Skip to main content

Gak Mau Ngutangin Ah, Kagok Nagihnya

Ya, itulah saya :) saya orang yang paling gak mau ngutangin, karena kagok nagihnya ! Saya paling risih kalau harus nagih-nagih, ini sebabnya saya gak bakat sama sekali jadi penjual kredit. Kalau orang tipe kaya saya jualan kredit, kayanya bakalan macet tuh modal gak muter-muter karena pelanggan pada gak bayar. Sedangkan orang yang berhutang pun seringkali memang harus diingatkan, bisa jadi mereka lupa.

Makanya saya gak pernah nyimpen uang banyak di dompet, biasanya saya simpen secukupnya aja sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang mau berhutang sama saya, duitnya pun memang ga ada di dompet saya. Alhamdulillaah sih selama ini gak pernah ada yang berhutang dalam jumlah besar, sampai jutaan gitu. Lagian saya juga bukan orang yang banyak duit kok, hehe.. 

Sebenarnya, berhutang dalam Islam itu diperbolehkan. Begitu pula sebaliknya, jika kita memberikan hutangan sama orang lain ya boleh aja. Tapi, kita sebagai orang yang mempunyai piutang, sebenarnya punya kewajiban untuk menagih lho, begitu pula yang berhutang wajib membayar. 

Itu sebabnya, aku merasa gak mau terbebani oleh kewajiban menagih utang. Aku merasa gak enak kalau harus nagih-nagih, padahal ini kewajiban kita sebagai pemilik piutang. Apalagi kalau ternyata pihak yang berhutang itu sudah mampu membayar, dan kita membutuhkan uang itu. Tapi kalau kejadiannya lain, misalnya yang berhutang itu memang belum mampu membayar, maka sebaiknya ikhlaskan aja :) ini jadi sedekah kita, insya Allah diganti dengan yang lebih baik oleh Allah. 

Solusinya, bagi orang-orang yang gak pandai menagih utang (seperti saya), kalau ada orang yang akan berhutang pada kita dengan alasan mendesak, lebih baik kita beri saja sesuai kemampuan kita. Memberi dalam arti sedekah ya, bukan dalam arti memberikan hutangan. Jadi, kita tak akan terbebani dan orang yang berhutang pun tak kecewa insya Allah.

Comments

  1. Hiks..jadi inget piutang yg ckp besar..ga tega nagihnya sama sodara pdhl qt juga butuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia mak, jadi dilema kan.. kita gak tega nagih padahal kita juga butuh.

      Delete
  2. sama mbk...g tega.stok didompet jg g byk bt blnja mingguan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus bisa agak tegaan kayanya buat nagih utang :) hehe..

      Delete
  3. Waktu saya jualan dulu, berulang kali menagih hutang tapi enggak dapat. Akhirnya dari pada putus silaturrahmi saya berhenti dagang kreditan yag awalnya saya kira bisa memudahkan orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga, gak bisa jadi penjual kredit mak :p

      Delete
  4. Aku jugaaaa, akhirnya beberapa piutang diikhlasin aja. Ga enak nagihnya, padahal ada sahabat deket yang pinjem uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, daripada ngeganjel di hati mending di ikhlasin aja akhirnya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…