak dini pada anak. Ketiga kata ini berkaitan erat dengan etika. Tiga kata ini adalah : maaf, tolong, dan terimakasih. Sebelum anak bisa bicara, kita juga sudah bisa mengajarinya ketiga kata tersebut. 

Saya mulai mengajari Alia kata tolong saat ia sudah mulai mengerti kalau saya memberinya instruksi. Seperti saat saya memintanya menaruh botol susunya ke dapur, memintanya mengambilkan sesuatu, atau memintanya menaruh kembali mainan ke tempatnya, dan lain-lain. Kata terimakasih biasanya saya sematkan setelah kata tolong itu dilakukan. Jadi, setelah saya memberi Alia instruksi dengan menggunakan kata tolong, setelah ia melakukannya saya mengucapkan terimakasih padanya. 

Namun, saya sendiri masih suka melewatkan kedua kata itu :p *emak ga konsisten*, akibatnya Alia pun suka melewatkan kedua kata itu.

Nah, kalau untuk kata maaf, ini memang kuantitasnya tak sesering kata tolong dan terimakasih. Saya ga pernah ngajarin Alia kata maaf secara khusus. Paling ya saya praktekkin aja kata-kata itu di depannya saat situasi mendukung. Saat saya tak sengaja menyenggol tangannya, atau saat saya tak sengaja menabraknya, saya langsung bilang maaf padanya. Beberapa kali kejadian seperti itu, Alia masih belum meniru. Eh, akhir-akhir ini Alia mulai suka menggunakan kata maaf. 

Tapi, namanya juga anak batita ya.. Terkadang penempatannya suka lebay alias berlebihan :p hihi. Misalnya nih, hari ini Alia makannya lamaaa banget, sampai-sampai mamaku yang menyuapinya gemes dan kemudian menyereweti Alia. Tak lama kemudian, Alia mengeluarkan jurus andalannya. Apalagi kalau bukan menangis :p Menangis dengan harapan tak akan lagi dipaksa makan, dan berhenti dicereweti. Mamaku keukeuh minta Alia nerusin makannya, dan semakin jadilah tangisan Alia. Nah, disaat Alia nangis ini dia mengucapkan "maap yaaa..".. Spontan lah saya jadi terharu mendengarnya :'( Mamaku pun yang semula kesal karena Alia makannya lama banget, jadi luluh hilang marahnya :) 

Anak-anak memang memiliki kelucuan-kelucuan tersendiri, yang bisa membuat kita tiba-tiba merasa gemas, tertawa, atau bahkan terharu.. 

Gimana dengan kalian moms? Sudahkah ketiga kalimat tersebut diajarkan pada batita dan balitamu?

Comments

  1. setujuuu banget sama mak, insyaallah sudah, mudah2an terus melekat pd anak-anak, aamiin.. Selma yg paling mudah mengucapkan kata terimakasih, maaf.. kalau kakaknya 'agak' gengsi klw gak diminta, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah kalau sudah :) Aamiin mak..
      Hehe, setiap anak ga sama ya mak..

      Delete
  2. Tiga hal penting: maaf, tolong, dan terimakasih. Kayaknya nggak cuma buat anaknya deh Mbak, soalnya aku juga masih harus belajar. Terimakasih sudah mengingatkan kembali betapa pentingnya 3 hal tsb Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, apalagi orang dewasa harusnya udah lihai pake kata-kata ini. Tapi saya juga masih suka kelewat :p hihi..
      Sama-samaa.. :)

      Delete
    2. Iya, sama seperti Mbak Sofia. TIga kata itu—maaf, tolong, dan terima kasih—juga masih berlaku untuk orang dewasa.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…