Skip to main content

Ghibah dan Fitnah

Tulisan ini terinpirasi dari kasus pasangan artis yang 'katanya' akan bercerai *semoga gak jadi*. Kaget sebenarnya saat kita mendengar berita yang terdengar negatif ini. Berbagai pertanyaan dan penilaian langsung menari-nari di fikiran kita. Kita yang sebenarnya gak tau apa-apa jadi ikut sibuk memperbincangkan, terbukti..di timeline sosial media, kasus ini beberapa kali diulas oleh para pengguna sosial media. 

Kita jadi ikut mengomentari, ikut membahas, dan mau tauuu aja alasan sebenarnya dibalik permasalahan mereka, alias KEPO. Kok bisa ya, salah apa suaminya, kok istrinya gugat cerai ya, ah ada yang selingkuh kali.. pokoknya berbagai spekulasi negatif kita buat-buat sendiri. Gak jarang juga, kita malah ikut-ikutan sok tau menilai mereka. Padahal jangankan tau, kita kenal aja gak sama mereka. 

Sering gak kaya gitu? :p Kalau dipikir-pikir..ngapain juga ya kita ikut repot sama masalah orang lain dan ikut-ikutan menilai begini begitu. Padahal penilaian kita itu belum tentu benar. Kayanya banyak salahnya malah. Kalaupun penilaian kita benar, berarti kita udah ghibah dong, alias bergunjing. Ini kan dosa :'( Yang bahayaaa kalau ternyata penilaian kita itu gak benar, tettooott !! Artinya kita udah memfitnah :'( aaah, ngeri kan ! "Fitnah lebih kejam dari pembunuhan". Kebayang dong, dosanya lebih dahsyat lagi.. 

Ya Allah, kumohon tolong bantu kami untuk bisa bersikap bijak, hindarkan kami dari bahaya ghibah dan fitnah, aamiin.

Comments

  1. Suka sedih ya mak.kalo denger berita ttg divorce-nya para selebriti.lambat laun akan mempengaruhi masyarakat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, soalnya mereka beritanya ada dimana-mana..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…