Skip to main content

Efek Negatif Gadget Pada Anak Kecil

Sumber gambar dari sini

Efek dari berkembangnya gadget saat ini, bukan hanya dirasakan pada orang dewasa aja lho. Tapi anak-anak, bahkan anak batita pun udah bisa keranjingan gadget :p Masalahnya, pada anak yang masih kecil seringkali efek negatif lebih mendominasi dibanding efek positifnya. Hal inilah yang terjadi sama Alia. Alia udah bisa memainkan game di handphone sejak usianya 2 tahunan.

Awalnya sih saya fikir gak apalah asalkan gak berlebihan, hanya sekedar untuk hiburan aja. Eh, lama-lama kesukaan Alia memainkan game di handphone membuatku terganggu. Bukan karena aktivitas gadgetku jadi terganggu sih, soalnya yang dipinjam Alia bukan handphone saya :p *saya gak install game di handphone*, yang dipinjam Alia adalah handphone tantenya. 

Yang cukup membuat saya terganggu adalah, Alia kerap memainkan game di handphone dengan posisi agak tiduran, yang gak baik untuk kesehatan matanya, apalagi Alia juga memainkan handphone dengan jarak antara handphone ke mata cukup dekat. Inilah yang kerap membuat saya agak keras menasehati Alia. 

Saya sering bilang padanya bahwa hal itu gak baik untuk matanya, tapi ya namanya juga batita tentu pemahamannya belum seperti orang dewasa. Alia juga kayanya memang belum terlalu mengerti, kenapa sih mamanya sering cerewet soal ini, hihi.. Jadi ya saya harus selalu mengingatkannya lagi dan lagi soal ini. 

Saya jadi gak heran, kenapa anak-anak sekarang banyak yang udah pakai kacamata. Padahal usia mereka masih terbilang dini untuk pengguna kacamata. Bahkan kenalan saya ada yang anaknya masih TK udah pakai kacamata :( Sekarang saya jadi ngerti kenapa anak-anak kecil pada udah pakai kacamata. Bisa jadi ini disebabkan oleh penggunaan gadget yang kurang tepat.

Comments

  1. Iya mak, sepakat....si kecil ayunda juga begitu, kalau mainan gadget sambil tiduran...setelah tempo hari mengeluh mata sakit dan pusing akhirnya sekarang saya pantau kalau main laptop dan gadget tak suruh duduk atau dimeja...gak boleh sambil tiduran.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini kebiasaan anak kecil banyak yang kaya gini mak. Makanya kita sebagai orang tua harus terus ngingetin :)

      Delete
  2. Tulisannya saya banget.zaidan dan Raissa juga susah brenti kalo main gadget..:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mak, mana anak kecil kan suka keras kepala kalau dinasehatin :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …