Skip to main content

Saat Sudah Mengalami Sendiri, Barulah Kita Bisa Memahami Orang Lain

Judul di atas kepanjangan ya? hihi, biarin ah. Ga nemu judul yang lebih pendek soalnya. Kalau pendek, pesannya malah ga sampai. Jadi, ya sudahlah :)

***

Kita sering memberikan penilaian negatif pada orang lain, atas apa yang mereka lakukan. Padahal kita gak tau pasti apa yang mereka rasakan dan alami. Jadi, kita hanya menilai dari yang kita lihat. Padahal seringkali yang kita lihat, belum tentu seperti itu juga kenyataannya lho. 

Memang susah ya, untuk kita bisa benar-benar berempati pada orang lain. Ya, seenggaknya kalau ga bisa berempati, seharusnya kan ga perlu pake ngasih penilaian negatif gitu ya.. Ini namanya su'udzan (prasangka buruk). 

Tapi, saat kita udah ngalamin sendiri apa yang orang lain alami, baru deh kita bisa memahami keadaan orang lain. Saya beberapa kali ngalamin hal ini. Kamu gimana? :) Ujung-ujungnya suka nyesel deh, kenapa dulu saya bersikap begini, kenapa dulu saya menilai begitu.. 

Seharusnya, kita belajar mengasah empati, dengan cara menempatkan posisi orang lain pada posisi kita. Jadi, sebelum kita menilai buruk kejadian yang dialami orang lain, seharusnya kita pikirkan bagaimana kalau kejadian itu terjadi pada saya ! Apa yang saya inginkan dan tak saya inginkan dari orang lain saat itu? *jleb deh*

"Pahamilah perasaan orang lain sebagaimana kamu juga ingin dipahami"

Comments

  1. Pentingnya empati..kl dah kbblasan kdg baru nyadar..astghfirullohal adhim...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, penting untuk kita belajar empati :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…