Skip to main content

Akhirnya Empeng Itu Kubuang Juga

Sumber gambar dari sini

Sejak bayi Alia udah terbiasa memakai empeng. Ya, standar sih awalnya. Karena Alia sering rewel dan nangis yang agak susah buat saya nenanginnya, akhirnya saya coba kasih empeng. Dan ternyata..berhasil ! Kalau lagi rewel banget, dikasih empeng langsung anteng. Tapi bukan hanya sebagai penghilang rewel aja lho. Alia biasa pakai empeng kalau mau bobok. Jadi, kalau dikasih empeng gak lama kemudian anteng, diem, ngantuk, dan tertidur.

Sebenarnya, bayi pakai empeng itu gak baik ya. Kalau berlebihan tapi, hihi..membela diri :p Maka dari itu, sejak Alia masih bayi saya gak mau keseringan ngasih Alia empeng. Paling kalau pas lagi bener-bener rewel banget dan saya gak bisa nenangin, baru deh saya kasih empeng. Lama-lama, empengnya cuma dipakai pas mau bobok aja deh. Bukan hanya pas mau tidur malam hari aja, pas tidur siang juga sih.

Beberapa bulan lalu, saya sempet kepikiran kapan ya waktu yang tepat ngelepas empeng Alia dan gimana caranya. Secara Alia kan udah mau tiga tahun bulan September ini. Apalagi Alia udah lepas dari mandi air hangat, juga lepas dari popok sekali pakai (diapers), berarti tinggal ngelepas empeng nih :) Tapi, tenyata gak gampang mau misahin Alia dari empeng. Abisnya, kalau gak pakai empeng sebelum bobok, kok gak merem-merem siiih. Yo wes lah, daripada jadi susah tidurnya saya kasih empeng lagi, empeng lagi, sebelum bobok. 

Sampai akhirnya, pelan-pelan saya suka bilang ke Alia, "Alia kan udah gede, bukan bayi lagi, udah pinter, masa masih pakai empeng sih, malu dong". Lama-lama, Alia bisa lepas juga lho dari empeng. Alhamdulillaah. Emang sih, sejak lepas empeng tidur malamnya Alia harus diusap-usap dulu, tangan, kaki, atau punggungnya. Terus suka agak lama meremnya. Apalagi pas tidur siang, beberapa hari ini Alia jadi gak selalu tidur siang gara-gara lama banget nungguin meremnya. Kalaupun tidur siang, sering-seringnya telat. Seperti hari ini Alia tidur jam 4 sore lebih. Tapi ya, ini proses. Bagaimanapun saya alhamdulillaah bersyukur banget Alia udah lepas dari empeng.

Akhirnya empeng itu saya buang juga deh :) 

Comments

  1. Memang enggak tega ya Mak, tapi itu lebih baik untuk pertumbuhan giginya nanti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, ini juga salah satu efek negatif empeng :p

      Delete
  2. kalo mau bobo udah ga ngenen sama mama lagi ya mba??
    maaf ya mba..lama banget aku ga main kesini..ngepost blog juga jarang (#hiks)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alia memang gak enen mamanya mak :) enen pake empeng dia..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…