Skip to main content

Bersyukur Karena Gak Berlebihan

Saat kita diberi kelebihan materi, sebenarnya ada tantangan yang jauh lebih besar dibanding orang yang tak diberi kelebihan materi. Tantangan tersebut adalah menahan nafsu atau menahan diri. Bagaimana orang yang diberi kelebihan harta tersebut bisa menggunakan hartanya tanpa ada unsur mubadzir di dalamnya. Kenyataannya tak sedikit orang yang diberi kelebihan harta, kemudian mereka menggunakan hartanya secara berlebihan. 

Banyak barang-barang yang mereka beli di luar batas wajar, dengan harga yang juga di luar batas logika. Padahal jika saja uang yang digunakan untuk membeli barang-barang berlebih itu dialokasikan untuk hal-hal yang sifatnya sosial pastinya jauh lebih baik, lebih bermanfaat, dan berkah. Di luar sana banyak sekali orang-orang yang membutuhkan uluran tangan para orang kaya yang dermawan. 

Memang tak mudah untuk kita bisa menahan diri, menahan nafsu kita dari keinginan-keinginan yang berlebihan. Tak banyak jumlahnya, orang yang diberi kelebihan harta namun mereka sangat amanah dalam menggunakan hartanya di jalan yang diridhai Allah. 

Jadi, bagi mereka yang tak diberi harta yang berlebihan, sudah seharusnya sangat bersyukur, karena dalam sesuatu yang cukup ada banyak keberkahan di dalamnya. Dengan sendirinya kita lebih bisa terhindar dari kemubadziran. Kita hanya perlu banyak bersyukur, agar kita selalu merasa cukup atas apa yang kita miliki, supaya bisa terhidar dari rasa iri dan dengki pada orang lain. 

Comments

  1. bersyukur kuncinya ya mbk ;)

    ReplyDelete
  2. Iya mak, kuncinya ada pengendalian nafsu...seringkali menjebak kearah kemubaziran, kesia-siaan sehingga menjauhkan diri dari kesederhanaan dan syukur...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semakin banyak harta semakin besar juga ujiannya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…