Skip to main content

Nyoblos Berhadiah Kopi

Sebenarnya sih yaaa, awalnya, hari ini saya berniat untuk ga datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), alias mau GOLPUT (Golongan Putih) *jangan ditimpuk yah* hihi, and jangan ditiru ! Alasannya klise sekali lho, bingung mau milih apa. Ya, saya memang ga perhatian dan ga tertarik sama partai-partai peserta pemilu. Jadinya, saya bingung kalau mau nyoblos, mau pilih yang mana ya.. Masa iya saya kudu ngitung kancing dulu, atau tang ting tung mana yang untung sebelum nyoblos :p

Tapi, ternyata Allah menakdirkan lain, saya akhirnya datang ke TPS dan nyoblos deh :) Jadi gini ceritanya, mama saya yang awalnya berniat ga datang juga kaya saya, eh..tiba-tiba berubah haluan, mama malah ngajakin saya datang ke TPS hari ini. Saya yang awalnya berniat ga datang, sempat merasa malas mau berangkat dadakan gitu. Tapi, karena mama yang ngajakin, dan juga sekalian ngajak Alia jalan-jalan ke luar rumah terpaksa aku mau juga :)


Sumber gambar dari sini

Berangkatlah aku ke TPS yang letaknya ga jauh dari rumah. Dan, sesampainya di bilik suara, jeng jeeeng..ada empat kertas suara yang harus aku coblos. Bismillah, akhirnya aku menjatuhkan pilihan pada partai berlambang kepala banteng. Untuk calon legislatifnya, aku semaaakin bingung. Bukan, bukan bingung karena ga tau harus milih siapa. Tapi, bingung kenapa nama Pak Aceng yang beberapa waktu lalu terkena kasus yang lumayan menyita perhatian, bisa kembali menjadi salah satu calon legislatif ! *entahlah*

Daaan, yang paling seru pada pemilu kali ini adalah, setiap orang yang habis nyoblos dapat hadiah kopi instant 1 sachet, eh..malah kalau yang datang pagi-pagi banget dapat 2 sachet :) Meskipun aku bukan peminum kopi, tapi cara ini cukup oke lah ya.. Mudah-mudahan di pemilu selanjutnya hadiahnya makin banyak, minyak goreng, terigu, teh, gula, beras, aamiin. *ngarep banget*

Ya, apapun pilihan kita, nyoblos atau tidak, partai, dan calon legislatif mana yang kita pilih, mudah-mudahan Indonesia tetap bersatu, dan semangat untuk sama-sama membangun bangsa ! ^_^

Comments

  1. Saya enggak sengaja jadi golput, tapi ternyata enak juga... nggak deg-degan nunggu hasil,dan nggak sedih kalau pilihannya kalah.
    Tapi... kalau dapat kopi,wah! boleh juga tuhh...:)

    ReplyDelete
  2. Saya golput...pendatang soalnya..harus ada ini itu..huhuhu...sini kppinya mbk hehe

    ReplyDelete
  3. Diriku dengan terpaksa jadi golput, mak :(( sedih? banget! karena seumur-umur baru kali ini golput hikz. ALesannya karena di Solo gak ada jeh undanganku, entah kalau undangan itu di rumah lama. Undangan malah ada di Manado.. :((

    Malah ada abis nyoblos dikasih duit sama partai x >.< ckckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..dikasih duiiittt *mata hijau* :p heee...

      Delete
  4. Aku kalaupun mau golput tetap 'harus' datang ke TPS, soalnya letaknya pas di samping rumah. Keciren gitu kalau nggak datang hihihi. Dulu pernah sih golput karena benar2 blas gada yang sreg di hati itu calon walikotanya. Tapi bapakku tetap menyuruh datang, mau ntar surat suara dibuat nggak sah ya terserah hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..nasib ya mbak, gara-gara rumah di sebelah TPS :p

      Delete
  5. Waduh...ada-ada ya cerita Pemilu..nyoblos dikasih kopi...taoi lumayan juga sih....secara saya juga penggemar kopi, yang penting itu kopi bukan dari calegnya ya...hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan daripada ga dapet :p hihi.. Bukan kok mbak, sepertinya dari Pemkot :) soalnya semua dapet apapun pilihannya..

      Delete
  6. wah asik itu panitianya. bener lebih asik kalau bingkisan sembako gitu ya hahaha..
    selamat ya mbak, ndak jadi golput :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan pemilu berikutnya mbak :) ga ada lagi golput ntar :p

      Delete
  7. wah, kopinya sumbangan dari siapa tuh mba?
    kalau di sini ada salah satu caleg yang nyumbang konsumsi gitu ke tiap TPS.
    wallahu'alam deh, ikhlas apa ada udangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya tau sih mbak, bukan dari caleg :) Tapi ya siapapun yang ngasih, mudah-mudahan ikhlas, tanpa ada udang *ehh :p

      Delete
  8. Eh ga ditagih kan kopinya sama yang ngasih? hihihi... suuzhan banget, ya. Aku sih belum pernah golput, tapi keknya makin sini makin membingungkan, caleg mana yg bener dan lurus. But anyway, memilih yang terbaik dari yang terburuk akhirnya jadi keputusanku hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, enggak lah :p
      Nah itu dia, makanya banyak yang golput..ya karena masyarakat mengalami krisis kepercayaan, kayanya semua sama aja ujungnya :(

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …