Skip to main content

Rezeki Tak Akan Tertukar

Rezekimu adalah milikmu, dan rezekiku adalah milikku. Jika memang rezeki itu ditentukan Allah menjadi milik kita, maka pasti akan kita terima, begitu pun sebaliknya. Urusan rezeki itu mutlak otoritas Allah. Tak akan tertukar, dan tak akan salah orang. Karena Allah Maha Teliti, Allah Maha Sempurna, jadi tak mungkin ada kesalahan dalam hal pembagian rezeki. 


Sumber gambar dari sini

Jadi, tak seharusnya kita merasa iri saat melihat orang lain mendapat rezeki. Tak seharusnya kita berandai-andai rezeki itu jadi milik kita. Dan, tak seharusnya pula kita seolah bertanya-tanya mengapa orang lain yang diberi dan kita tidak. Itu sama saja menyangsikan ke-Maha Telitian Allah dalam mengatur rezeki.

Jika rezeki yang kita harapkan belum juga kunjung tiba Allah berikan, bukan berarti selamanya kita tak akan pernah mendapatkannya. Sebab Allah Yang Maha Tau kapan waktu yang terbaik. Jika ada yang bilang semua akan indah pada waktunya, itu benar adanya.

Yang terpenting saat ini adalah, teruslah berusaha menjemput rezekimu. Iringi usahamu dengan doa, serta yakinlah tak ada usaha yang sia-sia selama itu dalam kebaikan. Yakinlah bahwa Allah akan memberi balasan terbaik. Setelah kita berusaha, biarkan Allah yang bekerja menentukan kapan akan kita terima balasannya, dalam bentuk apa, atau berapa banyak yang kita terima kelak, serahkan semua pada Allah. 

Rasanya nikmat deh, jika kita selalu bisa tawakkal : menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. Tak perlu khawatir soal rezeki dan hasil dari usaha kita, karena Allah Yang Maha Menentukan, bukan kita. 

Comments

  1. betul mak..rezeki kita itu sudah ditentukan...jika hak kita pasti akan datang ke kita t tentu dgn usaha,berdoa n tawakal ya mak..semoga selalu diberik kemudahan rezeki yg berkah..aamiin

    ReplyDelete
  2. bener banget, mak. biasanya rezeki sesuai takaran. karena bisa jadi si A lebih butuh saat itu juga dibanding kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya mak, Allah memberikan rezeki sesuai dengan kebutuhan kita.
      Sesuatu yang kita belum dapat, berarti memang kita sebenarnya belum membutuhkannya.

      Delete
  3. Wah ternyata dengan judul yang sepintas sama namun dengan konten berbeda dalam blog omah antikku juga mba. Always mengingat pada yang diatas deh mba. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya, ah jadi pengen baca postingan Mbak Tanty itu :)
      Aamiin.

      Delete
  4. makasih maak udah diingatkan, si iri itu emang kadang kala suka datang menyergap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mak Rahmi :)
      Iyaa, godaan iman :p

      Delete
  5. makasih mak,dah diingatkan....rizki nggk akan kemana,saya selalu percaya ini :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …