Skip to main content

Belum Mau Belajar Angka dan Abjad

Dulu waktu jaman saya masih batita, usia setahunan saya udah hafal angka 1 sampai 10, abjad pun udah hafal. Ya, saya waktu kecil memang terbilang anak yang penurut lain dengan sekarang, mudah untuk diajari. Tapi, bukan berarti apa yang terjadi sama saya bakalan persis Alia alami. Like mother like son kadang-kadang gak berarti juga ya :p hihi. 

Alia usia 2 tahun 7 bulan belum terlalu mau diajari bahan-bahan pelajaran seperti mengenal angka dan abjad, dan saya gak mau memaksa atau terlalu mendorong anak untuk belajar di usianya saat ini. Bagi saya, belajar bukan paksaan. Apalagi mengingat usia Alia yang memang masih sangat kecil. Sempat sih, Alia mau diajari angka-angka dan abjad gitu, tapi lama-lama ia agak susah diajak belajar lagi. 

Alia lebih senang bermain

Alia lebih senang diajak belanja

Alia lebih senang ngemil 

Alia lebih senang niru gaya mamanya kalau lagi cari uang

Alia lebih senang diajak jalan-jalan


Tapi saya juga memang belum meluangkan waktu banyak untuk mengajari Alia, maklum lah saya di rumah sambil nyambi cari uang, jadi gak terlalu punya waktu banyak untuk bisa fokus ngajarin Alia. Berarti ini salah saya ya :( Pengennya sih usia Alia 3 tahunan baru deh saya mau lebih fokus ngajarin Alia. Mudah-mudahan saya nemu cara yang menyenangkan untuk membuat ia bisa senang belajar :)

Untuk saat ini biarlah Alia melakukan aktivitas-aktivitas lain yang memang benar-benar ia gemari. Lagipula belajar itu gak hanya diperoleh dari menghafal angka dan abjad aja kok, belajar bisa dari bermain, berbicara, jalan-jalan, menonton acara edukatif, dan lain-lain. Dan yang paling penting adalah mengajarkan anak tentang kebaikan, sopan santun, dan disiplin, ini yang jauh lebih penting untuk diajarkan lebih dulu pada anak. 

Comments

  1. Replies
    1. Iya nih, Alia lagi seneng main, jalan-jalan, nonton kartun :)

      Delete
  2. keren..usia satahunan udh bisa 1-10... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerennya pas itu doang mak :p udah dewasa saya gak pinter dalam hal pelajaran, hehe..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …