Skip to main content

Tayangan Televisi Minim Unsur Edukasi

Sumber gambar dari sini

Dulu jaman saya masih anak-anak, siaran TV itu masih belum seperti sekarang. Acaranya belum macam-macam. Palingan hanya ada beberapa siaran khusus anak, chanel TV pun masih sedikit. Jadi, kita ga punya banyak pilihan. Makanya dulu jaman saya anak-anak, saya lebih suka baca buku dibanding nonton TV. 

Tapi...sayangnya, jaman sekarang dimana teknologi berkembang dengan begitu pesatnya, bukan hanya manfaatnya yang kita dapat, tapi sisi negatifnya malah kerap lebih banyak deh. Kayanya TV ga bikin kita jadi makin pintar, malah sebaliknya. Eh, tapi ini kalau kita ga bisa bijak menggunakannya sih :) seperti saya

Nah, sekarang kekhawatiran saya adalah, jika dampak negatif dari sebagian acara di TV tersebut berimbas pada anak saya Alia. Alia baru 2 tahun 7 bulan, tapi dia udah mulai suka nonton TV. Kebanyakan acara yang ditontonnya adalah siaran kartun, tapi kadang ia suka juga tuh nonton sinetron. Sedangkan sinetron kan bukan tontonan untuk anak-anak sebenarnya. 

Padahal anak kecil itu mempunyai kebiasaan meniru apa yang dilihatnya. Syukur-syukur yang ditirunya adalah hal baik, kalau hal buruk? :( Ga mungkin juga saya larang-larang nonton TV, karena yang ada malah bikin anak penasaran. Akhirnya ya saya coba kontrol aja tontonannya -karena saya ga bisa selalu nemenin Alia nonton TV-, saya juga kasih pengertian saat Alia meniru hal yang ga baik dari tayangan yang ditontonnya.

Menurutku, banyak dari sinetron dan acara-acara lainnya di TV yang minim sekali unsur edukasinya, bahkan ada yang ga ada deh.. Bukan hanya minim unsur edukasi, tapi juga sarat unsur negatif. Banyak tayangan-tayangan di TV yang justru memperkenalkan hal-hal negatif pada generasi muda. 

Sayang banget deh.. padahal sebagian besar masyarakat kita udah punya TV di rumahnya. Kalau TV benar-benar dijadikan sarana untuk mengedukasi masyarakat, rasanya bisa efektif lho.. Ya, itung-itung mencerdaskan bangsa juga kan :)

Yang paling penting, kita sebagai pengguna televisi dituntut harus bijak memilih tayangan televisi yang akan kita tonton.

Comments

  1. Miris lihat tayangan tv lokal mbk...saya lbh sering lht tv ngara ttangga.acaranya lmyn bagus2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, akhirnya banyak yang beralih ke tayangan luar negeri deh.. :(

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…