Skip to main content

Pilih yang mana, Pujian atau Kritikan?

Kenapa ya, orang tuh lebih seneng di puji dibanding di kritik.. Padahal, dikritik itu lebih bermanfaat daripada kalau kita dipuji. Eh, tapi tergantung juga sih ya, tergantung gimana kita nyikapinnya. Tepatnya, tergantung cara pandang kita terhadap pujian tersebut.

Sebenarnya, dipuji itu artinya kan kita diapresiasi. Sedangkan dikritik berarti diperhatikan secara lebih detail. Note ya, detail :) hihi.. Kalau kita ga benar-benar diperhatiin mana bisa orang lain kritik kita.. Kecuali kritikan ASBUN (asal bunyi), ini sih ga perlu di dengar :p

Ada satu hal yang membedakan pujian dan kritikan. Kritikan membuat kita BELAJAR lebih baik dan introspeksi, sedangkan pujian enggak. Sisi positifnya pujian, ya kita dapat semangat dan rasa senang atau puas dengan apa yang kita lakukan. Tapi kita ga dapat sisi pembelajarannya. Malah, kalau kita ga bijak, alih-alih belajar, yang ada malah bikin kita berpuas diri, merasa kita sudah baik. Parahnya, orang yang ga bijak menyikapi pujian, bisa-bisa mengarah pada perasaaan sombong, merasa diri ini udah baik, atau bahkan lebih baik dari orang lain. 

Saat kita mendapat kritikan, otomatis kita berfikir, merenung, dan introspeksi. KENAPA saya dikritik seperti itu? Apa yang SALAH dengan saya? Apa yang harus saya PERBAIKI? Dan ini membuat kita belajar memperbaiki diri. Tapi, buat yang ga bijak menyikapi kritikan, kritikan malah ditanggapi dengan pikiran negatif. Akhirnya, kritikan bukan jadi sarana belajar dan introspeksi malah jadi keluhan, kesedihan, atau kemarahan. 

Nah, sekarang tinggal bagaimana kamu mengubah cara pandang kamu, baik terhadap pujian maupun kritikan :) Mendapat pujian adalah hal positif, TAPI mendapat kritikan adalah hal yang LEBIH positif. Jadi, jangan anggap kritikan sebagai sebuah serangan, tapi anggap itu sebagai sarana BELAJAR dan memperbaiki diri supaya lebih baik.

Memang seringkali ga mudah ya menerima kritikan :) apalagi kalau kritikan itu disampaikan dengan cara yang ga bijak atau malah nyakitin. Lagi-lagi disini kamu belajar berbesar hati, belajar positive thinking, juga belajar bersikap bijak saat dikritik. Tuh kan, belum apa-apa kamu udah belajar duluan deh saat dikritik :) 

Kalau gitu, kamu pilih yang mana, pujian atau kritikan? 

Comments

  1. kalo aku tergantung orangnya, mak. dan ada sikon tertentu memang kita harus mau dapet kritikan. tapi ada juga yang memang dia bisa bagus kalo dipuji, karena bisa meninggikan motivasinya, biar bisa melewati batas2 kemampuan yang ada sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tergantung cara kita menyikapinya mak :)

      Delete
  2. saya suka dikritik asal halus cara menyampaikannya. karena saya ini tdk bisa dikasari hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, paling enak cara kaya gitu ya :) KIta ga akan bete dengernya, hehe..

      Delete
  3. Semua orang pasti lebih menyukai pujian. Tapi dari orang-orang tertentu, ada kalanya aku lebih menerima kritikan. Supaya aku lebih baik. Tapi, kebanyakan dari kita, kalo ngasih kritik kok lebih sering yang menjatuhkan, ya? Jadinya yang dikritik pun balik mengkritik. Akhirnya saling serang deh. Malah ke hal-hal yang sifatnya aib pribadi. Duh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi aku seringkali lebih suka kritikan mak, karena lebih banyak manfaatnya :) Betul, suka asbun..dan ga objektif.. Kalau yang sifatnya menjatuhkan mah lebih ke negatif ya tujuannya..

      Delete
  4. Dua-duanya boleh mak...asal yg ke arah positif dan disampaikan dg baik, jd pujian ya gak berlebihan klo kritik jg g kelewatan pedesnya....yg obyektif sj...kr mmg kt memerlukan keduanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, saya suka kalimat terakhir :) Kita memerlukan keduanya.. Setuju mak..

      Delete
  5. Yang dikritik dan yang mengkritik sebaiknya sama-sama berbesar hati, melontarkan atau menyikapi kritikan itu sebagai cara untuk jadi lebih baik

    ReplyDelete
  6. Setelah tau ini,saya tak mau lagi di puji...

    ﺃَﻣَﺮَﻧَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺃَﻥْ ﻧَﺤْﺜِﻰَ ﻓِﻰ
    ﻭُﺟُﻮﻩِ ﺍﻟْﻤَﺪَّﺍﺣِﻴﻦَ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏَ .
    " Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu
    'alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke
    wajah orang-orang yang memuji.” (HR. Muslim no.
    3002).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya baru baca hadist ini mak.. Mendapat pujian seringkali membuat kita lupa diri ya mak..

      Delete
    2. Bener...dan membahayakan,karna memicu rasa sombong/ria kita muncul. Pujian hanya milik Allah...Jangankan manusia, barang kita saja kalau habis dipuji kadang2 jadi rusak/cacat. Wallahu a'lam...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…